Friday, December 15, 2017

Awal Penamaan Gelombang Tsunami



Tsunami dalam bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti ?ombak besar di pelabuhan? adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. 

Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. 

Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.

Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama yang mengaitkan tsunami dengan gempa bawah laut. Namun hingga abad ke-20, pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami.

Teks-teks geologi, geografi, dan oseanografi di masa lalu menyebut tsunami sebagai ?gelombang laut seismik?.

Beberapa kondisi meteorologis, seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami yang ketinggiannya beberapa meter diatas gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa menggenangi daratan. Gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008.

Wilayah di sekeliling Samudra Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini. Wilayah di sekeliling Samudera Hindia sedang membangun Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di Indonesia. 

Related Posts:

  • Awal Penamaan Gelombang Tsunami Tsunami dalam bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti ?ombak besar di pelabuhan? adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan ti… Read More
  • RENTETAN KISAH AWAL LETUSAN GUNUNG AGUNG 1963 Gunung Merapi yang meletus pada 2010 lalu, peristiwa ini menyisakan kisah pilu karena Sang Juru kunci. Sebagian orang mungkin tak menyangka jika sesungguhnya sejarah letusan Gunung Agung 1963 lebih pilu dari itu. Bukan … Read More
  • AWAL PENYAKIT SIFILIS MEREBAK DI INDONESIA Mempunyai gundik dan mencumbu pelacur, menjadi dua gaya hidup yang tumbuh di dalam tangsi-tangsi militer kolonial sejak paruh pertama abad XIX. Gundik dipelihara oleh tentara berpangkat, sementara prajurit kelas kecoa cu… Read More
  • RIWAYAT FRIDTJOF NANSEN SIMBOL GOOGLE DOODLE HARI INI Petualang legendaris Fridtjof Nansen ini dikenal sebagai orang pertama yang memimpin ekspedisi untuk menaklukkan Kutub Utara. Pada 1893, pria Norwegia kelahiran 10 Oktober 1861 ini memimpin ekspedisi menuju Kutub Utara.… Read More
  • CIKAL BAKAL KONFLIK DI PAPUA Saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda, termasuk wilayah barat Pulau Papua. Namun demikian, pihak Belanda menganggap wilayah itu masih men… Read More

0 komentar:

Post a Comment