Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Monday, May 28, 2018

S.P.L.SORENSEN & ASAL MULA SKALA NUMERIK pH





S.P.L. Sørensen dan Asal Mula Skala Numerik pH
SIAPAKAH S.P.L. Sørensen? Apakah jasa S.P.L. Sørensen terhadap dunia? Mengapa Google ikut mengenang S.P.L. Sørensen dalam Doodle-nya hari ini?

Soren Peder Lauritz Sørensen (S.P.L. Sørensen) adalah seorang Ahli Kimia asal Denmark yang terkenal dan populer karena mengenalkan dan mengembangkan konsep pH, skala numerik untuk mengukur tingkat keasaman (acid) dan basa (alkali). S.P.L. Sørensen lahir di Havrebjerg, Denmark pada 9 Januari 1868 dan meninggal pada 12 Februari 1939.

Seperti dikutip dari Wikipedia dan sejumlah sumber lainnya, dari 1901 hingga 1938 S.P.L. Sørensen menjadi Kepala Laboratorium Carlsberg, sebuah laboratorium terkenal di Kopenhagen. Ketika bekerja di Laboratorium Carlsberg, S.P.L. Sørensen yang merupakan lulusan Universitas Kopenhagen ini  mempelajari pengaruh konsentrasi ion pada protein. Dan karena konsetrasi ion hidrogen sangat penting, S.P.L. Sørensen memperkenalkan skala pH sebagai cara sederhana untuk mengekspresikannya pada tahun 1909.




Pertama kali S.P.L. Sørensen memperkenalkan skala notasi pH dengan menggunakan dua metode untuk mengukur keasaman. Yakni metode pertama didasarkan pada elektroda, sedangkan metode kedua melibatkan perbandingan warna sampel dan serangkaian indikator yang sudah dipilih sebelumnya.
Skala numerik pH ini merupakan cara sederhana untuk mengekspresikan konsentrasi ion hidrogen yang telah diketahui memainkan peran kunci dalam reaksi enzimatik. Saat ini, sebagian besar hal yang kita gunakan setiap hari seperti air, makanan, minuman, kosmetik, dan obat-obatandiuji melalui pH. Dan tentu saja banyak proses kimia dan biokimia yang bergantung pada pH.

Simbol pH ini sebelumnya telah mengalami mutasi selama bertahun-tahun. Berbagai simbol pernah digunakan seperti PH+, Ph, P, hingga akhirnya ditetapkan pilihan pada pH. Pemilihan simbol pH ini karena alasan yang sederhana, di mana pH didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut.

Akan tetapi tidak diketahui dengan pasti makna singkatan "p" pada "pH". Beberapa rujukan mengisyaratkan bahwa "p" berasa dari singkatan power (pangkat), yang lainnya merujuk kata bahasa Jerman potenz (yang juga berarti pangkat). Dan adapula yang merujuk pada kata potential. Ada juga yang beragumen bahwa "p" adalah sebuah tetapan yang berarti logaritma negatif.

Sebagai bentuk pernghargaan atas jasanya mengembangkan skala pH yang hingga kini banyak manfaatnya di hampir semua bidang, pada hari ini Selasa 29 Mei 2018 Google merayakan S.P.L. Sørensen di Google Doodle-nya. Peringatan ini sekaligus merayakan 109 tahun perkembangan pH.


© Pikiran Rakyat

Sunday, January 28, 2018

Mengenang Teresa Teng Diva Asia, Google Doodle 30/1/18



Penyanyi pop Teresa Teng lahir hari ini, 29 Januari, pada 1953 silam di Taiwan. Musik dan bakatnya punya kekuatan yang mendominasi dan berpengaruh di Asia pada dekade 1970-1980-an.

Teresa Teng bisa menggetarkan hati pendengarnya baik melalui kelembutan suara maupun kekuatan emosinya yang melankolis. Dia dikenal sebagai salah satu dari “Lima Diva Agung Asia” dan menggiring pendengarnya ke dalam kegembiraan serta kesedihan sepanjang kariernya selama tiga dekade.

Keempat penyanyi lainnya yang berpredikat Diva Agung Asia kala itu adalah Judy Ongg, Agnes Chan, Ouyang Feifei, dan Yu Yar.

Popularitas Teresa Teng juga dipengaruhi oleh kemampuannya menyanyikan lagu-lagu romantis dalam beberapa bahasa seperti Mandarin, Canton, Vietnam, Hokkian, Jepang, Indonesia, and Inggris.

Sejumlah lagu yang dibawakannya dalam bahasa Indonesia di antaranya adalah Dayung Sampan, Cinta Suci, Sekuntum Mawar Merah, dan Selamat Jalan Kekasih/Good Bye My Love.

Hal itu tentu saja meninggalkan kenangan manis penuh makna akan masa kecil yang penuh kegembiraan. Warisan itulah yang bertahan hingga saat ini. Google, melalui Google Doodle, memberi penghormatan kepada salah satu lagu Teresa Teng paling terkenal yaitu The Moon Represents My Heart.

Alternatif yang dihadirkan Teresa Teng atas lagu-lagu revolusioner yang umum di Tiongkok ditambah pembawaan emosionalnya saat menyanyi telah memberinya popularitas instan dan bertahan lama saat ini, pada hari ulang tahunnya yang ke 65.

Teresa Teng meninggal pada 8 Mei 1995 di Chiang Mai, Thailand karena serangan asma. Namun, dokter dan rekannya berspekulasi bahwa dia meninggal karena serangan jantung yang dipicu overdosis amphetamine.

Dalam sejumlah literatur, nama Teresa Teng terkadang ditulis Teresa Tang, Teresa Deng, atau Deng Li-jun. Meski kerap tampil di sejumlah negara bahkan hingga ke Prancis, dia tidak pernah tampil di Tiongkok.

Di Tiongkok, lagu-lagunya sempat dilarang pada era 1980-an karena alasan politis. Namun popularitasnya tak terbendung. Rekaman suaranya tetap beredar di pasar gelap dan sering diputar di tempat-tempat hiburan malam.

Partai Komunis Tiongkok dikabarkan pernah mengundangnya untuk bernyanyi pada era 1990-an, tetapi dia tidak pernah memenuhi undangan itu.


Sumber : Pikiran Rakyat

Friday, January 26, 2018

Kritikan Keras Untuk Jam Kiamat



Akhir Januari lalu, ilmuwan yang tergabung dalam Bulletin of the Atomic Scientists telah menetapkan waktu jam kiamat terbaru.

Dalam pengumumannya di National Press Club, Washington DC, akhir bulan lalu, kelompok peneliti penggagas Jam Kiamat menetapkan waktu Jam Kiamat masih tetap, tiga menit sebelum tengah malam, sama seperti waktu Jam Kiamat yang ditetapkan pada 2015.

Istilah Jam Kiamat ini menggunakan penggambaran kiamat dengan ditandai tengah malam, serta idiom ledakan nuklir yang diwakili dengan perhitungan mundur ke angka nol. Tujuan Jam Kiamat ini adalah menyampaikan ancaman nyata terhadap kemanusiaan yang bakal terjadi di bumi.

Namun, gagasan Jam Kiamat itu dipertanyakan efektivitasnya dalam menyadarkan penduduk bumi atas ancaman di atas. Ada ahli yang menyebutkan Jam Kiamat bukan alat yang tepat untuk memobilisasi orang atas perubahan lingkungan.

"Saya tak berpikir menggunakan retorika kehancuran total dunia membantu kita bekerja keras mendiskusikan kesulitan dan kesusahan masalah dalam sebuah demokrasi," kata Katherine Pandora, peneliti ilmu sejarah Universitas Oklohama, Amerika Serikat, dikutip dari Live Science, Kamis 25 Februari 2016.

Pandora berpendapat, pemberlakukan waktu Jam Kiamat itu malah bisa kontraproduktif dalam upaya menyadarkan orang untuk peduli dan melakukan tindakan mencegah ancaman bagi dunia.

Menurutnya, hal yang prinsip dan penting, yaitu menghadirkan otoritas yang bisa menyatakan keadaan darurat. Tambahnya, cara itu lebih efektif untuk mendapatkan perhatian orang dan cukup tegas untuk menjadi landasan pengambilan tindakan.

"Meminta generasi orang dengan rasa darurat terus menerus adalah kontraproduktif," kata dia.

Pandora menuturkan, efek yang tak diinginkan dari Jam Kiamat itu bisa menghambat dan merusak hubungan antara ahli dan non ahli.

Kritikan atas Jam Kiamat juga dilontarkan Anders Sandberg, pakar filsafat dari Future of Humanity Institute Universitas Oxford, Inggris.

Sandberg mengatakan, Jam Kiamat telah begitu 'keruh', karena membawa ancaman yang berdasarkan bahaya nuklir. Padahal, ancaman dunia juga bisa muncul dari rekayasa genetika dan terorisme siber dan lainnya.

"Ini bukan ukuran yang tepat dan itu juga menggabungkan beberapa hal. Mungkin jauh lebih mudah ketika mereka mulai, kemudian saat itu hanya perang nuklir. Tapi sejak itu, kita memperoleh risiko eksistensial lainnya," ujarnya.

Sandberg mengatakan, dengan fokus mengingatkan bahaya dengan nuklir dianggap bukan strategi efektif untuk memperbaiki masalah. Ia menambahkan, pemecahan pengembangbiakan nuklir juga dikatakan cukup rumit.

Dia juga mengkritik pembuat Jam Kiamat tidak menjelaskan secara jelas perkiraan risiko numerik. Pembuat Jam Kiamat itu tak menjelaskan bagaimana faktor risiko potensial masa depan, misalnya kecerdasan buatan dan lainnya.

"Tanpa perlindungan yang tepat, mungkin sangat berbahaya. Dengan pengamanan yang tepat, mungkin sebaliknya, itu mungkin hal terbaik yang bisa Anda bayangkan," kata Sandberg.

Diketahui, Bulletin of the Atomic Scientists merupakan kelompok yang melahirkan istilah Jam Kiamat. Kelompok ini didirikan pada 1945 oleh ilmuwan Universitas Chicago, Amerika Serikat, yang membantu mengembangkan senjata atom pertama dalam Proyek Manhanttan.

Nama tim ilmuwan universitas itu berubah menjadi Bulletin of the Atomic Scientists dan pada 1947 menciptakan Jam Kiamat.

Istilah Jam Kiamat ini menggunakan penggambaran kiamat dengan ditandai tengah malam, serta idiom ledakan nuklir yang diwakili dengan perhitungan mundur ke angka nol. Tujuan Jam Kiamat ini adalah menyampaikan ancaman nyata terhadap kemanusiaan yang bakal terjadi di bumi. 


Sumber : Viva Media Baru

Google Doodle Jum'at 26/1/18 Wilder Penfield



Google lagi-lagi hadirkan doodle sosok ternama di dunia dalam laman utama pencariannya. Kali ini, Google menampilkan animasi yang ketika di klik muncul sesosok pria tua yang di sampingnya terlihat ilustrasi otak, mata, hidung yang sedang melihat roti terbakar.

Jika kursor diletakkan di atas doodle tersebut, tulisan yang memperingati hari ulang tahun Wilder Penfield ke-127 pun muncul. Siapakah dia?

Dikutip dari laman Google Doodle, Wilder Penfield, adalah seorang ahli bedah saraf yang memiliki prestasi luar biasa hingga membuat dirinya dijuluki sebagai "orang Kanada paling hebat".

Wilder Penfield dikenal sebagai sosok brilian yang mengembangkan sebuah perawatan bernama Montreal Procedure (Prosedur Montreal) bersama dengan rekannya, Herbert Jasper pada 1950.

Adapun Montreal Procedure adalah perawatan bagi pasien yang memiliki kondisi kejang otak, dengan cara menghancurkan sel saraf bermasah dengan menariknya menggunakan alat beraliran listrik dengan kondisi pasien masih tersadar. 

Pelopor di Bedah Saraf

Eksperimen Penfield pun semakin terkenal, di mana dirinya berhasil memetakan korteks sensorik dan motorik otak. Ia juga mendapati, kalau bagian fisik otak dapat distimulasi untuk membangkitkan kenangan, seperti mengingat bau roti bakar.

Berkat temuannya tersebut, negara Kanada pun dianggap sebagai salah satu negara paling maju di dunia pasca perang dalam bidang ilmu saraf dan perawatan kesehatan, khususnya bagi mereka yang menderita epilepsi.

Berkat karya-karya Penfield, banyak pihak yang lebih memahami berbagai macam fenomena seperti halusinasi, ilusi, dan deja vu.

Kisah Masa Muda

Meski dianggap sebagai "orang Kanada paling hebat", Penfield sebenarnya lahir di Spokane, Washington, Amerika Serikat. Ia tumbuh besar di Hudson, Wisconsin, sebelum akhirnya mengenyam pendidikan di Princeton dan mendapatkan beasiswa kuliah di Merton College, Oxford, pada 1915 untuk belajar neuropatologi.

Usai menyelesaikan gelar kedokterannya, ia kemudian menjadi ahli bedah saraf Montreal dan mendirikan Institut Neurologis Montreal pada 1934. Di tahun inilah ia resmi menjadi warga negara Kanada.

Pensiun pada 1960, ahli bedah saraf terampil ini mengabdikan tahun-tahun terakhir hidupnya untuk memberikan dukungan terhadap pendidikan di universitas dan kepentingan publik lainnya.

Namun karena kanker perut yang dideritanya, Penfield pun mengembuskan nafas terakhirnya pada 5 April 1976 di Rumah Sakit Royal Victoria, Montreal pada usia 85 tahun.

Guna mengenang jasanya di bidang kesehatan dan merayakan ulang tahunnya yang ke-127, Google pun menghadirkan sosok luar biasa ini ke dalam bentuk Google Doodle di hari ini.

Sumber : liputan6.com 

Wednesday, January 24, 2018

Google Doodle, Kamis (25/1/18)Rayakan Ulang Tahun Virginia Woolf Ke 136


Google doodle hari ini, Kamis (25/1/2018) merayakan ulang tahun Virginia Woolf ke-136. Woolf lahir di Inggris pada 25 Januari 1882. 

Woolf dibesarkan di sebuah rumah dengan sebuah perpustakaan besar yang kerap dikunjungi para intelektual. Lantaran itu tidak mengherankan, Woolf kemudian menjadi anggota integral Grup Bloomsbury, kelompok intelektual dan seniman kontemporer terkemuka ketika itu.


Nama Virginia Woolf mencuat karena novelnya Mrs. Dalloway (1925) dan To The Lighthouse (1927). Mrs Dalloway bercerita mengenai seorang tokoh fiktif bernama Clarissa Dalloway dengan seting waktu pasca Perang Dunia I. Novel ini disebut salah satu novel terbaik Virginia Wolf karena ditulis secara detail sehingga pembaca dapat membayangkan setiap gerakan si tokoh. 

Sedangkan di novel To The Lighthouse, Woolf bercerita mengenai sebuah keluarga Ramsay di Skotlandia dengan latar belakang waktu tahun 1910-1920. Novel ini dibagi menjadi tiga bagian, The Window, Times Passes, dan The Lighthouse.

Selain novel, Woolf membuat karya non fiksi seperti "A Room of One's Own" (1929). Karya ini menampilkan perspektif pemikiran feminis Woolf pada dasawarsa kedua abad ke-20. 

Namun hidup Woolf berakhir tragis. Selama Perang Dunia II berkecamuk di Eropa, Woolf mengalami depresi berat. Karena tidak dapat mengatasi depresinya, Woolf mengenakan mantelnya, mengisi kantungnya dengan batu dan berjalan ke Sungai Ouse pada 28 Maret 1941. Ia kemudian terjun ke sungai itu. Pihak berwenang menemukan mayatnya tiga minggu kemudian. 

Meskipun popularitasnya menurun setelah Perang Dunia II, karya Woolf kembali bergaung dengan generasi baru pembaca selama gerakan feminis tahun 1970an. Woolf tetap menjadi salah satu penulis paling berpengaruh abad ke-21.

Untuk menghormati penulis awal abad ke-20 ini, Google pada hari ini membuat sketsa wajah Woolf yang dikelilingi daun-daun berguguran, untuk menggambarkan tema visual yang kerap dipakai Woolf dalam karya-karyanya. 

Woolf bunuh diri ketika Perang Dunia II berkecamuk. Selamat Ulang Tahun Virginia Woolf.


Sumber : Tirto.id

Monday, January 22, 2018

Google Doodle Hari Ini Sergei Eisenstein, Yg Ulang Tahun Ke 120



Siapa sosok pria itu dan mengapa Google menampilkannya sebagai Google Doodle di hari ini?

Ia adalah Sergei Eisenstein, sutradara film asal Uni Soviet dan dikenal sebagai sang Bapak Montase.

Lahir di Latvia tepat 120 tahun lalu pada 22 Januari 1898, putra dari seorang insinyur sipil ini terkenal berkat karya-karyanya, seperti Battlleship Potemkin, Strike, dan October.

Tak hanya itu, ia juga dikenang karena dua epos sejarah yang berjudul Alexander Nevsky dan Ivan the Terrible.

Selain berkarya di dunia film, Eisenstein nyatanya juga seorang penulis. Beberapa buku tentang teknik film terkenal buatannya adalah Film Form dan The Film Sense.

Di buku-bukunya ini, ia menjelaskan pentingnya montase secara terperrinci dan bagaimana cara membuatnya. Ia juga menjelaskan bagaimana montase adalah inti dari bioskop.

Sekadar informasi, montase merupakan teknik pengeditan film dengan cara merangkai potongan-potongan gambar. Teknik ini sering digunakan untuk menggambarkan berlalunya waktu atau peristiwa.

Sejarah Hidup Sergei Eisenstein

Lahir dari keluarga kelas menengah, Sergei ternyata pernah mengenyam studi arsitektur dan teknik di Petrograh Institute of Civil Engineering.

Diketahui, ia meninggalkan dunia kampus untuk kemudian bergabung dengan Red Army dan ditempatkan di Minsk. Di kota inilah ia menemukan 'hasrat' terhadap dunia seni ketika mengenal Teater Kabuki, dan sampai rela belajar bahasa Jepang.

Tak lama, ia pun pindah ke Moskow untuk memulai karirnya sebagai seorang ahli teori. Strike merupakan film fitur panjang pertama Eisenstein, sementara Battlleship Potemkin menjadi salah satu film karyanya yang mendapatkan pujian luar biasa dari kritikus di seluruh dunia.

Pada Januari 1998, Bank of Russia mengeluarkan dua koin rubel edisi khusus untuk memperingati ulang tahun Sergei Eisenstein yang ke-100.

Eisenstein menghembuskan napas terakhirnya pada 11 Februari 1948 di Moskow karena serangan jantung.


Sumber : liputan6.com

Monday, January 15, 2018

Google Doodle 16 Januari 2018, Tokoh Jurnalis & Artis Terpopuler



Terkenal dengan perannnya sebagai karakter "femme fatale", Katy Jurado mencapai popularitasnya sebagai bintang di industri perfilman Meksiko dan Hollywood. Tidak seperti Del Rio atau Maria Felix, Katy Jurado bukan sekadar memiliki kecantikan yang klasik. Namun bentuk matanya yang besar menjadikan sorotan mata Katy Jurado tajam dan memberikan isyarat kuat berkarakter. Ciri khas Katy Jurado ini memainkan peranan penting dalam karir keaktrisannya di Amerika Serikat. 

Katy Jurado mendapatkan nominasi Academy Award untuk peran pendukungnya di tahun 1954 sebagai istri Indian Spencer Tracy dalam filmnya Broken Lance. Katy Jurado yang merupakan aktris asal Meksiko ini diingat karena penampilannya di lebih dari 70 film Amerika Barat dan Meksiko pada tahun 1940-an, 1950-an, dan 1960-an. Google bahkan merayakan hari ulang tahun Katy Jurado ini secara khusus melalui Doodle mereka hari ini. Ya, Ulang Tahun ke-94 Katy Jurado. 

Memulai debut sinemanya di film Meksiko pada 1943, sambil ia menapaki ketenarannya sebagai aktris, Katy Jurado juga pernah bekerja sebagai jurnalis. Berakting di film bukan satu-satunya profesi Katy Jurado, ia juga menulis fitur, ulasan film dan sebagai penulis untuk surat kabar Meksiko. The Guardian.com menyebutkan Katy Jurado juga seorang komentator radio.

Sebagai seorang remaja belasan tahun, Katy Jurado pernah dilarang berakting oleh keluarganya. Akan tetapi Katy Jurado bertekad untuk menandatangani kontrak pertamanya secara diam-diam. Karirnya dimulai dengan beberapa film yang diproduksi selama masa keemasan perfilman Meksiko, termasuk film La Vida Inutil de Pito Perez yang sukses di tahun 1943.

Keluarga kaya raya

Katy Jurado yang meninggal pada 5 Juli 2002 di usianya yang ke 78 tahun, sebenarnya berasal dari keluarga kaya raya. Bahkan kala itu, keluarga Katy Jurado memiliki keseluruhan dari apa yang saat ini adalah Texas. Revolusi Meksiko, menyebabkan kebangkrutan keluarga Katy Jurado.

"Keluargaku tidak lagi kaya raya, tapi mereka tetap hidup seperti itu," ungkap Katy Jurado menanggapi kebangkrutan keluarganya.

Ayah Katy Jurado adalah seorang peternak sapi dan pemilik kebun jeruk. Ibunya mantan penyanyi opera yang sudah pensiun dari panggung karena menikah.

Katy Jurado merupakan salah satu aktris Meksiko yang paling popular di film Amerika yang dibuat pada tahun 1950-an. Katy Jurado adalah bintang utama yang paling bersinar di sinema Meksiko. 

Film pertama Katy Jurado di Hollywood adalah Bullfighter dan Lady di tahun 1951. Dengan usaha yang keras dari Katy Jurado ia berhasil melafalkan dan menghafalkan naskah dalam bahasa Inggris. Padahal pemahaman bahasa Inggris Katy Jurado terbatas dan ia hanya menghafalkan "suara" dari kalimat di naskah. 

Pemberani dan memikat

Meski demikian, penampilan karakter Katy Jurado yang kuat menarik perhatian seorang produser Hollywood terkenal. Katy Jurado memainkan karakter penting Helen Ramirez dengan sangat terampil sehingga Katy Jurado berhasil memenangkan Golden Globe Award untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik. Penghargaan ini awal bagi penghargaan lainnya bagi Katy Jurado termasuk Silver Ariel Awards dan nominasi beberapa Academy Awards. 

Di luar layar, Katy Jurado adalah wanita pemberani dan berjiwa yang memikat semua orang di sekitarnya. Bahkan aktor Marlon Brando dan novelis ternama Louis L'Amour terpikat olehnya. Katy Jurado menggambarkan kecantikan wanita Meksiko kala itu yang khas dan memiliki daya tarik seksualitas yang tinggi.

Bakat Katy Jurado dalam menggambarkan berbagai karakter membantu Katy Jurado memperluas perannya sebagai aktris Meksiko di Hollywood.

Tags:
Katy Jurado
google doodle
film
Meksiko
Hollywood


Sumber : Pikiran Rakyat

Friday, January 12, 2018

Google Doodle Hari Ini ZHOU YOUGUANG



GOOGLE doodle hari ini menampilkan aksara Tionghoa atau yang biasa disebut pinyin. Bukan karena akan memperingati Hari Raya Imlek yang segera tiba, melainkan untuk memperingati hari kelahiran Zhou Youguang, sang pencipta romanisasi aksara Tionghoa yang lahir 13 Januari 1906.

Zhou Youguang lebih dikenal sebagai Bapak Pinyin. Dengan bantuan pinyin, ia telah mempermudahaksara Tionghoa dalam tulisan latin yang semula sangat sulit dipahami. Sistem ini mampu mengekspresikan karakter Tiongkok dalam alfabet Romawi. Pinyin secara harfiah berarti "suara mantra".

Zhou Youguang sebagai pencipta pinyin meninggal setahun lalu di Beijing, tepatnya Jumat 14 Januari 2017 pada usia 111 tahun. Meskipun menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Tiongkok, nyatanya masih sedikit yang diketahui orang tentang warga Beijing ini.

Berikut adalah lima fakta tentang Zhou yang telah membuat bahasa Mandarin jauh lebih mudah dipelajari seperti dikutip dari Time Out Shanghai.

1. Zhou Youguang bukan ahli bahasa tapi ahli ekonomi

Zhou belajar ekonomi di Universitas St John di Shanghai sebelum bekerja di Wall Street di New York sebagai pedagang selama tiga tahun pada tahun 1940-an. Linguistik atau ahli bahasa adalah hobinya yang kemudian mengubah kariernya. Semua bermula saat Zhou Enlai, Perdana Menteri Tiongkok saat itu, memintanya untuk memimpin sebuah komite untuk menciptakan sebuah sistem alfabet untuk bahasa Mandarin.

2. Membantu mengentaskan angka buta huruf di Tiongkok

Ketika Zhou memulai proyeknya untuk membuat bahasa Mandarin lebih dipahami bagi pemula, tingkat buta huruf di Tiongkok lebih dari 85 persen. Sekarang, sebagian berkat bantuan 26 huruf latin yang digunakan untuk mewakili ribuan karakter aksara Tionghoa, angka buta huruf di Tiongkok hanya sekitar 5 persen.

3. Menerbitkan lebih dari 40 buku, 10 di antaranya ditulis saat ia berusia 100 tahun

Mengubah sebuah bahasa yang rumit ke dalam beberapa huruf saja tentu bukan pekerjaan mudah. Meskipun demikian, Zhou ternyata mampu mewujudkannya, dan usia bukan menjadi halangan baginya. Dia dijuluki sebagai "Ensiklopedi Zhou" setelah karyanya menerjemahkan Ensiklopedi Britannica ke bahasa Tionghoa terwujud. Tercatat sebanyak 40 buku telah ia tulis sepanjang hayatnya hingga masa tuanya. Ironisnya, beberapa bukunya justru dinyatakan dilarang beredar di negaranya sendiri.

4. Sistem pinyin bukanlah yang pertama

Sebelum diciptakannya sistem pinyin, sistem yang paling populer untuk menulis karakter aksara Tionghoa dalam alfabet Romawi adalah Wade-Giles. Sistem itu diambil dari nama dua orang diplomat Inggris yang merancangnya pada abad ke-19. Sebagai gambaran, pada sistem Wade-Giles, Beijing ditulis Peking. Ahli bahasa sepakat bahwa sistem Wade-Giles agak berat. Itu sebabnya pinyin dianggap lebih mudah dalam romanisasi aksara Tionghoa.

5. Jadi salah satu dari sedikit supercentenarian Tiongkok

Tak banyak orang yang dinyatakan panjang umur. Zhou Youguang menjadi satu dari sedikit kelompok yang disebut supercentenarian atau berusia di atas 110 tahun. Zhou mencapai usia 110 tahun pada 13 Januari 2016, satu tahun sebelum ia wafat pada usia 111 tahun. Wikipedia mencatat, hanya ada sekitar 10 orang supercentenarian di negeri tirai bambu itu yang tercatat secara apik dalam sejarah mereka, dan Zhou adalah salah satunya.

Tags:

google doodle

Zhou Youguang

Pinyin

Tiongkok


Sumber : PR

Wednesday, December 27, 2017

Sosok Marlene Dietrich Tampil Di Doodle , Siapa Dia ?



Google hari Rabu (27/12/2017), menampilkan doodle sesosok wanita berambut pirang lengkap dengan tuksedo dan topi di tengah sorotan lampu dengan latar belakang warna biru.

Siapa wanita itu dan mengapa Google menampilkannya sebagai tokoh doodle di hari ini?

Sebagaimana dikutip dari laman Google Doodle, ia adalah Marlene Dietrich, aktris sekaligus penyanyi bersuara emas yang jaya selama tahun 1920-an hingga 1930-an.

Tak hanya sibuk berakting dan bernyanyi di atas panggung, wanita yang bernama lengkap Maria Magdalene Dietrich ini juga dikenal sebagai ikon feminis.

Marlene mulai dikenal namanya setelah berperan saat berperan sebagai Lola Lola dalam film yang berjudul The Blue Angel yang dirilis pada 1930.

Usai sukses bermain film di The Blue Angel, Marlene pun langsung pergi ke Amerika Serikat (AS) dan berperan dalam rangkaian film Hollywood terkenal, seperti Morocco, Shanghai Express, dan The Devil Is a Woman.

Seakan menentang pandangan masyarakat tentang feminisme di kala itu, Marlene berpakaian tuksedo dan top hat saat berperan sebagai penyanyi kabaret di dalam film Morocco.

Pada 1939, ia pun akhirnya resmi menjadi warga negara AS. Selain berkarya di industri kreatif, Marlene juga sering membantu para pelarian dari Jerman dan Prancis yang hendak melarikan diri dari Nazi saat perang Dunia Kedua.

Ia juga menjadi penyanyi yang menghibur para pasukan AS di garis depan. Berkat jasanya tersebut, Marlene dianugerahi Medal of Freedom oleh pemerintah AS dan medali French Legion d'Honneur oleh pemerintah Prancis.

Selain dari itu, ia juga menentang Nazisme dan menolak tawaran main film dari rezim pimpinan Adolf Hitler tersebut. Karenanya, film-film yang ia perankan dilarang beredar di Jerman.

Marlene Dietrich tutup usia pada 6 Mei 1992 di sebuah flat di Paris, Prancis, pada usia 90 tahun. Ada lebih dari 1.500 pelayat menghadiri pemakamannya, termasuk di antaranya Duta Besar Jerman, Rusia, Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara lain.

Sesuai dengan permintaannya sebelum meninggal dunia, Marlene dimakamkan di Berlin agar lebih dekat dengan keluarga. Memperingati jasa dan pencapaian semasa hidup, Google menampilkan doodle Maria Mangdalena Dietrich berpakaian tuksedo dan top hatsebagai perayaan atas ulang tahunnya yang ke-116.



sumber : Liputan 6

Wednesday, December 13, 2017

Riwayat Golda Meir Perdana Menteri Wanita Israel



Golda Meir adalah Perdana Menteri keempat Israel. Dia hidup antara tahun 1898-1978 dan menjabat sebagai PM selama lima tahun, antara tahun 1969 hingga 1974.

Golda Meir dikenal sebagai Iron Lady, sebuah istilah yang nantinya juga digunakan untuk menyebut Perdana Menteri Margaret Thatcher dari Inggris.

Sampai saat ini (2013), Golda Meir adalah satu-satunya wanita yang menjabat sebagai Perdana Menteri Israel, dan perdana menteri perempuan ketiga di dunia, serta yang pertama mencapai posisi itu tanpa pengaruh keluarga.

Golda Meir lahir di Kiev, sekarang termasuk wilayah Ukraina, yang pada saat itu merupakan bagian Kekaisaran Rusia.

Keluarganya pindah ke Amerika Serikat pada saat usianya delapan tahun untuk kemudian menetap di Wisconsin.

Sejak usia dini Golda Meir adalah seorang organisatoris dan wanita brilian, mengorganisir pengumpulan dana untuk kelasnya dan ditunjuk sebagai pembaca pidato pada perpisahan SMA.

Pada saat berusia 16 tahun, Golda Meir diperkenalkan ke gerakan Zionisme dan menjadi aktif dalam gerakan Zionis Sosialis.

Golda Meir menikah pada usia 19 tahun dan berharap pindah ke Palestina sebagai bagian dari kolonisasi Zionis awal.

Namun, pecahnya Perang Dunia I mengganggu rencana itu dan dia menyibukkan diri melakukan penggalangan dana di Amerika Serikat untuk mendukung gerakan Zionis di luar negeri.

Setelah perang, pada tahun 1921, Golda Meir menuju ke Palestina dengan suaminya untuk bergabung dengan sebuah kibbutz.

Dia segera ditunjuk mewakili kibbutz ke Federasi Buruh dan memulai kehidupan politisnya.

Beberapa tahun kemudian dia terpilih sebagai sekretaris Dewan Wanita Kerja, dan setelah beberapa tahun Meir menjadi bagian dari Komite Eksekutif untuk selanjutnya naik menjadi kepala Departemen Politik.

Pada tahun 1938, Golda Meir adalah wakil dari Palestina pada pertemuan yang diadakan Presiden Roosevelt untuk membicarakan penganiayaan orang-orang Yahudi oleh Nazi.

Setelah mendengar alasan yang dibuat oleh wakil dari berbagai pemerintah serta respon mereka yang hanya mengekspresikan simpati kepada orang Yahudi, Golda Meir terkenal berkomentar,” Hanya satu hal yang saya berharap untuk melihat sebelum mati dan itu adalah bahwa rakyat saya tidak memerlukan ekspresi simpati lagi.”

Selama masa awal negara Israel setelah perang, Golda Meir memainkan peran penting baik dalam negosiasi dan penggalangan dana.

Dia melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk mengumpulkan uang dan mampu menghimpun delapan kali lebih banyak dari yang diharapkan.

Dia juga menyamar sebagai seorang wanita Arab beberapa hari sebelum Israel mendeklarasikan diri sebagai negara untuk mengunjungi Raja Yordania, untuk mendorongnya agar tidak bergabung dengan negara-negara Arab lainnya saat mereka menyatakan perang terhadap Israel.

Raja Yordania lantas meminta Meir agar tidak terburu-buru mendeklarasikan sebuah negara Yahudi, yang dijawab Golda Meir, “Kami sudah menunggu selama 2.000 tahun. Apakah itu terburu-buru?”

Golda Meir adalah salah satu dari dua puluh empat penandatangan Deklarasi Kemerdekaan Israel pada tahun 1948, dan merupakan duta besar pertama ke Uni Soviet.

Tahun berikutnya dia terpilih menjadi anggota Knesset dan menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja sampai tahun 1956.

Pada tahun 1956, dia menjadi Menteri Luar Negeri di bawah Perdana Menteri David Ben-Gurion, yang kemudian akan menjadi salah satu pengagum terbesarnya.

Pada tahun 1969, Golda Meir terpilih sebagai Perdana Menteri Israel dan menjabat sampai tahun 1974.

Pada tahun 1973, intelijen mulai menunjukkan rencana Suriah yang akan melakukan serangan terhadap Israel.

Berbagai masukan dan rekomendasi diajukan kepada Golda Meir untuk menyikapi masalah ini.

Salah satu saran menginginkan serangan pre-emptive terhadap Suriah, sementara yang lain menganggap rencana ini akan mengasingkan Amerika Serikat dan menutup setiap kesempatan bantuan militer yang diharapkan Israel.

Pada akhirnya, Golda Meir memilih untuk meningkatkan kesiagaan tanpa melakukan serangan.

Konflik akhirnya tidak bisa diredam dan memicu Perang Yom Kippur yang dimenangkan Israel.

Setelah perang usai, Meir mngundurkan diri dari jabatan PM meskipun partainya memenangkan pemilihan umum.

Meir terus berperan dalam politik Israel sampai kematiannya akibat kanker pada tahun 1978 di usia 80 tahun.

Dia tetap menjadi salah satu tokoh paling monumental dan mengesankan dalam sejarah Israel, serta menjadi seorang tokoh ikonik dalam sejarah politik dunia.


www.Amazine.co

Sunday, December 10, 2017

Riwayat Max Born, Fisikawan Simbol Google Doodle Hari Ini



Google Doodle mengangkat sosok Max Born, fisikawan Jerman yang tepat hari ini merayakan ulang tahun ke-135. Ia dikenal atas kontribusinya terhadap bidang mekanika kuantum.

Dikutip dari The Indian Express, Senin (11/12/2017), Born lahir dari pasangan Profesor Gustav Born dan Margarete di Breslau pada 11 Desember 1881. Gustav dan Margarete dikenal sebagai keluarga menengah ke atas dan memiliki darah Yahudi.

Gustav Born merupakan profesor anatomi dan embriologi di sebuah universitas lokal. Sedangkan ibunya, yang meninggal saat Born masih berusia empat tahun, berasal dari keluarga industrialis lokal.

Saat masih bersekolah, sosok Google Doodle itu dikenal sebagai siswa yang memiliki kemampuan luar biasa.


Born pun melanjutkan studinya dan meraih gelar PhD di Göttingen University, di mana ia kemudian dikenal di kalangan ilmuwan sebagai profesor fisika teori.

Sebagai seorang profesor, ia berkolaborasi dengan beberapa pemikir hebat kala itu. Albert Einstein dan Otto Stern adalah dua di antara nama-nama ilmuwan besar yang pernah berkolaborasi dengan Born.

Di tengah pemberontakan Nazi pada 1933, Born terpaksa harus pindah ke Inggris. Di sana ia mengajar selama tiga tahun sebagai dosen di Cambridge University.

Fisikawan yang diangkat dalam Google Doodle itu juga pernah menjabat sebagai dosen di Edinburgh University selama hampir dua dekade, hingga ia pensiun pada 1954.

Meraih Penghargaan Nobel dan Kekhawatirannya Terhadap Senjata Nuklir

Di tahun yang sama, Born dianugerahi Penghargaan Nobel atas Born Rule, yakni sebuah teori kuantum untuk memprediksi lokasi partikel gelombang dengan menggunakan probabilitas matematis.

Teori Born itu menantang teori sebelumnya yang menyebut bahwa persamaan gelombang adalah pengukuran yang tepat, di mana konsep itu melibatkan eksperimen pengukuran fisik yang rumit.

Melalui Born Rule, fisikawan itu menunjukkan bahwa matriks dapat menghasilkan hasil yang serupa, bergantung pada prediksi probabilitas. Prediksi fisika kuantum yang digunakan hari ini pun didasarkan pada teorinya itu.

Dimuat dalam Biography, Born sangat terpukul atas penggunaan bom atom selama Perang Dunia II. Ia pun berbicara dan menentang bahaya senjata nuklir.

Born juga menandatangai Göttingen Eighteen, sebuah deklarasi oleh ilmuwan terkemuka yang memprotes kemungkinan Jerman Barat mempersenjatai militernya dengan senjata nuklir.

Born meninggal pada 5 Januari 1970 di Göttingen, Jerman. Ia dan istrinya telah kembali ke Jerman pada 1954 dan tinggal di Bad Pyrmont.

Wednesday, November 8, 2017

TOKOH PENCIPTA DRAGON BALL




Pada dekade 90an, siapa anak yang tak pernah menirukan gerakan jurus Kamehameha? Jurus ikonik ini ditunjukkan dengan tangan yang ditaruh setara pinggang, tubuh membungkuk ke arah depan, kaki dibuka lebar sebagai kuda-kuda, dan dengan teriakan penuh amarah melemparkan bola energi itu ke depan.

Apakah jurus Kamehameha itu? Ini adalah jurus imajiner yang diciptakan mangaka Jepang Akira Toriyama dalam komik berjudul Dragon Ball. Karakter utama komik ini, Son Goku, mempelajari jurus ini dari kakek mesum di sebuah pulau kecil. Goku sendiri merupakan alien yang datang ke bumi dan tumbuh dengan ekor kera. Ia jadi sosok makhluk ekstraterestrial dengan keperkasaan lebih dari rata-rata.

Saat tumbuh dewasa, ia tidak sengaja membunuh kakek yang mengasuhnya. Setelah hidup sendiri selama bertahun-tahun, ia kemudian bertemu dengan gadis bernama Bulma yang mengajaknya bertualang.

Dragon Ball bukan karya pertama dari Akira Toriyama. Sebelum membuat komik tentang alien perkasa ini, ia telah membuat komik terkenal lain bernama Dr. Slump, yang bercerita tentang doktor jenius yang mampu membuat robot cyborg anak-anak dengan kekuatan yang super.

Akira Toriyama

Atau tentang satu anak suku yang kuat dikutuk untuk membantu 1.000 makhluk hidup karena membunuh. Setiap karakter dari Akira memiliki satu kesamaan, yaitu sosok yang terlihat biasa saja, tetapi menjadi sangat luar biasa baik kuat atau jenius.

Pada acara 30 tahun peringatan Dragon Ball,Akira Toriyama menyebutkan bahwa ia menyukai sosok karakter yang muncul dari kehidupan sehari-hari. Ia menyebut bahwa membuat sosok yang kuat dan lucu sangatlah mudah. Jika kita mengambil sosok manusia biasa, dengan kesibukan sehari-hari, lantas tambahkan semua itu dalam satu karakter yang kuat, ia akan jadi pusat perhatian.

Sosok ini sangat tergambar pada karakter Senbei Norimaki pada manga Dr. Slump. Sosok Dr. Norimaki akan sangat mudah diremehkan. Ia cabul, gemuk, jelek, dan kerap kali ceroboh. Namun, siapa sangka orang semacam ini bisa membuat robot anak perempuan super kuat bernama Arale yang mampu membelah bumi dalam satu kali pukulan. Dr. Senbei Norimaki tidak hanya membuat cyborg tapi berbagai penemuan seperti mesin waktu dan benda-benda ajaib lainnya.

Pada mulanya,  Dr. Slump hanya akan fokus pada karakter Dr. Norimaki, tapi Kazuhiko Torishima, editor dari Akira Toriyama, mengusulkan agar ada karakter perempuan dalam manga ini. Keputusan ini tepat dan membuat komik Dr. Slump jadi makin terkenal bahkan popularitasnya mengalahkan Dr. Norimaki dengan semakin banyaknya panel yang fokus pada Arale.

Saat komik ini diadaptasi menjadi animasi pada 1981, tayangan ini meledak dan mencatatkan rekor rating 36,9 persen. Ia dianggap sebagai tayangan animasi dengan rating tertinggi nomor tiga dalam sejarah animasi Jepang saat itu.

Baik Dragon Ball maupun Dr. Slump hidup dalam jagat yang sama. Keduanya beberapa kali muncul dalam masing-masing seri. Son Goku muncul di Dr. Slump dan Arale muncul di Dragon Ball. Salah satu seri terbaru animasi Dragon Ball Super, Son Goku yang kini telah dewasa kembali bertemu dengan Arale yang masih sama seperti dahulu, berbentuk anak perempuan.

Menariknya, baik Son Goku dan Arale memiliki pengaruh yang sangat luas dalam kehidupan para penontonnya. Jika tak percaya, coba bandingkan gaya berlari Arale yang membentangkan tangan dan gaya lari Naruto yang menggantung tangan ke belakang, apakah Anda melihat adanya kemiripan?

Kesuksesan Akira Toriyama yang membuat Dr. Slump dan Dragon Ball bukan datang tiba-tiba. Ia mengaku memiliki pengaruh dari berbagai sosok penting dalam dunia animasi dan komik. “Saya penonton setia anime sampai usia 10 tahun, sampai saya pindah ke manga. Saya pikir saya dipengaruhi oleh karya-karya Osamu Tezuka dan Walt Disney yang saya tonton saat itu. Seperti Tetsuwan Atom dan 101 Dalmatians,” katanya.

Meski demikian, jalan hidupnya sebagai mangaka tidak semudah yang dibayangkan. Saat pertama kali memutuskan jadi mangaka, ia mengirimkan cerita dalam kontes seniman amatir di Weekly Shonen Jump (WSJ). Ia tidak menang, tetapi kemudian, Ia didekati oleh salah satu editor [Kzuhiko Torishima, yang pernah menjadi editor senior di WSJ], dan kemudian ia belajar selama setahun, kemudian menjadi pro.

Akira Toriyama menyebut model pembuatan manga pada zamannya mencerminkan etos kerja serius yang menantang. Ia menganggap bahwa membuat manga sangat membebaskan dirinya sebagai seorang seniman dan pendongeng. Akira tidak harus tunduk pada pakem atau satu aturan tertentu, karena ia bisa mengembangkan karakternya sendiri.

Metode produksi komik di Jepang sangat hectic,tetapi juga sangat memberikan hasil karena sangat mungkin membuat cerita dan membuat gambarnya sendiri. Dengan cara ini, sangat mungkin mengeluarkan individualitas personal pembuat manga.

Jika Osamu Tezuka dianggap bapak manga modern Jepang, Akira Toriyama bisa dianggap sebagai sosok yang menjadikan profesi mangaka menjadi sangat bergengsi. Banyak mangaka terkenal dan sukses hari ini mengaku dipengaruhi olehnya, misalnya Tite Kubo.

Pencipta manga Bleach ini mengaku sangat berterima kasih pada sosok Toriyama yang bisa menciptakan karakter kuat baik hati yang menyeramkan saat marah. Kubo sendiri memiliki hutang budi kepada Toriyama, karena ia sempat putus asa saat naskahnya ditolak, tapi surat dari pencipta Dragon Ball menyelamatkan kariernya.

Di kesempatan lain, Eiichiro Oda, pencipta manga One Piece, mengaku Akira Toriyama adalah sosok yang sangat ia hormati. Oda sendiri adalah mangaka yang membuat rekor sebagai mangaka yang komiknya paling banyak terjual di seluruh dunia sebanyak 320 juta kopi pada 2015.

Pada sebuah wawancara, Oda mengaku sangat terpukau pada Dragon Ball pada episode kedua penayangan animasi ini. Oda menyebut penggambaran sosok, detil pada tokoh, hingga imajinasi Toriyama lebih baik daripada animasi Disney.

Saat Dragon Ball pertama kali disiarkan pada 26 Februari 1986 di Jepang, anime ini menjadi tayangan yang menyedot banyak penonton. Setelah 152 episode seri Dragon Ball berakhir pada 12 April 1989 dan menandai salah satu tayangan anime klasik yang mempengaruhi sebuah generasi.

Pada 2000, kanal TV satelit Animax bersama Brutus, sebuah majalah gaya hidup pria, dan Tsutaya, layanan sewa video terbesar di Jepang, melakukan poling terhadap 200.000 orang yang menggemari Anime. Dalam survei itu, Dragon Ball menduduki tempat keempat. Saat TV Asahi melakukan poling pada 2005 tentang 100 seri anime paling populer, Dragon Ball menduduki peringkat kedua di berbagai kalangan usia.

Penayangan bertahap seri animasi dan beredarnya distribusi manga Dragon Ball di berbagai negara seperti Taiwan, Hongkong, Italia, Spanyol, dan juga Indonesia membuat karya Akira Toriyama ini menjadi salah satu tontonan serta bacaan yang menjadi teman bertumbuh dari sebuah generasi.


tirto.id

Monday, November 6, 2017

RIWAYAT ORANG INDONESIA PERTAMA YG JADI ANGGOTA PARLEMEN BELANDA



Ada beberapa orang Indonesia jadi anggota Parlemen Belanda, seperti Roestam Effendi dan L.N. Palar (Suara Roestam di Parlemen Belanda dan Palar Melawan Nazi Hingga Berdiplomasi). Namun, orang Indonesia yang pernah duduk dalam kabinet Belanda hanya seorang dan satu-satunya, yaitu Raden Adipati Ario Soejono. Anaknya, Irawan Soejono, tewas ditembak tentara Nazi-Jerman. (Baca: Pemuda Indonesia Berperang Melawan Nazi dan Takdir Si Henk dari Pembebasan)

Ketika Jerman menduduki Belanda pada 1940, pemerintahan Kerajaan Belanda lari ke Inggris. Di sana, membentuk pemerintahan dalam pengasingan, yaitu Kabinet Gerbrandy. Sementara itu, menjelang kapitulasi Hindia Belanda kepada Jepang, Van Mook bersama Soejono dan Loekman Djajadiningrat, pergi ke Australia. Van Mook diangkat menjadi menteri daerah jajahan dalam kabinet yang dibentuk di London itu. Soejono membantu Van Mook sebagai penasihat tertinggi. Dia kemudian diangkat menjadi menteri tanpa portofolio pada 6 Juni 1942.

“Dalam Kabinet Perang inilah diangkat seorang Indonesia menjadi Menteri Negara. Dia adalah RAA Soejono, pernah menjabat sebagai anggota Komisi Karet Internasional berkedudukan di Den Haag,” tulis majalah Warnasari, No. 101, 1987.

Menurut sejarawan Harry A. Poeze dalam Di Negeri Penjajah, maksud di balik pengangkatan Soejono sebagai menteri untuk menekankan adanya ikatan nasib antara Negeri Belanda dan Indonesia, serta untuk memperlihatkan terutama kepada sekutunya, Amerika Serikat, bahwa Negeri Belanda bukan negara kolonial yang reaksioner.

Dalam sidang kabinet perdana yang dihadiri Soejono, Perdana Menteri Gerbrandy mengatakan, “saat bersejarah, karena sekarang untuk pertama kalinya seorang putra bangsa Indonesia menjadi anggota Pemerintah Belanda.” Perkataan ini disambut tepuk tangan.

Soejono kemudian terlibat dalam pembicaraan mengenai ketatanegaraan Indonesia setelah perang. Hasil dari pembicaraan ini menjadi bahan pidato Ratu Wilhelmina pada 7 Desember 1942. Soejono pun mengajukan nota pada Oktober 1942, di mana dia menyatakan bahwa di kalangan masyarakat Indonesia terdapat keinginan yang laten untuk memutuskan samasekali hubungan dengan Negeri Belanda. Karena itu, menurut Soejono, pernyataan dari Belanda harus menjamin lahirnya kebersamaan sukarela dalam ikatan ketatanegaraan.

“Bagi Soejono, ini berarti pengakuan secara prinsip terhadap hak Indonesia untuk menentukan nasib sendiri,” tulis Poeze.

Soejono sampai tiga kali dalam sidang kabinet Oktober 1942, dengan sungguh-sungguh mengimbau rekan-rekannya, khususnya menteri-menteri dari SDAP (Partai Buruh Sosial Demokrat), tetapi sia-sia. Mereka, demikian juga Van Mook, menolak disinggungnya hal itu dalam pidato Ratu Wilhelmina. “Walau demikian Soejono beranggapan bahwa dia tak perlu mengundurkan diri,” tulis Poeze
Inti pidato ini adalah mengusahakan sedapat mungkin agar Hindia Belanda tetap bersatu dalam wadah imperium Kerajaan Belanda,” tulis sejarawan Rushdy Hoesein dalam Terobosan Sukarno dalam Perundingan Linggarjati.

Tentu saja, Soejono menginginkan sesuatu yang mustahil dikabulkan oleh pihak Belanda, yait Indonesia menentukan nasib sendiri atau merdeka. Sebab, Belanda punya semboyan singkat: Indie verloren, rampspoed geborenartinya Hindia (Indonesia) hilang, malapetaka menjelang.

“Ketakutan kehilangan Hindia tertanam dalam pemikiran bawah sadar kolektif masyarakat Belanda,” tulis Frances Gouda dalam Dutch Cultures Overseas. “Karena itu, Hindia luar biasa pentingnya: jika Indonesia memperoleh kemerdekaan, sejumlah orang menyesalkan, Belanda akan mengalami kemerosotan...”

Soejono tak dapat berbuat banyak lagi dalam kabinet Belanda. Ajal menjemputnya pada 5 Januari 1943, pada usia 56 tahun.



historia

Friday, October 13, 2017

AWAL MULA / RIWAYAT ALAT PEMUTAR MUSIK



Musik dikenal sejak kehadiran manusia modern. Maka, memainkan atau mendengarkan musik, yang memiliki suara berirama atau lagu, menjadi salah satu aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan akan keindahan. Tanpa musik, menurut filsuf Friedrich Nietzsche (1844-1900), hidup akan menjadi kesalahan.

Tak semua orang bisa memainkan musik nan indah. Sebagian besar malah hanya ingin menikmatinya untuk mendukung aktivitas atau sekadar mengisi waktu luang. Maka, manusia pun berpikir bagaimana musik bisa didengarkan kapan saja dan di mana saja. Terciptalah alat perekam, penyimpan, penyalur, atau pemutar musik.

Kotak Musik

Seorang pembuat jam dari Swiss, Antoine Favre Salomon (1734-1820), menciptakan kotak musik pada 1796. Dia membuatnya dari barisan lempengan logam, pengganti lonceng, yang dapat disetel dalam skala nada yang lebih banyak dan ketepatan bunyi yang bagus.

sejak 1815, model kotak musik rancangan Salomon mulai diproduksi massal. Di kota Sainte Croix, Switzerland, pengusaha bernama Jeremie Recordon merintis pembuatan massal kotak musik ini. Dia gagal. Pengusaha lain, Samuel Junod, mencoba membuka pabrik serupa.

Phonograph

Setelah telepon dan telegraf, pada 1877 Thomas Alva Edisson (1847-1931) merancang mesin yang bisa merekam suara pada telepon dan memutarnya kembali. Suara pertama yang terekam dan diputar kembali adalah ucapan Edisson sendiri: “Mary had a little lamb.” Alat ini bernama phonograph.

Graphophone

Alexander Graham Bell (1847-1922) dan Charles Sumner Tainter (1854-1940) mulanya bekerjasama untuk mengembangkan telepon-radio. Kerjasama berlanjut dengan pembuatan perangkat perekam sekaligus pemutar suara yang disebut graphophone. Setelah dipatenkan dan diproduksi, alat ini digunakan para etnolog di Amerika pada 1890-an untuk merekam suara dan musik bangsa Indian.

Piringan Hitam

Kualitas suara yang dihasilkan phonograph dan graphophone belum sempurna. Pada 1888, Emile Berliner (1851-1929) merancang alat baru dengan menggunakan media cakram atau piringan, selanjutnya disebut piringan hitam, untuk menyimpan rekaman suara. Untuk mendapatkan suara dari piringan, gramophone ini dilengkapi stylus.

Eldridge Reeves Johnson (1867-1945) lalu menyempurnakannya sehingga kecepatan putar piringan menjadi lebih stabil.

Pemancar Radio

Setelah penemuan gelombang elektromagnetik, Guglielmo Marconi (1874-1937) dari Italia bereksperimen bahwa arus listrik sederhana dapat melintasi udara dari kawat ke kawat. Marconi pun mengembangkan teknologi pemancar dan antena untuk membuat pemancar radio lintas Atlantik, Inggris dan Newfoundland-Kanada.

Reginald Aubrey Fessenden (1866-1932) lalu menambahkannya dengan Heterodin, alat untuk mengubah frekuensi radio sehingga frekuensi itu mudah diatur dan dapat diperkuat. Fassenden mengirim suara manusia dan musik dari stasiun radionya di Brant Rock-Masachusets, AS, ke kapal-kapal di lepas pantai Atlantik.

Zaman emas radio pun dimulai pada 1920, dengan berdirinya stasiun radio komersial pertama, KDKA, di Pittsburg, AS.

Kotak Radio

David Sarnoff (1891-1971), yang populer memberitakan tenggelamnya kapal Titanic melalui radio, menyarankan agar radio dibuat secara massal. Menurutnya, radio akan menjadi perlengkapan rumah tangga. Baru tahun 1919, idenya terlaksana dengan berdirinya Radio Corporation of America (RCA), sebuah perusahaan elektronik Amerika.

Magnetophone

Teknologi perekam suara menjadi praktis dengan adanya Magnetophone model K1 bikinan Allgemeine Elektricitäts-Gesellschaft (AEG) dari Jerman yang dipamerkan pada acara Berlin Radio Show tahun 1935. Magnetophone didasari pada penemuan pita magnetik oleh Fritz Pfleumer (1881-1945). Namun suara yang dihasilkan masih bising. Dalam perkembangannya, magnetophone menghasilkan suara lebih baik dan dipakai secara luas untuk merekam konser, pertunjukan opera, hingga pidato. Selama Perang Dunia II dipakai dalam siaran radio. Dari alat inilah berkembang tape recorder.

Walkman

Koninklijke Philips N.V atau Phillips, berbasis di Eindhoven-Belanda, meluncurkan compact audio cassette atau kaset sebagai media penyimpan audio baru. Setahun berikutnya diperkenalkan di seantero Eropa dan Amerika.

Pada akhir 1970-an, Sony dari Jepang mengembangkan alat pemutar kaset audio portabel dengan nama walkman. Kehadiran walkman mengubah kebiasaan orang mendengarkan musik, yang bisa didengarkan kapan saja dan di mana saja.

Pemutar CD

April 1982, Lou Ottens, direktur teknik bidang audio dari Phillips, memperkenalkan compact disc atau CD. Phillips dan Sony beradu argumen mengenai ukuran CD. Akhirnya disepakati CD berdiameter 115 milimeter dan memiliki kapasitas penyimpanan audio berdurasi 74 menit, diambil untuk dapat memuat Beethoven 9th Symphony. Sebagai pelengkap, mereka meluncurkan pemutar CD; Sony dengan Goronta dan Phillips dengan Magnavox. Prinsip kerja pemutar CD ini adalah adanya bagian optik sebagai sarana utama membaca kepingan CD. Sony, sekira 1984, juga meluncurkan tipe portabel dari pemutar CD, yang dinamakan D-50 alias discman.

iPhone

Oktober 2001, perusahaan Apple meluncurkan pemutar musik portabel mini yang disebut iPod. Menurut Steve Jobs, pemutar musik konvensional dengan ukuran besar sudah bukan zamannya. iPod diciptakan untuk mengatasi kebutuhan penyimpanan audio yang besar. Kapasitas iPod pun dibuat dalam ukuran mulai 2 sampai 160 gigabyte.

Jenis audio yang diputar dalam iPod adalah mp3, yang dikembangkan Karlheinz Brandenburg, ahli audio dari Fraunhofer Institute-Jerman. Dia berksperimen membuat mp3 pada lagu “Tom’s Diner” yang dinyanyikan Suzanne Vega. Kemunculan mp3 memungkinkan kita mentransfer maupun memutar musik di beragam perangkat, dari telepon selular hingga komputer.



sumber : historia magazine

Wednesday, October 11, 2017

RIWAYAT FRANS KAISIEPO PUTRA PAPUA YG JADI PENANDA DI UANG RP 10.000



Awal kisah putra Papua Frans Kaisiepo yang nekat menerobos masuk ke dalam penjara kolonial di Hollandia (kini, Jayapura). Gurunya, Soegoro Atmoprasodjo, ditahan di sana. Di dekat pintu kawat berduri yang mengelilingi penjara, bertugas seorang penjaga. Di atas pundak kirinya tersandang sepucuk senapan lengkap dengan bayonet di ujungnya. Kaisiepo beruntung. Penjaga penjara itu ternyata sesama orang Biak.

Setelah melobi dalam bahasa Biak, Kaisiepo dengan mulus bertamu ke penjara. Guru dan murid bersua. Soegoro memberinya wejangan singkat namun begitu melekat dalam pikiran Kaisiepo.

Hari itu, yaitu 9 Juli 1946, kenang Kaisiepo dalam risalah berjudul “Irian Barat” yang terbit tahun 1961 dan termuat dalam koleksi ANRI khazanah arsip Marzuki Arifin No. 383. “Rahasia dan janji dipegang teguh. Pertemuan berlangsung selang sejam, tetapi cukup berkesan. Waktu bersalam-salaman tak disengaja keluarlah air mata beliau membasahi pipinya.”

Hari itu mereka membicarakan masa depan Irian sebagai bagian dari Republik Indonesia. Dua hari kemudian, Kaisiepo berangkat menuju Konferensi Malino di Sulawesi Selatan, yang digagas Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hubertus van Mook untuk membentuk negara federal. Dia kemudian dikenal sebagai orang pertama yang memperkenalkan kata Irian, yang hari ini dikenal sebagai provinsi Papua.

Berguru pada Soegoro

Di Pulau Biak, 10 Oktober 1921, Frans Kaisiepo lahir dari pasangan Albert Kaisiepo dan Alberthina Maker. Meski berasal dari pedalaman Biak, Kaisiepo dibesarkan dalam pendidikan kolonial. Hal ini dimungkinkan mengingat garis klan ayahnya yang seorang kepala suku Biak Numfor dan pandai besi.

Menurut Bernarda Materay, sejarawan kajian Papua, Frans Kaisiepo termasuk elite terdidik Papua angkatan pertama. Pada 1945, dia merupakan satu dari 150 putra Papua yang mengikuti Kursus Kilat Pamong Praja di Kota Nica (kini Kampung Harapan), Hollandia. Di sana, dia berjumpa dengan Soegoro Atmoprasodjo, pengajar dan direktur asrama.

Soegoro, kelahiran Yogyakarta, bekas aktivis Taman Siswa bentukan Ki Hadjar Dewantara, Partai Indonesia (Partindo), dan Digulis. Kendati bekerja untuk pemerintah Belanda, Soegoro menggunakan posisinya untuk menumbuhkan kesadaran ke-Indonesia-an di Papua. Terhadap anak didiknya, Soegoro memperkenalkan lagu Indonesia Raya dan meyakinkan mereka sebagai bagian dari Indonesia.

Perkenalan dengan Soegoro menggiring Kaisiepo ke politik. Dalam benaknya, masa depan Papua telah teretas. Sementara dijebloskan ke penjara Hollandia karena merancang pemberontakan yang gagal, Kaisiepo mulai terjun ke dalam gerakan nasionalis Papua. Posisinya berada di persimpangan antara Indonesia dan Belanda.

Lakon Nasionalis

Debut Kaisiepo sebagai tokoh politik bermula saat menjadi utusan dalam Konferensi Malino. Sebelum menuju Malino, Kaisiepo menyusup ke penjara Hollandia untuk bertemu Soegoro dan meminta petunjuk.

Pada 18 Juli 1946, Kaisiepo memainkan peranannya di Malino dengan penuh semangat. Sebagai delegasi dari Papua, Kaisiepo nyatanya tak selalu mewakili kepentingan Belanda. Dia mendukung wilayah Papua diintegrasikan ke dalam Negara Indonesia Timur (NIT). Namun Kaisiepo menolak apabila Papua berada di bawah karesidenan Maluku seraya menghendaki agar wilayah itu dipimpin orang-orang Papua sendiri.

Kaisiepo juga memperkenalkan kata Irian, yang berasal dari bahasa asli Biak. Irian berarti panas yang diserap dari tradisi pelaut Biak. Biasanya, pelaut Biak yang hendak menuju Pulau Papua selalu mengharapkan panas matahari untuk melenyapkan kabut yang menyelebungi daratan. “Berarti di sini bahwa Irian juga, yaitu cahaya yang mengusir kegelapan."

Dia mengusulkan agar nama Papua atau Nederlands Nieuw Guinea yang dipakai saat itu diganti dengan Irian. Sebab, kata Papua –sebutan dari pendatang asal Maluku, pua-puayang berarti keriting– mengandung kesan merendahkan orang-orang lokal. Kata Irian kemudian dipolitisasi kelompok nasionalis Indonesia di Papua sebagai akronim dari “Ikut Indonesia Anti Nederlands”.

Pada malam harinya, Kaisiepo berpidato selama sejam lima menit yang dilansir radio Makassar. Namun prasaran Kaisiepo di Malino tak mendapat dukungan dari Belanda. Wakil-wakil Indonesia juga menanggapinya dengan penolakan.

Bagi pemerintah Belanda, sikap Kaisiepo mengejutkan dan di luar dugaan. Residen Papua van Eechoud yang kesal menyatakan ucapan Kaisiepo tentang Irian tak lebih sebagai bentuk “chauvinisme Biak”.

Alhasil, pada konferensi-konferensi selanjutnya, tak ada lagi wakil dari Papua. Kepastian masa depan Papua dalam negara federal tak menemui titik terang. Keadaan ini terus berlanjut hingga Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar pada 1949.

Sementara itu, karena ulahnya di Malino, pemerintah Belanda menepikan Kaisiepo. Kaisiepo dibungkam dengan disekolahkan lagi selama lima tahun di Sekolah Pendidikan Pamong Praja atau Opleidingsschool voor Inheemsche Bestuursambtenaren (OSIBA). Antara 1954-1961, dia ditugaskan di distrik-distrik terpencil seperti di Ransiki, Manokwari, Ayamu-Taminabuan, Sorong, dan di Mimika, Fak-fak.

Di Pentas Merah Putih

Sewaktu menjabat kepala distrik Mimika pada 1961, Frans Kaisiepo mendirikan partai politik Irian Sebagian Indonesia (ISI). Tujuan partai ini menuntut penyatuan Papua ke dalam Republik Indonesia. Pada tahun yang sama, Trikora dikumandangkan Presiden Sukarno. Melalui ISI, Kaisiepo berperan dalam membantu pendaratan sukarelawan Indonesia yang diterjunkan ke Mimika.

Sejak pengakuan kedaulatan, wilayah Papua disengketakan antara Indonesia dan Belanda. Belanda menangguhkan penyerahan wilayah ini karena kepentingan politik dan ekonomi. Indonesia mendapat pengakuan atas wilayah Papua dalam Perjanjian New York, 15 Agustus 1962.

Pada 1964, Kaisiepo ditunjuk sebagai gubernur menggantikan Eliezer Jan Bonay –sosok antikolonial tapi juga menentang kesewenang-wenangan pemerintah Indonesia atas rakyat Papua sehingga harus kehilangan jabatannya, bahkan ditahan, dan setelah bebas pergi ke Belanda untuk mendukung Organisasi Papua Merdeka sampai wafat pada 1989.

Semasa kepemimpinannya, Kaisiepo mengemban misi khusus: memenangkan Indonesia dalam penentuan pendapat rakyat (Pepera) –yang ditetapkan dalam Perjanjian New York– tahun 1969. Dia juga ditunjuk sebagai ketua Penggerak Musyawarah Besar Rakyat Irian Barat yang bertujuan mempersiapkan langkah penyatuan Irian Barat menjelang Pepera.

Secara maraton, Kaisiepo melancarkan kampanye ke seluruh kabupaten: Merauke, Jayawijaya, Paniai, Fak-fak, Sorong, Manokwari, Teluk Cendrawasih, dan Jayapura. Setiap kabupaten diwakili beberapa wakil dalam Dewan Musyawarah Pepera. Kaisiepo terus meyakinkan anggota dewan agar memilih Indonesia, alih-alih memerdekakan diri.

Dalam praktiknya, terendus banyak kecurangan. Campur tangan TNI dalam “operasi wibawa” yang digelar Kodam Cendrawasih turut menodai pelaksanaan Pepera dengan rupa-rupa tindakan pemaksaan. Kaisiepo agaknya menutup mata dengan tingkah angkuh pegawai-pegawai Jawa yang didatangkan ke Papua selama dan pasca-integrasi.

Pepera dimenangkan pemerintah Indonesia. Pada 1969, Frans Kaisiepo menjadi delegasi Indonesia yang turut menyaksikan ratifikasi hasil Pepera di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Namun, di sana dia “dijaga ketat” dan tak diberikan kesempatan untuk bersuara.

Kursi nomor satu di provinsi paling timur Indonesia itu didudukinya hingga 1973. Menurut Drooglever, semasa kepemimpinannya, pertumbuhan penduduk dan tingkat pendidikan rakyat Papua meningkat dibandingkan era kolonial. “Walaupun begitu, mengintegrasikan orang-orang Papua ke dalam negara Indonesia tetap menjadi masalah,” tulis Drooglever.

Selepas pensiun, Kaisiepo ditarik pemerintah pusat ke Jakarta. Dia diperbantukan sebagai pegawai tinggi Kementrian Dalam Negeri. Pada saat bersamaan, dia diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) sampai akhir hayatnya tahun 1979. Dia dimakamkan di tanah kelahirannya, Biak, di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih.

Menurut Rex Rumakiek, seperti banyak tokoh politik Papua, kematian Kaisiepo terselubung misteri. Dia meninggal setelah berobat di rumah sakit dan baru diketahui keluarganya beberapa hari kemudian. Diagnosis medis menyatakan Kaisepo mengalami serangan jantung.

Kaisiepo berencana mengungkap kebenaran tentang adanya penipuan dalam pelaksanaan Pepera yang menjadi keinginan sejati rakyat Papua,” tulis Rex dalam “The Colonial Legacy and West Papuan Nationalism” tesis Studi Internasional di Universitas Sydney yang dikutip atas wawancara dengan Dirk Samuel Ayamiseba, ketua DPRD pertama Irian Barat.

Atas jasanya, pemerintah Indonesia menyematkan status pahlawan nasional pada 1993. Namanya juga diabadikan menjadi salah satu kapal perang TNI AL, KRI Frans Kaisiepo (bernomor seri 368) dan bandara udara internasional di Pulau Biak. Terakhir, potretnya menandai lembaran uang rupiah emisi 2016 bernilai 10.000.

Miskinnya literatur sejarah mengenai tokoh Papua membuat Frans Kaisiepo tak cukup membumi di mata orang Papua. Namanya dikenang sebagai pemimpin Papua di awal pemerintahan Indonesia.

Dalam sejarah Papua, Frans Kaisiepo memainkan lakon yang berbeda. Dia justru dianggap lebih mewakili kepahlawanan untuk Indonesia atau dia menjadi pahlawan versi Indonesia.

Sebagai sejarah, Frans Kaisiepo betul-betul masa lalu. Foto-fotonya sebagai pahlawan nasional yang dipajang di kelas-kelas tidak terlalu berguna.
Sebagai tokoh, aktor penokohannya lebih didominasi pemerintah RI yang mencari legitimasi historis dari antara orang Papua terkait dengan aneksasi Papua ke dalam wilayah RI.


sumber : historia magazine