Showing posts with label sosial budaya. Show all posts
Showing posts with label sosial budaya. Show all posts

Saturday, December 30, 2017

Agama - Agama Unik & Aneh Yang Ada Di Dunia




Agama memiliki sejarah panjang. Bahkan, kita memiliki banyak bukti sejak zaman prasejarah tentang beragam agama yang pernah dianut manusia.

Agama pada dasarnya merupakan seperangkat keyakinan yang memberi pengaruh mendasar pada kehidupan seseorang.

Bagi penganutnya, agama menjadi kekuatan tunggal yang membentuk kehidupan mereka sekaligus mengubah seluruh perjalanan hidup mereka.

Terdapat ribuan agama yang dipraktikkan di seluruh dunia, dengan sebagian besar mendasarkan keyakinan pada campur tangan ilahi dalam penciptaan, jalannya kehidupan, dan kehancuran alam semesta.

Banyak agama timbul dan hilang silih berganti sejak masa kuno, dengan beberapa diantaranya berhasil bertahan melintasi jaman dan berkembang pesat.

Selain dari agama besar yang kita ketahui, terdapat sejumlah agama dan keyakinan yang mungkin terdengar aneh di telinga penganut agama besar. Berikut beberapa diantaranya:

1. Raelianisme

❉ Didirikan oleh seorang Prancis bernama Claude Vorilhon pada tahun 1974. Raelianisme merupakan agama UFO terbesar kedua di dunia, setelah Scientology.

❉ Agama UFO pada dasarnya adalah agama dengan kepercayaan utamanya berlandas pada keberadaan kehidupan di luar bumi dan interaksi mereka dengan manusia.

❉ Claude Vorilhon mengaku telah dihubungi oleh alien, yang membawanya ke planet yang disebut Elohim, di mana dia tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang hubungan manusia-alien, tapi juga bertemu Yesus dan Buddha, bersama dengan beberapa nabi dan rasul agama lain.

❉ Alien menamai Claude Vorilhon dengan ‘Rael’, yang menjadi nama agama yang dibawanya (Raelianisme).

❉ Terdapat dua keyakinan utama dalam Raelianisme yaitu bahwa sekitar 25.000 tahun yang lalu, alien menciptakan manusia dari DNA mereka di salah satu laboratorium mereka, dan bahwa di tahun 2025, alien akan mengunjungi kota Yerusalem.

❉ Saat ini, Raelianisme mengklaim memiliki sekitar 30.000 pengikut.

2. Gerakan Pangeran Philip (Prince Philip Movement)

❉ Republik Vanuatu merupakan sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudera Pasifik Selatan. Tanna, salah satu pulau di kepulauan ini, memiliki sebuah desa kecil bernama Yaohnanen, dengan penduduknya yang percaya bahwa Duke of Edinburgh, atau Pangeran Philip, adalah makhluk ilahiah.

❉ Salah satu cerita kuno mereka mengatakan bahwa anak berkulit pucat dari roh gunung akan menyeberangi lautan dan dan melakukan perjalanan ke negeri yang jauh, di mana dia akan menikahi seorang wanita yang sangat kaya dan berkuasa.

❉ Penduduk desa Yaohnanen percaya bahwa yang disebut anak berkulit pucat dari roh gunung tidak lain adalah Pangeran Philip, yang akan segera membawa kesejahteraan bagi bangsa mereka.

❉ Saat ini, Gerakan Pangeran Philip memiliki sekitar 5.000 pengikut di Republik Vanuatu.

3. Jediisme

❉ Gerakan keagamaan ini sebagian besar terinspirasi oleh tokoh Star Wars, Jedi, yang dengan bantuan kekuatan mistiknya yang disebut Force, dan senjata pedang cahaya, berusaha melindungi alam semesta dari perang dan konflik.

❉ Pengikut Jedi menyebut diri mereka biarawan atau ksatria, yang bisa mengendalikan dan menggunakan kekuatan untuk kesejahteraan umat manusia.

❉ Jediisme menggabungkan keyakinan Buddha dan Tao, bersama dengan beberapa praktek religius abad pertengahan.

❉ Prinsip ajaran Jedi menyatakan:

‘There is no emotion, there is peace.
There is no ignorance, there is knowledge.
There is no passion, there is serenity.
There is no chaos, there is harmony.
There is no death, there is the Force’

❉ Pada 2012, Jediisme adalah agama alternatif yang paling dipilih di Inggris dan Wales dengan sebanyak 176.632 pengikut.

4. Masyarakat Aetherius (Aetherius Society)

❉ Ini adalah agama UFO lain yang didirikan pada tahun 1954, oleh George King, bertujuan menggabungkan kebijaksanaan alien dengan yoga, dan menghasilkan energi yang kuat untuk membantu umat manusia.

❉ Motif utama agama ini adalah mencegah kehancuran bumi dengan menjalin hubungan baik dengan alien.

❉ Masyarakat Aetherius mengambil beberapa prinsip dari agama Kristen, Budha, dan Hindu, serta percaya bahwa Yesus, Buddha, dan Krishna, pada kenyataannya adalah alien yang diutus membawa kemajuan bagi umat manusia.

❉ Salah satu klaim paling terkenal yang pernah dibuat oleh Masyarakat Aetherius adalah bahwa mereka diberitahu oleh alien tentang bencana Chernobyl empat jam sebelumnya.

❉ Agama ini mengklaim memiliki sekitar 650 pengikut.

5. Gerakan Kreativitas (Creativity Movement)

❉ Didirikan sebagai Gereja Sang Pencipta (Church of the Creator) oleh pemimpin religius Amerika, Ben Klassen, di Florida pada tahun 1973, Gerakan Kreativitas merupakan gerakan keagamaan non-teistik dan etnosentris.

❉ Keyakinan dan ajaran agama ini disebut sebagai rasis, anti-Semit, dan anti-Kristen.

❉ Mereka percaya ras kulit putih mewakili semua kebaikan di dunia, dan bahwa orang-orang kulit putih hanya harus bekerja untuk kemajuan ras kulit putih. Dengan kata lain, mereka percaya secara total akan supremasi kulit putih.

❉ Selain itu, mereka juga menyatakan tidak perlu orang kulit putih hidup berdampingan dengan kulit hitam, karena orang kulit hitam merupakan noda pada ras kulit putih.

❉ Gerakan ini juga menyangkal adanya Yesus, dan dengan demikian tidak percaya pada kisah dalam Alkitab.

❉ Saat ini, Gerakan Kreativitas diklasifikasikan sebagai kelompok kebencian, bukan sebagai gerakan keagamaan.

6. Gelombang Pana (Pana Wave)

❉ Pana Wave adalah agama Jepang, yang didirikan oleh seorang wanita bernama Yuko Chino, pada tahun 1977, di Tokyo.

❉ Agama ini mendasarkan keyakinannya pada ajaran Kristen, Budha, dan beberapa doktrin New Age.

❉ Tujuan utama agama ini adalah untuk menyebarkan kesadaran atas bahaya yang ditimbulkan oleh gelombang elektromagnetik yang menurut pendiri mereka, bertanggung jawab mengubah kondisi iklim dan kerusakan lingkungan.

❉ Mereka juga percaya banyaknya keberadaan perangkat yang memancarkan gelombang elektromagnetik merupakan sebuah konspirasi jahat komunis untuk membunuh pemimpin mereka.

❉ Para penganut agama ini sering berpakaian putih, menutup mulut dan hidung mereka dengan masker putih dan mengemudi kendaraan berwarna putih, untuk melindungi diri dari gelombang elektromagnetik.

❉ Agama Pana Wave diyakini memiliki sekitar 1.200 pengikut di Jepang.

7. Nation of Yahweh

❉ Gerakan keagamaan ini terutama berakar dari lingkungan Afrika-Amerika dan didirikan pada tahun 1979, di Miami, oleh seorang pria bernama Hulon Mitchell Jr, yang menjadi populer dengan nama Yahweh ben Yahweh.

❉ Para pengikut agama ini percaya orang Israel sebenarnya bukanlah orang-orang yang tinggal di sana saat ini, tapi adalah orang kulit hitam. Itu sebab, orang kulit hitam harus kembali ke tanah air mereka yang sesungguhnya.

❉ Para pengikut agama ini percaya bahwa Yahweh ben Yahweh adalah Anak Tuhan
.
❉ Seperti Gerakan Kreativitas, Nation of Yahweh juga merupakan agama rasis yang percaya bahwa orang kulit hitam adalah orang-orang pilihan Tuhan, sedangkan orang kulit putih adalah setan yang nyata.

❉ Setelah kematian pendiri mereka, jumlah penganut dikabarkan menurun drastis, meskipun masih dilaporkan adanya sejumlah pengikut kepercayaan ini.

8. Church of All Worlds

❉ Church of All Worlds (CAW) didirikan oleh Oberon Zell-Ravenheart dan istrinya, Morning Glory Zell-Ravenheart, pada tahun 1962.

❉ Markas CAW saat ini berada di Cotati, California.

❉ Sebagian besar ajaran agama ini terinspirasi oleh novel fiksi ilmiah Robert A. Heinlein berjudul Stranger in a Strange Land.

❉ Agama neopagan ini bertujuan membangkitkan kekuatan Gaia, Ibu Bumi, dan menyatukan dirinya dengan semua anak-anaknya, melalui media komunitas suku kecil, yang mendedikasikan diri pada kepercayaan ini.

❉ Mitologi mereka didasarkan terutama pada mitos Yunani kuno, tetapi juga mencakup ranah peri, malaikat, dan makhluk gaib lainnya.

❉ Salah satu perkembangan terbaru pada agama ini adalah berdirinya The Grey School of Wizardry, yang terinspirasi oleh Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry yang muncul dalam seri Harry Potter.

9. Happy Science

❉ Pada 6 Oktober 1986, gerakan spiritual ini didirikan di Jepang, oleh seorang pria bernama Ryuho Okawa.

❉ Tujuan utama agama baru ini adalah untuk menyebarkan kebahagiaan di antara semua manusia.

❉ Okawa percaya bahwa dia merupakan reinkarnasi dari Lord El Cantare, Tuhan tertinggi dan penyelamat, yang menjalankan otoritas tertinggi dan total kontrol atas dunia.

❉ Happy Science percaya bahwa malaikat Jibril akan mengunjungi Bangkok dalam 50 tahun ke depan.

❉ Mereka juga percaya alien akan mendarat di bumi sekitar 300 hingga 400 tahun ke depan.

❉ Saat ini, Okawa memiliki partai politik sendiri di Jepang, yang mengklaim bahwa Korea Utara ingin menyerang dan mengontrol Jepang.

10. The Church of Euthanasia (Gereja Eutanasia)

❉ Gereja Eutanasia adalah gerakan politik-agama yang didirikan di Boston, Massachusetts, oleh pengembang software bernama Chris Korda.

❉ Website agama ini mengklaim bahwa mereka adalah “sebuah yayasan pendidikan nirlaba yang ditujukan untuk memulihkan keseimbangan antara manusia dan spesies lain di bumi.”

❉ Empat pilar utama ajaran ini adalah bunuh diri, aborsi, kanibalisme dari yang sudah mati, dan sodomi.

❉ Church of Euthanasia menekankan pada menyelamatkan bumi dengan membunuh diri sendiri.

❉ Pada tahun 2003, menyusul bunuh diri seorang wanita 52 tahun setelah membaca petunjuk tentang “bagaimana cara bunuh diri” pada website mereka, menyebabkan organisasi ini menghadapi tindakan hukum.


www.Amazine.co

Thursday, December 21, 2017

Kisah Awal Film Dewasa Jepang



Film dewasa di Jepang berawal sejak Zaman Edo (1603-1886). Namun, bentuknya di masa itu masih lukisan-lukisan erotis dan seksual yang disebut dengan “Shunga” (Spring Pictures). Seiring berkembangnya teknologi, erotika pun berpindah medium.

Pada Juni 2016 lalu, industri film pornografi asal Jepang menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas kasus pemaksaan terhadap artis untuk melakukan adegan-adegan seks di film-film mereka.

Seperti dilansir The Japan Times, Intelectual Property Promotion Assosiation (IPPA) mewakili industri film dewasa tersebut menyatakan akan "mendorong produsen untuk mengambil tindakan, untuk segera memperbaki serta memulihkan kondisi dari seluruh industri sektor tersebut. Kami juga menyesal akan kasus ini, kami mohon maaf.” 

Selain itu kepada The Los Angeles Times, Shihoko Fujiwara pendiri organisasi non-profit Lighthouse yang bergerak di bidang perdagangan manusia mengatakan bahwa tahun lalu 2015 dirinya telah menerima lebih dari 100 keluhan tentang paksaan dalam pembuatan film porno. Industri film dewasa, menurut Fujiwara, telah menggunakan taktik yang sama dalam perdagangan manusia. Keluhan tersebut menurutnya kurang lebih 10 persen berasal dari orang-orang muda.

Para korban tersebut awalnya disuruh untuk menandatangani kontrak fashion modelling. Ketika mereka muncul untuk pemotretan, mereka diberitahu bahwa itu syuting film porno. Banyak yang memohon untuk berhenti atau pulang, tetapi mereka diancam akan didenda jutaan yen atau hukuman penjara karena telah melanggar kontrak dan akhirnya mereka yang menyerah.

Di Jepang, Industri film dewasa dilegalkan atau diizinkan oleh pemerintah. Melalui aturan Law Regulating Adult Entertainment Business, pemerintah secara legal formal mengizinkan industri film dewasa di Jepang, asalkan tidak adanya paksaan terhadap para aktor. Tapi meski industri dewasa telah dilegalkan di Jepang, para produsen film dewasa tetap wajib menyensor alat vital dari laki-laki dan perempuan, yang diatur dalam NEVA (Nihon Ethics of Video Association).

Awal Film Dewasa di Jepang

Dalam tulisan “The History of the Japanese Adult Industry, and 'That Pool'”, Peter Payne mengatakan bahwa industri film dewasa di Jepang bukanlah hal baru karena telah dimulai sejak zaman Edo (1603-1886). Namun, bentuknya di masa itu masih lukisan-lukisan erotis dan seksual yang disebut dengan “Shunga” (Spring Pictures). Salah satu lukisan yang terkenal adalah "The Dream of Fisherman’s Wife” karya Hokusai. Lukisan itu juga kerap disebut sebagai “Naughty Tentacles”. 

Seiring berkembangnya teknologi khususnya dalam televisi, lukisan-lukisan erotis tersebut kemudian dialihkan ke video. Dalam tulisan “Chronology of Adult Video in Japan”, disebut pada 1960an muncul beberapa industri film dewasa seperti Daiei, Nikkatsu, Shochiku, Toei, dan Toho. 

Namun di masa itu, film terbitan produsen-produsen ini hanya berfokus pada cerita atau drama dengan tujuan untuk merangsang dan sedikit menunjukan ketelanjangan ataupun adegan seks, yang kemudian film dewasa tersebut dikenal oleh masyarakat Jepang dengan istilah “pink film”.

Kemudian, pada 1971 film-film impor dari Amerika mulai merajalela di Jepang. Karena takut kalah saingan dengan film buatan Amerika, Takashi Itamochi, Presiden Nikkatsu, studio film besar tertua di Jepang mengembangkan “pink film” sebagai salah satu upaya untuk menarik penonton. 

Alhasil pada November 1971, studio Nikkatsu merilis dua seri film dewasa dengan adegan seks lebih banyak dibandingkan dari sebelumnya, yaitu seri “Roman Porno” dan seri “Apartment Wife”. Kedua seri tersebut dianggap sebagai film porno pertama di Jepang karena lebih menayangkan adegan seks dan ketelanjangan dibanding film cerita atau drama pada umumnya.

Film yang dirilis oleh Nikkatsu pada era itu mampu menarik perhatian publik. Tercatat hampir 70 persen masyarakat menyukai seri Roman Porno, tulis revolvy.com. Keberhasilan dari studio film Nikkatsu kemudian diikuti oleh Shintoho Eiga dan Millio Film. Berawal dari inilah industri film porno mulai berkembang Jepang.

Selain itu, Peter Payne menulis bahwa masyarakat Jepang memiliki kalimat ajaib yang sering mereka gunakan ketika melihat atau menonton film dewasa. Kalimat tersebut berbunyi “Shikata ga nai” atau “Sho ga nai”, yang artinya adalah “tidak ada pilihan”. Maksudnya adalah kesukaan pada seks atau film porno merupakan hal yang normal dan merupakan bagian dari masyarakat sehingga tidak ada pilihan untuk tidak menonton.

Semakin lama, film dewasa Jepang terus berkembang sehingga ada yang ditambah penggunaan alat bantu seks yang dianggap sebagai kejahatan seksual. Setsu Kobayashi, profesor hukum dari Universitas Keio, pada 1972 bersama dengan para produser studio membentuk lembaga organisasi yang memonitor penayangan film dewasa tersebut. 

Lembaga tersebut dikenal dengan The Ethics of Adult Video (Seijin Bideo Jishu Kisei Rinri Shoudankai), yang kemudian berganti nama menjadi Nihon Ethics of Video Assosiation (NEVA) pada 1977. 

Fungsi dari lembaga ini sama seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yakni melakukan sensor terhadap alat vital dari para pemain film porno. Bila telah dilakukan sensor oleh NEVA, maka film itu dapat dikonsumsi oleh publik. Bila tidak, berarti ilegal.

Industri JAV Yakuza

Meskipun industri film dewasa di Jepang telah dilegalkan oleh pemerintah, tetap saja ada kelompok tertentu yang masih curang. Kelompok tersebut adalah kelompok Yakuza.

Amanda Jones dalam jurnalnya "Human Trafficking, The Japanese Commercial Industry and The Yakuza: Recomendaion for Japanese Goverment" mengatakan bahwa Yakuza merupakan gerbang penjaga industri seks komersial di Jepang. Hal itu dimulai sejak perang dunia kedua, di mana Yakuza berperan sebagai penyedia wanita penghibur bagi para tentara Jepang. Setelah perang dunia berakhir dan industri film dewasa mulai berkembang di Jepang, Yakuza melebarkan sayapnya ke dunia Industri film dewasa.

Selain itu, Richard Soesilo dalam bukunya Yakuza Indonesia, menulis bahwa peredaran industri film porno di Jepang memang dilegalkan, dengan syarat alat kelamin harus disensor. Produser film wajib melakukan sensor melalui NEVA sebelum akhirnya diedarkan ke masyarakat. Tapi Yakuza tidak mau menyensornya, dan inilah yang membedakan film porno legal dengan film porno Yakuza. 

Keuntungan yang didapat oleh Yakuza dari industri film dewasa dan prostitusi pada 2010 adalah sebesar 22 triliun yen atau sekitar $242 miliar, seperti ditulis The New York Times. 

Terlepas dari legal dan tidak legalnya industri film seks, yang jelas ia laku di mana-mana, termasuk di Indonesia. Seperti dilansir Deutsche Welle, di urutan pertama, nilai belanjanya ditempati oleh Cina dengan $73 miliar per tahun, sedangkan posisi kedua dan ketiga adalah Spanyol dan Jepang dengan masing-masing pengeluaran adalah $26,5 miliar dan $24 miliar per tahun. 

Indonesia masuk ke dalam 12 negara yang paling getol belanja seks dengan pengeluaran sebesar $2,25 miliar atau sekitar Rp29 triliun per tahun. Hampir sama dengan anggaran Kementerian Pertanian tahun ini. Luar biasa, bukan? 


sumber : tirto.id

  

Tuesday, December 19, 2017

Riwayat Alkohol Dalam Peradaban Manusia



Alkohol telah digunakan sejak awal sejarah manusia. Sesuai dengan temuan arkeologi, anggur telah muncul lebih dari 10.000 tahun lalu.

Sejak jaman kuno, alkohol telah digunakan untuk beragam tujuan seperti meningkatkan keberanian dalam pertempuran, pengikat perjanjian damai, hingga digunakan dalam perayaan.

Artikel ini menyajikan penggunaan alkohol pada berbagai kebudayaan kuno yang telah berusia ribuan tahun.

1. Mesir

Penemuan kendi bir dari Jaman Batu mengonfirmasi bahwa minuman fermentasi telah ada sejak tahun 10.000 SM (Periode Neolitik).

Minuman beralkohol telah menjadi bagian integral dari peradaban Mesir kuno. Fakta ini dapat dilacak dari bukti simbolik atas pemujaan Dewa Osiris.

Orang Mesir kuno meyakini bahwa Osiris adalah dewa yang menemukan bir yang merupakan minuman penting dalam keseharian mereka.

Orang Mesir kuno telah mampu membuat setidaknya 24 jenis anggur dan 17 jenis bir.
Minuman beralkohol digunakan untuk kesenangan, ritual, obat-obatan, serta upacara penguburan.

2. Cina

Berbagai minuman beralkohol telah digunakan di Cina sejak zaman prasejarah.

Guci anggur dari Jiahu yang bertanggal sekitar tahun 7000 SM adalah bukti paling awal mengenai alkohol di Cina.

Pada masa itu, minuman fermentasi dihasilkan dari beras, madu, dan buah-buahan.

Di Cina, alkohol dikenal sebagai Jiu dan dianggap sebagai makanan rohani yang memainkan peran penting dalam kehidupan beragama mereka.

3. Yunani

Minuman beralkohol pertama yang memperoleh popularitas di Yunani kuno adalah mead sejak tahun 2000 SM yang dibuat dari fermentasi madu.

Namun, pada 1700 SM, anggur juga mendapatkan popularitas dan dimasukkan ke dalam ritual keagamaan.

Alkohol menjadi bagian penting bagi perjamuan dan digunakan pula untuk tujuan pengobatan.

Orang-orang Yunani menikmati berbagai minuman beralkohol dalam berbagai bentuk seperti hangat, dingin, murni, dicampur dengan air, atau diberi aneka rasa.

4. India

Alkohol mulai menunjukkan eksistensinya pada era Chalcolitic yang merupakan bagian dari peradaban Lembah Indus.

Minuman yang berasal dari penyulingan beras yang dikenal sebagai Sura sangat populer di kalangan prajurit ksatria dan petani.

Teks-teks Hindu Ayurvedic menggambarkan manfaat minuman beralkohol bersama dengan konsekuensi akibat mabuk, serta penyakit yang disebabkan alkohol.

Namun, minuman beralkohol di India dianggap tabu di beberapa kalangan sekte agama, termasuk penganut taat agama Buddha dan Hindu Brahim.

5. Amerika Pra-Columbus

Minuman beralkohol dikembangkan oleh berbagai peradaban asli Amerika.

Minuman tradisional asli Mesoamerika diantaranya adalah pulque atau octli yang terbuat dari fermentasi maguey.

Mezcal diperoleh dari penyulingan pulque dan tequila adalah sebentuk dari mezcal.

Orang Amerika Selatan memproduksi chicha yang merupakan kata Spanyol untuk berbagai minuman fermentasi tradisional.

Buah-buahan, jagung, dan ubi kayu merupakan berbagai bahan utama untuk membuat chichi.

Penduduk asli Amerika dari Brasil membuat minuman beralkohol tradisional yang dikenal sebagai cauim yang mirip dengan chichi.


www.Amazine.co

Tuesday, November 28, 2017

RIWAYAT RAMBUT GIMBAL & AWAL KEPOPULERANNYA



Rambut gimbal pada awalnya identik dengan spiritualitas lalu jadi simbol pemberontakan dan antikemapanan, sebelum luntur jadi sekadar tren fashion. Selain musik yang paling melekat dari sosok Bob Marley dan Mbah Surip adalah rambut gimbal. Ya, rambut gimbal identik dengan kedua musisi reggae itu. Padahal lilitan rambut gimbal merentang jauh ke belakang.

Membiarkan rambut tumbuh memanjang tanpa perawatan hingga saling membelit dan membentuk gimbal merupakan praktik spiritual sejak ribuan abad lalu. Ia juga dihubungkan dengan semua agama besar dan agama lokal di dunia. Konon, sosok Tuntankhamen, Firaun dari Mesir Kuno, memelihara rambut gimbal.

Dewa Shiwa dalam agama Hindu juga berambut gimbal. Sikh, Yahudi ortodoks, biarawan Buddha, darwis atau sufi dalam Islam diidentifikasi dengan rambut gimbal. Kaum Nazaret di Barat serta para penganut Yogi, Gyani, dan Tapsvi di India bahkan menjadikannya sebagai salah satu dari jalan spiritual untuk membebaskan diri dari alam duniawi yang fana.

Rambut yang melilit dan mengunci dipercaya dapat menahan energi tubuh yang keluar melalui ubun-ubun kepala dan rambut. Ingat kisah Samson si perkasa? Kekuatannya seketika menghilang ketika Delillah memotong tujuh helai rambutnya.

Di Indonesia, di kawasan dataran tinggi Dieng, anak-anak yang terlahir dengan rambut gimbal dipercaya sebagai karunia atau anugerah dari para dewa. Ketika beranjak remaja, rambut gimbal mereka dipotong lewat upacara adat. Rambut mereka selanjutnya disucikan dengan air dari sumur Maerokoco di kompleks Candi Dieng, yang dipercaya akan mengembalikan rambut gimbal kepada pemiliknya, Nyai Ratu Kidul (penguasa Laut Selatan).

Rambut gimbal menjadi simbol politis ketika pada 1914 Marcus Garvey, yang kelak jadi pahlawan nasional pertama Jamaika, mendirikan The Universal Negro Improvement Association (UNIA). Dia mempelopori gagasan kebanggaan kulit hitam dan memperjuangkan gerakan “Back-to-Africa”. Dia juga memperkenalkan gerakan religius dan penyadaran identitas kulit hitam yang mengadopsi aspek spritualitas dalam Alkitab tapi menganggap Ras Tafari Makonnen –Kaisar Haile Selassie, raja dari Ethiopia pada 1930– sebagai mesiah.

Dari sinilah kelak gerakan ini lebih dikenal dengan Rastafaria. Mereka menyebut diri sebagai kaum “dread” untuk menyatakan bahwa mereka memiliki rasa gentar dan hormat (dread) pada Tuhan. Gerakan inilah yang mempopulerkan istilah dreadlocksuntuk tatanan rambut gimbal.

Pola hidup vegetarian dan membiarkan rambut tumbuh secara alami, tanpa dipotong, disisir atau ditata merupakan manifestasi dari keyakinan dalam menjalani kehidupan sealami mungkin. Gagasan alami itu juga terkait dengan penolakan terhadap definisi keindahan ala masyarakat kulit putih bahwa rambut gimbal kotor, berantakan, najis. Rambut gimbal pun tak hanya cara melihat keindahan melalui mata kulit hitam, tapi tentang menjadi lelaki atau perempuan Afrika yang penuh kebanggaan.

Rambut gimbal menjadi ekspresi pemberontakan atau reaksi terhadap masyarakat kolonial di Jamaika ketika pada 1930-an Jamaika dilanda gejolak sosial dan politik. Pengikut Rastafaria yang tak puas dengan pemerintah melakukan perlawanan simbolik dengan tinggal di dalam tenda-tenda dan memelihara rambut gimbal.

Rambut gimbal Rasta berevolusi selama 20 tahun sebagai gerakan Rastafaria, menurut Profesor Horace Campbell dari Syracuse University dan penulis Rasta And Resistance, sebagaimana dikutip The Guardian, 23 Agustus 2003. "Rastafaria hidup dalam konteks kolonial [di Jamaika] yang ingin menggambarkan diri mereka berbeda dari orang-orang Eropa. Jadi mereka mengambil bentuk fisik yang mewakili identitas mereka dengan Afrika."

Popularitas rambut gimbal

Popularitas rambut gimbal mencuat pada 1970-an ketika Robert Nesta Marley, atau lebih dikenal dengan Bob Marley, meluncurkan album Catch A Fire. Rastafaria menjadi gerakan dunia. Rambut gimbal juga menjadi tren dan ikon musik reggae. Bob Marley ditransendensikan sebagai karakteristik radikal dari Rastafaria dan merangkul semua kebudayaan dan menjadi juru bicara gerakan itu.

Menurut Guardian rambut gimbal menghadapi tantangan, sejumlah sekolah menolak untuk mengajar anak-anak berambut gimbal. Para Rasta di penjara harus mencukur rambut. Mereka juga sulit mendapat pekerjaan.

Ketika penata rambut Inggris Simon Forbes menangkap tren rambut gimbal dengan membuka sebuah salon bernama Antenna di Kensington, London, resistensi masih terjadi, terutama rambut gimbal putih. Dia juga masih dituduh rekan-rekannya, kulit hitam maupun putih, merusak budaya kulit hitam.

Titik balik Rasta muncul bersamaan dengan sound system yang disebut Soul II Soul yang kerap dimainkan di acara pesta dan klub remaja di London. Mereka menjadi dikenal sebagai “Funki Dred”, merujuk rambut gimbal mereka yang rapi. Sejumlah artis, musisi rock, dan selebritas kemudian mulai bergaya ala Bob Marley seperti grup musik KoRn, Mike Bordi (drummer Faith No More), atau Jennifer Anniston dan Christina Aguilera. Di Indonesia juga banyak artis berambut gimbal seperti Mbah Surip, Tony Q, dan Steven and The Coconut Treaz.

Rambut gimbal sudah menjadi bagian dari fashion, yang menanggalkan simbol-simbol spiritualitas dan antikemapanan. Desainer kenamaan John Galliano dari Christian Dior mengadopsinya dalam gaya rambut dan koleksi pakaian, sepatu, dan aksesoris dengan nama Rasta. Salon-salon untuk rambut gimbal mulai tersedia.

Rambut gimbal kini bisa dimiliki setiap orang, pemiliknya bukan lagi pemrotes tapi juga profesional. Ia tak lagi menjadi sebuah sikap, mentalitas, dan cara hidup.

Friday, November 24, 2017

RIWAYAT "BLACK FRIDAY" DI AMERIKA



Black Friday kini dirayakan sebagai harinya perburuan diskon yang jatuh pada hari Jumat setelah perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat. Thanksgiving dirayakan di Amerika Serikat pada Kamis, 23 November 2017 kemarin, sehingga Black Friday jatuh pada hari ini, 24 November 2017.

Penggunaan istilah yang berkesan negatif ini nampaknya tidak secara pasti diketahui dari mana mulanya, tetapi terdapat sejumlah dugaan mengenai asal-usul istilah Black Friday. Ahli bahasa Amerika Ben Zimmer memaparkan sejumlah dugaan tersebut dalam situs Visual Thesaurus.

Black Friday pada abad ke-19 dikenal sebagai krisis finansial yang terjadi tahun 1869 dan 1873. Pada abad berikutnya, ada yang menyatakan bahwa istilah Black Friday pertama kali muncul dalam sebuah artikel di majalah Factory Management andMaintenance pada November 1951. Dalam majalah tersebut, Black Friday bukan merujuk pada hari belanja besar, tetapi pada banyaknya pekerja yang absen pada hari Jumat setelah perayaan Thanksgiving.

Pada tahun 1959, Black Friday serta Black Saturday menjadi istilah kepolisian Philadelphia untuk kondisi lalu lintas yang sangat padat pada Jumat dan Sabtu setelah Thanksgiving. Istilah itu digunakan para polisi lalu lintas karena mereka harus bekerja dalam shift sepanjang 12 jam sehari setelah libur perayaan ucapan syukur di Amerika tersebut. Inilah yang diduga asal mula sesungguhnya dari penggunaan istilah Black Friday yang dikenal saat ini.

Sejumlah pihak berusaha mengubah istilah Black Friday menjadi Big Friday agar dapat dimaknai secara positif oleh publik. Media bahkan membantu mempromosikan Big Friday sebagai hari tamasya bagi keluarga untuk belanja bersamadi pusat Kota Philadelphia yang sudah terhias cantik dengan dekorasi-dekorasi natal.

Usaha tersebut akhirnya gagal. Istilah tersebut amlah meluas ke luar Philadelphia sekitar tahun 1970-1980an. Meluasnya istilah negatif ini kemudian malah dimanfaatkan oleh para pedagang dan pengiklan dengan menyebarluaskan cerita bahwa munculnya istilah tersebut bukan karena kemacetan yang parah setelah Thanksgiving. Mereka menyebarkan cerita bahwa istilah Black Friday lahir dari istilah ‘in the black’ yang mengistilahkan besarnya keuntungan perusahaan pada akhir pekan setelah Thanksgiving.

Melainkan dengan mengubah istilah yang awalnya berkonotasi negatif, para pedagang dan pengiklan justru mempromosikan Black Friday dengan mengarahkan publik ke makna yang positif. Usaha tersebut berhasil hingga menjadi perayaan global hingga hari ini, termasuk di Indonesia.

Black Friday di Indonesia menjadi hari belanja online lain di antara Singles’ Day pada 11 November lalu dan Harbolnas pada 12 Desember mendatang. 

Sunday, November 12, 2017

KITAB KAMASUTRA ORANG BUGIS [ ASSIKALAIBINENG ]



Panduan para lelaki untuk membahagiakan perempuan, baik di dalam maupun di luar kamar tidur.

Dalam tradisi di Luwu, Sulawesi Selatan, setiap calon pengantin akan diberi wejangan tentang bagaimana menggauli, memperlakukan, dan merawat istrinya.

Dapur adalah kiasan untuk perempuan. Artinya seorang laki-laki harus benar-benar mengenal perempuan (istrinya). Mengetahui lekuk dan seluk beluk, sebagaimana mengetahui dapur sebagai tempat menyimpan makanan, dan salah satu sumber kehidupan. Dalam ritual makkandre guru calon pengantin pria tak hanya dinasihati bagaimana membahagiakan istri di ranjang namun juga bagaimana memperlakukan istri dengan cara layak dan terhormat.

Filolog Universitas Hasanuddin Makassar, Muhlis Hadrawi, yang juga menulis buku Assiklaibineng: Kitab Persetubuhan Bugis, mengatakan jika sejak masa lalu perempuan menjadi simbol kewibawaan yang harus mendapat perhatian lebih. “Di Bugis, perempuan itu adalah makhluk yang mulia.

Sejak 1997 Muhlis telah mengumpulkan sebanyak 49 manuskrip kerajaan dan catatan dari lontara Bugis dan Makassar perihal seksualitas. Menurut Muhlis Assikalibinengtidak seperti kitab persetebuhan yang lain, yang hanya menampilkan erotisme dan sensualitas. Kitab ini menekankan pula pentingnya laku serta tata cara yang berlandaskan rasa saling menghargai.

“Di Assikalaibineng, tidak dibolehkan seorang laki-laki membangunkan sang istri untuk melakukan hubungan seksual, apalagi bila istri sedang capek, “Itu sama saja menjadikan perempuan sebagai budak.”

Assikalaibeng diciptakan sebagai pegangan laki-laki, untuk membahagiakan perempuan. Dalam Assiklaibineng perempuan digambarkan lebih detail hingga bagian tubuh yang tersembunyi. Misalkan, dalam Serat Centini di Jawa atau pun Kamasutra dari India, menyebut klitoris hanya sekali itu saja. Sementara di Assikalaibineng, klitoris disebutkan hingga bagian paling dalam, sampai empat bagian.

“Bayangkan, Assikalaibineng sudah menjelaskan bagaimana foreplay, untuk mencapai klimaks secara bersama,” kata Muhlis. “Jadi kemudian bila ada laki-laki yang lebih duluan klimaks dibandingkan perempuan, maka hubungan itu dianggap gagal.”

Tak hanya itu, masyarakat Bugis pun tak membenarkan seorang lelaki, memberikan punggung atau pindah kamar tidur saat selesai berhubungan seks dengan istri. Melainkan, harus tidur bersama dan saling berpelukan.

Meski demikian, Assikalaibineng adalah kitab yang menjelaskan seks dan hubungannya dengan Islam, dimana semua diawali dengan basmallah dan wudhu. “Jadi Assikalaibinengmenuliskan, bila ingin berhubungan dengan istri, sebaiknya dilakukan setelah salat isya, agar tidak merusak wudhu dan memiliki waktu yang lebih lama sebelum mencapai waktu subuh,” kata Muhlis.

Menurut Muhlis, Assiklaibineng ditulis atau buah pikiran dari Syech Yusuf. Kemudian, pengetahuan-pengetahuan itu terus bertambah dan mengalami reproduksi. “Dari puluhan manuskrip yang saya kumpulkan, semua tak sama persis. Selalu ada penambahan dan improvisasi dalam memandang (hubungan).

Sebelumnya pengetahuan akan seksualitas disebarkan melalui bahasa tutur. Dilakukan secara hati-hati dan dikhususkan pada pasangan yang akan menikah. Dalam lontaraterdapat larangan pernikahan sesama jenis (homoseksual). Hukuman bagi mereka yang melakukan homoseksual adalah pengusiran keluar kampung atau bahkan ditenggelamkan di lautan. Homoseksual dianggap sama dengan perzinahan.

Dalam catatan sejarah, pengusiran juga dilakukan kepada seorang yang hanya memburu kepuasan. Seperti yang pernah terjadi di Bellawa, sebuah kerajaan kecil dalam wilayah Wajo. Dikisahkah tentang seorang raja bernama La Malloroseng membangun rumah di sisi jalan yang hendak ke pasar untuk memantau perempuan yang disenangi untuk ditidurinya. Rakyat yang gusar mengusir sang raja keluar kampung dan membakar rumahnya. Dia pun diberi gelar anumerta Petta Masuange (Tuan Mesum).

Kejadian serupa juga pernah menimpa Raja Bone La Icca. Lontara meriwayatkan sang raja selalu merebut istri orang hanya untuk kepuasannya. Rakyat marah dan menumbuk tubuhnya di bawah tangga istana sampai mati. Maka diberilah raja naas itu mendapat gelar anumerta La Icca Matinroe ri Adengenna (Raja yang tidur di bawah tangga). “Kenapa dia mati ditumbuk, supaya darahnya tidak mengotori tanah.



historia

Monday, October 30, 2017

ASAL USUL HARI HELLOWEN



Siapa yang memulai perayaan Halloween? Inilah hal yang perlu diketahui tentang sebuah pesta yang dirayakan setiap akhir Oktober di negara paman sam.

Para ahli arkeologi masih menggali akar tradisi Halloween ini di pusat-pusat spiritual Celtic, seperti Bukit Ward (awalnya dikenal sebagai Tlachtga) di County Meath, Irlandia. Hari besar ini merupakan tradisi dari perayaan Samhain. Tahun Baru Kelt diperkirakan jatuh saat matahari terbenam antara 31 Oktober dan 1 November.

Masyarakat meyakini bahwa pada malam Samhain, jiwa-jiwa yang telah mati di tahun sebelumnya melakukan perjalanan dari Bumi ke akhirat. Saat itu dipercayai pula sebagai waktu di mana pintu antara dua dunia terbuka.

Sejarah mencatat bahwa api unggun telah menyala di situs-situs besar seperti Tlachtga. Bukti pembakaran skala besar pun memang telah ditemukan. Pembakaran ini mungkin telah digunakan untuk pengorbanan, atau melambangkan matahari, karena Tlachtga dikenal sebagai salah satu dewi matahari.

Halloween tiba di Amerika

Imigran Eropa lah yang membawa Halloween ke Amerika Serikat. Berbeda dengan tradisi awal, Halloween saat ini telah menyatu dengan budaya Amerika. Perayaan ini mulai dilakukuan saat ledakan imigrasi Irlandia ke Amerika Serikat pada tahun 1800-an. Anoka, Minnesota, mungkin menjadi rumah bagi perayaan resmi tertua Halloween Amerika Serikat. Pada tahun 1920, kota mulai melakukan pementasan parade dan api unggun.

Perayaan mungkin memiliki tujuan lain. Sejarawan dari Anoka mengatakan bahwa penduduk kota menolak kegiatan tak penting dan cenderung mengganggu saat Halloween, seperti melepaskan sapi ke jalan utama dan membalikkan kakus. Hingga saat ini, perayaan Halloween mencakup hal baik dan menyenangkan.

Halloween menjadi ladang bisnis

National Retail Federation melakukan survey konsumen terkait kebiasaan orang Amerika saat Halloween. Sejumlah 171 juta konsumen AS berencana merayakan Halloween pada 2016. Mereka tidak segan membuka dompet untuk merayakannya.

Tahun ini, tujuh dari setiap 10 orang Amerika akan membagikan permen, sementara setengahnya akan menghiasi rumah, atau pakaian mereka untuk kostum Halloween.

Kostum paling populer

Kostum paling populer untuk warga berusia 18 sampai 34 tahun biasanya mengambil karakter film box officeterbaru. Beberapa diantaranya adalah Batman, Wonder Woman, Harley Quinn, Joker (DC Comics), dan film besutan Marvel seperti Deadpool, dan Spider-Man.

Anak-anak biasanya akan terinspirasi kostum dari film Disney (Frozen), dan yang paling populer adalah tokoh dalam film Star Wars.

Sejumlah 16 persen konsumen juga akan mendandani hewan peliharaan mereka saat Halloween. Kostum hewan peliharaan favorit adalah labu, hot dog, dan lebah.



nationalgeographic

Thursday, October 26, 2017

AWAL KISAH POPULER CELANA JEANS



Celana jeans bermula ketika Levi Strauss, kelahiran Bavaria, Jerman, pindah dari New York ke California, Amerika Serikat, untuk membuka toko tekstil pada 1849.

Saat itu, Gold Rush (Demam Emas) melanda California. Para pekerja tambang butuh pakaian khusus. Strauss pun merancang celana berbahan denim dengan paku tembaga.

Denim adalah bahan katun tebal yang aslinya ditenun di Nimes, Prancis –namanya berasal dari bahasa Prancis “de Nimes”, atau dari Nimes,” tulis Hellen Reynold dalam Mode dalam Sejarah. Pekerja tambang menyukai celana buatan Strauss.

Memasuki abad ke-20, sejumlah perancang AS, seperti Claire McCardell, mengadopsi jeansuntuk pakaian main yang sportif. Tak sebatas celana untuk pekerja tambang. Khalayak pun tertarik memakainya sehingga membuat celana itu populer hingga sekarang.

Wednesday, October 25, 2017

RIWAYAT KRUPUK



Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu memastikan Indonesia akan membeli sebelas unit pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia senilai Rp15 triliun. Pembelian ini dengan cara barter berbagai komoditas. Menariknya, salah satu produk yang akan dibarter adalah kerupuk. Mungkin ini kali pertama alutsista dibarter dengan kerupuk.

Kerupuk merupakan makanan ringan yang disukai banyak orang. Selain bisa dimakan langsung, kerupuk biasanya melengkapi berbagai jenis makanan.

Menurut sejarawan kuliner Fadly Rahman kerupuk sudah ada di Pulau Jawa sejak abad ke-9 atau 10 yang tertulis di prasasti Batu Pura. Di situ tertulis kerupuk rambak (kerupuk dari kulit sapi atau kerbau) yang sampai sekarang masih ada dan biasanya jadi salah satu bahan kuliner krecek.

Kerupuk kulit dengan bahannya kulit ternak dibuat dengan cara sesudah lapisan selaput dibuang dan bulunya dihilangkan biasanya dengan jalan dibakar, kulit digodog hingga empuk kemudian diiris-iris dan dijemur hingga kering, dalam Ensiklopedi Umum.

Pada perkembangannya, kerupuk juga menyebar ke berbagai wilayah pesisir Kalimantan, Sumatra, hingga Semenanjung Melayu. Masyarakat Melayu di sana menjadikan kekayaan laut macam ikan hingga udang, menjadi kerupuk.

Itu tercatat dalam naskah Melayu karya Abdul Kadir Munsyi saat menyebut Kuantan (Malaysia), sekitar abad 19, dia juga membahas keropok (kerupuk). Kerupuk mulai disukai di mancanegara sedari masa kolonialisme Hindia Belanda dan dianggap jadi pelengkap yang harus ada dalam berbagai kuliner Nusantara yang mereka santap.

Meski awalnya dianggap pelengkap, namun perlahan kerupuk mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat bangsa Eropa. Sampai-sampai ada ungkapan “kurang nikmat menyantap makanan Nusantara tanpa kerupuk”.

Tentunya juga selain sambal. Di Suriname yang jadi tempat migrasi orang Jawa di masa kolonial, kerupuk jadi makanan yang populer. Buat orang-orang mancanegara, kerupuk jadi satu hal yang melekat dan menarik minat karena menganggap kerupuk adalah identitas kuliner Indies (Hindia Belanda).

Selain kerupuk kulit, kerupuk juga terbuat dari tepung singkong (tepung kanji), tepung terigu sedikit dan garam secukupnya ditambah daging udang atau ikan. Jenisnya bermacam-macam tergantung bahan lain yang ditambahkan, misalnya kerupuk udang atau kerupuk ikan.

Nama dagang kerupuk juga biasanya diambil dari nama bahan tambahannya: kerupuk udang, kerupuk (ikan) tenggiri, dsb., atau menurut tempat pembikinannya, seperti kerupuk Sidoarjo, kerupuk Palembang, dsb.

Ada juga nama dagang yang menggunakan nama pemilik perusahaannya. Misalnya, kerupuk “Sudiana” di Jalan Kopo Bandung. Sebelumnya, Sudiana bekerja di pabrik kerupuk milik orang lain karena Keuletannya membuat dia mempunyai pabrik sendiri.

Setelah menjadi komoditas ekspor, kini kerupuk menjadi salah satu produk yang akan dibarter dengan pesawat tempur Sukhoi. “Pamornya naik. Ini jadi penanda bahwa sensasi cita rasa kerupuk di mancanegara tidak bisa dianggap remeh.



historia

Tuesday, October 24, 2017

MENGUAK RIWAYAT ( IRIGASI ) SUBAK



Badan PBB yang menangani pendidikan dan kebudayaan. UNESCO menetapkan subak (organisasi pembagian air) dari Bali sebagai warisan budaya dunia. Keputusan ini menambah panjang daftar warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO. Sebelumnya, UNESCO mengakui keris, Candi Prambanan, angklung, dan karinding sebagai warisan budaya dunia.

Kemunculan subak tak terlepas dari sistem pertanian yang diterapkan masyarakat Bali sejak berabad-abad lampau.

Beberapa arkeolog meyakini masyarakat Bali mengenal pertanian sejak awal abad masehi. Keyakinan itu berdasarkan temuan alat-alat pertanian kuno di Desa Sembiran, salah satu desa tertua di Bali, yang digunakan untuk menanam padi. Tapi para arkeolog belum mampu menjabarkan cara bertani dan irigasi masyarakat kala itu. Hanya sebatas alat dan tanamannya saja informasi yang diketahui mengenai awal pertanian kuno di Bali. 

Keterangan tertulis mengenai praktik bertani masyarakat Bali kali pertama tersua dalam Prasasti Sukawarna yang bertitimangsa 882. Di dalam prasasti itu ada kata ‘huma’ yang berarti sawah. Orang Bali sampai sekarang menggunakannya untuk menyebut sawah. Dalam Sejarah Kebudayaan Bali, Kata huma kala itu lazim digunakan untuk menyebut sawah irigasi. Meski begitu, belum ada keterangan bagaimana pengelolaan irigasi pertanian.

Keterangan lebih jelas mengenai pengelolaan irigasi termuat dalam Prasasti Trunyan (891). Dalam prasasti itu tersua kata serdanu yang berarti kepala urusan air danau. Itu berarti masyarakat Bali mengenal sebentuk cara mengelola irigasi pada akhir abad ke-9. 

Kesimpulan baru para peneliti diperkuat Prasasti Bebetin (896) yang ditemukan di Buleleng dan Prasasti Batuan (1022). Dua prasasti itu menjelaskan ada tiga kelompok pekerja khusus sawah, salah satunya ahli pembuat terowongan air yang disebut undagi pangarung. Pekerja ini biasa dipakai dalam subak masa modern.

Kata subak dinilai sebagai bentuk modern dari kata suwak. Suwak ditemukan dalam Prasasti Pandak Badung (1071) dan Klungkung (1072). Menurut  peneliti Setiawan, suwak berasal dari dua kata, “su” yang berarti baik dan “wak” untuk pengairan. Dengan demikian, suwak dapat diartikan sebagai sistem pengairan yang baik. Suwak itu telah berjalan di wilayah Klungkung. Wilayah yang mendapat pengairan yang baik disebut Kasuwakan Rawas. Penamaan itu tergantung pada nama desa terdekat, sumber air, atau bangunan keagamaan setempat.

Pembentukan kasuwakan tak lepas dari pengaruh agama Hindu yang dianut masyarakat setempat. Agama Hindu di Bali kala itu mengenal konsep Tri Hita Karana yang merumuskan kebahagiaan manusia. Pencapaian kebahagiaan hanya bisa tercapai melalui harmonisasi tiga unsur : parahyangan(ketuhanan), pawongan (manusia), dan palemahan (alam). Masyarakat percaya bahwa mereka harus bekerja mengolah tanah dan air, tapi kepemilikan dua unsur tersebut sejatinya berada di tangan dewa-dewi.

Karena itu masyarakat harus menjaga tanah dan air agar tetap berlimpah. Penguasaan dan keserakahan atas tanah dan air tak dapat dibenarkan. Jika melanggarnya, sanksi pengucilan bisa menimpanya. Konsep ini mewujud dalam kasuwakan. Sebagai ungkapan rasa syukur atas keberlimpahan tanah dan air, masyarakat mendirikan beberapa bangunan keagamaan seperti pura dan candi di dekat sawah. Beberapa pura bertitimangsa abad ke-9 ditemukan di beberapa sawah. Pura itu dipersembahkan kepada Dewi Sri (dewi pertanian dan kesuburan).

Ketika Majapahit menduduki beberapa kerajaan kecil di Bali pada abad ke-14, kasuwakan tak mengalami perubahan berarti. Padahal Majapahit tersohor punya sistem irigasi sawah sendiri, yang mengatur pembagian air untuk persawahan. Masyarakat Bali tetap menggunakan sistem pembagian air yang telah terbentuk tanpa campurtangan kerajaan Bali sekalipun. Dengan demikian, kasuwakan merupakan organisasi otonom di dalam desa atau banjar. Mereka mempunyai ketua (serdanuatau pekaseh), anggota, dan aturan (awig-awig) masing-masing.

Memasuki masa invasi Belanda di Nusantara, sistem ini tak tergoyahkan. Ketika daerah lain di Pulau Jawa takluk, kerajaan-kerajaan di Bali tetap merdeka. Keadaan ini ikut membantu suwak tetap bertahan. Beberapa penjelajah asing yang datang ke Bali justru memberikan pujian terhadap suwak. Alfred Russel Wallace, seorang naturalis tersohor dunia Timur, takjub dengan sistem irigasi di Bali. “Terhampar ladang padi yang subur, diairi dengan suatu sistem irigasi rumit yang juga dipakai di Eropa,” tulis Wallace dalam catatan hariannya ketika mengunjungi Bali pada 1856, dimuat dalam Bali Tempo Doeloe.

Pada abad ke-20, pemerintah kolonial ikut mendorong perkembangan subak. Mereka membangun bendungan-bendungan seperti Dam Pejeng (1914), Dam Mambal (1924), Dam Oongan (1925), dan Dam Sidembuntut (1926). Mereka ingin hasil sawah meningkat. Mereka tak mencampuri aturan-aturan internal subak.

Keberhasilan subak dalam panen terbukti melalui statistik hasil pertanian 1934-1981 yang dikeluarkan IPB. Bali selalu menempati posisi di atas Jawa dan Madura untuk hasil panen nasional. Keberhasilan itu mendorong pemerintah daerah membangun museum subak pada 1981. Turis di Bali pun mulai tertarik mengenal subak. Sayangnya, campurtangan pemerintah terhadap subak sejak 1981 sempat menurunkan hasil panen. Meski demikian, subak tetap terbukti mampu memberikan andil pada hasil panen dan kunjungan wisatawan di Bali. Lebih dari itu, subak tak sekadar praktik ekonomi, tapi juga sosial, hukum, dan agama.



historia

Sunday, October 22, 2017

AWAL MULA KEPOPULERAN JEANS SKINNY



Berawal sebagai simbol pemberontakan, tren skinny jeans kini merebak ke berbagai kalangan

Skinny jeans mulai populer pada 1950-an. Di masa itu jins umumnya dianggap sebagai simbol pemberontakan kaum muda. Sampai-sampai ada larangan mengenakan jins di bioskop, restoran, juga sekolah-sekolah di Amerika.

Kepopuleran skinny jeans menanjak sejalan dengan kemunculan musik rock & roll. Elvis Presley dianggap sebagai figur terpenting yang mempopulerkan jins ketat dengan segala atribut pemberontakannya. Dalam berbagai penampilan, Elvis kerap membuat publik terperangah dengan skinny jeans berbentuk pipa dan jaket kulit.

Citra bad boy, skinny jeans, dan rock & roll adalah hal yang tak terpisahkan. Apalagi ketika para ikon bad boy macam Marlon Brando dan James Dean suka mengenakan jins jenis ini. Kelompok rock & roll yang muncul belakangan, The Beatles dan The Rolling Stones, menjadikan skinny jeans sebagai atribut yang selalu mereka kenakan di atas panggung, juga dalam keseharian.

Pada masa itu, skinny jeans belum jamak dikenakan perempuan, kecuali para ikon yang berani tampil seksi: Marilyn Monroe, Audrey Hepburn, dan Sandra Dee. Baru pada 1960-an skinny jeans menjadi umum di kalangan remaja perempuan. Bedanya dengan sekarang, resleting berada di bagian belakang celana. Skinny jeans juga tak melulu mengesankan pemberontakan. Ia cocok sebagai busana kasual yang sopan tapi sesuai dengan gaya yang sedikit liar dan merepresentasikan kebebasan.

Skinny jeans tetap populer dan jadi atribut seragam berbagai grup rock yang bermunculan pada satu dekade kemudian. Kepopulerannya tak tenggelam oleh tren disko dan celana cutbrai. Ia justru kian kuat dengan tumbuhnya subkultur punk di Amerika dan Eropa. Skinny jeans, kaos ketat sobek-sobek, simbol-simbol anarki, dan rantai menjadi pakaian kebesaran para penganut aliran itu. Lewat pakaian dan atribut ini para penganut punk mengekspresikan pandangan hidup antikemapanan mereka. Gaya berbusana ini diusung oleh band-band punk terkemuka, The Ramones dan The Sex Pistols.

Dalam pesan terakhirnya Sid Vicious, pemain bass The Sex Pistols, menulis: “Kami telah membuat janji untuk mati bersama-sama, dan aku harus menepati janji ini. Kuburkan aku di samping kekasihku. Kuburkan aku dengan jaket kulit, celana jins, dan sepatu botku.” Suntikan heroin berdosis tinggi mengakhiri hidup Vicious pada 2 Februari 1979. Ia tak jadi diadili atas pembunuhan terhadap kekasihnya, Nancy Spungen, beberapa bulan sebelumnya.

Dalam kultur pop 1970-an skinny jeans memiliki tempat tersendiri. Ketenarannya memuncak setelah kemunculan beberapa desainer yang mengadaptasi gaya busana punk dalam rancangan mereka. Sebut saja Vivienne Westwood dan Jean Paul Gaultier. Ketenarannya bertahan hingga 1980-an.

Sama seperti tren lainnya, skinny jeans memiliki masa surutnya. Pada 1990-an celana superketat itu tak lagi dilirik. Model celana bell bottom –celana dengan bagian bawah melebar tapi tak selebar cutbrai– menggantikan tempat skinny jeans. Tapi tak berarti jenis celana ini hilang sama sekali. Di kalangan pendukung setianya, para musisi rock & roll dan penganut aliran punk, skinny jeans tetap menjadi busana pilihan.

Kebangkitan kembali skinny jeans terjadi di awal milenium. Label desainer terkemuka Stella McCartney, Versus, dan Rock and Republic menampilkan kembali skinny jeans dalam berbagai peragaan busana. Tahun 2003 hampir semua desainer ternama dunia memilih skinny jeans sebagai bagian koleksi busana mereka.

Secara perlahan, skinny jeans mulai mendapatkan tempatnya kembali dalam dunia fashion mainstream. Tahun 2004-2005 skinny jeans menjadi tren. Para selebritas di berbagai pusat mode dunia kerap mengenakan skinny jeans untuk melengkapi penampilan mereka. Angelina Jolie, Kate Moss, Heidi Klum, juga Sienna Miller memilih skinny jeans untuk memamerkan siluet ramping mereka dalam berbagai kesempatan.

Ketenarannya bertahan hingga kini. Namun, jika pada tahun-tahun sebelumnya yang populer skinny jeans polos tanpa corak, memasuki pertengahan 2010 jenis jins ini dimodifikasi dengan motif binatang atau bunga. Tren ini diamini nyaris oleh semua desainer terkemuka seperti Dolce and Gabanna, Jean Paul Gaultier, hingga Giorgio Armani.



historia

Friday, October 20, 2017

SEPENGGAL RIWAYAT AGAMA TERTUA SAMAWI/ZOROASTRIANISME



symbol of zoroastranism

Tersebutlah seorang imam di negeri Persia bernama Zarathustra, yang juga dikenal dengan nama lain : Zoaster. Konon ia adalah manusia pertama yang pernah mengaku bertemu zat yang lebih besar dari pada manusia dan jagat raya ini, sesuatu yang generasi kini sebut Tuhan. Umur Zarathustra tiga puluh tahun, ketika ia pertama kali menerima sebuah wahyu. Ia melihat cahaya besar yang kemudian membawanya masuk ke dalam hadirat Ahura Mazda atau “Tuhan yang Bijaksana”.
Dalam pertemuan itu, Zarathustra diperlihatkan kebenaran spiritual yang berbeda dari apa yang pernah dilihatnya. Kala itu, abad keenam sebelum masehi, kebanyakan orang masih menyembah berhala dan yakin kalau dewa-dewi itu tak hanya satu. Mereka percaya kalau setiap benda di Bumi memiliki roh sendiri. Melalui wahyu dari Ahura Mazda, Zarathustra akhirnya meyakini bahwa Tuhan itu cuma satu dan ajarannya adalah kebenaran yang mutlak. Ia meyakini bahwa segala kebaikan berasal dari Ahura Mazda. Ajaran itu kelak dikenal dengan nama Zoroastrianisme, para pengikutnya dikenal sebagai Zoroastrianian.

Dalam A History of Zoroastrianisme, menyebut tak ada catatan tanggal pasti tentang kapan Zarathustra mulai menyebarkan Zoroastrianisme. Namun menurutnya, nama Zoroaster terdapat dalam dua catatan Yunani kuno, satunya ditulis 6 ribu tahun sebelum Plato, lainnya menulis 258 tahun sebelum Aleksander Agung, Sang Raja Makedonia yang tersohor.

Di antara orang-orang Persia yang masih menganut animisme dan paganisme, menjadi berbeda tentu saja tak mudah. Zarathustra yang membawa keyakinan baru jelas mendapat tekanan. Ia sampai-sampai harus melarikan diri ke Chorasma, sala satu negeri tetangga Persia yang kini adalah daerah Iran. Dalam buku Menguak Ajaran Agama-Agama Besar,  karya M. Arifin menyebut bahwa ajaran Zoroastrianisme mulai populer dan memanen pengikut yang banyak sejak Raja Chorasma yan bernama Vistapa serta menterinya Yasasp menjadi pengikut ajaran Zarathustra tersebut.

Di masa kejayaan itu, Zoroastrianian bahkan tersebar ke sejumlah negeri tetangga: Bactria, Sogdia dan Ferghana hingga ke tenggara dan timur Parthia serta selatannya Margiana. Kerajaan-kerajaan itu kini adalah bagian dari negara Rusia, Asia Tengah, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Kirgizstan.

Catatan paling lengkap mengupas agama ini adalah Avesta, kitab suci umat Zoroastrianisme. Dalam ajarannya, Zoroastrianisme mempercayai bahwa Tuhan adalah makhluk yang esa. Dengan kata lain, ia hadir sebagai ajaran monoteisme. Dibandingkan Yahudi, Islam, dan Kristen yang kini paling populer dan punya pengikut terbanyak sebagai agama monoteisme, Zarathustra rupanya hadir lebih dulu dengan Zoroastrianisme. Hal ini membuatnya jadi agama samawi—agama yang berasal dari langit—tertua yang pernah ada.

Dalam Zoroastrianisme, seorang Zoroastrianian meyakini bahwa dalam hidup ada dua kekuatan yang akan terus beradu, yakni kekuatan kebaikan dan kejahatan. Dalam hidupnya, mereka harus selalu berusaha melawan niat-niat kejahatan itu dan berbuat kebaikan yang diajarkan Ahura Mazda. Zat jahat diwakili oleh Angra Mainyu alias Ahriman, sementara zat baik diwakili Spenta Mainyu.

Zoroastrinian juga meyakini sejumlah dewa-dewa atau malaikat, yaitu LAsha Vahista, Vohu Manah, Keshatra Vairya, Spenta Armaity, serta Haurvatat dan Amertat.

Selain konsep monoteisme, Zoroastrianisme juga punya sejumlah keyakinan lain yang juga ada dalam agama samawi yang populer kini. Misalnya konsep eskatologi, yang meyakini kehidupan setelah kematian, dan konsep penciptaan dunia oleh Tuhan.

Seorang Zoroastrianian, seperti seorang Muslim, akan mengalami penghakiman setelah meninggal. Roh-roh manusia akan diminta membuktikan telah melakukan hal-hal baik selama masa hidupnya. Tiga hari setelah meninggal, roh itu masih akan tetap tinggal di tubuhnya, lalu di hari keempat ia akan diharuskan melewati Jembatan Cinvat, untuk membuktikan semasa hidup dekat dengan Spenta Mainyu. Jika berhasil, ganjarannya tempat penuh rahmat Ahura Mazda, semacam surga dalam ajaran Islam dan Kristen. Jika jatuh, ia akan terjerembab ke dalam tempat suram penuh api dan kesedihan, semacam neraka.

Konsep Jembatan Cinvat ini mirip dengan Jembatan Shiratal Mustaqim—titian rambut dibelah tujuh—dalam Islam: semakin banyak kebaikan yang dijalani semasa hidup, semakin lebar pula jembatan tersebut.

Sementara dalam konsep penciptaan dunia, Zoroastrinian meyakini bahwa dunia ciptaan Ahura Mazda hanya terdiri dari 12 ribu tahun. Periode 3 ribu tahun pertama adalah masa Ahura Mazda menciptakan alam semesta. Di masa ini, Ahriman muncul untuk menghancurkan ciptaan Ahura Mazd. Di periode 3 ribu tahun berikutnya, Ahura Mazda dan Ahriman adu kekuatan. Ini adalah masa ketika siang dan malam tercipta.

Pada 3 ribu tahun ketiga, adalah masa ketika Zarathustra lahir dan mendapat wahyu. Di periode 3 ribu tahun terakhir, akan muncul satu orang Saoshayant dalam tiap seribu tahun sebagai penyelamat manusia. Mereka adalah keturunan Zarathustra yang akan menghancurkan Ahriman. Setelah itu, perdamaian baru terwujud.

Meski sudah beurumur lebih dari 3 ribu tahun, Zoroastrianisme masih eksis hingga hari ini. Mayoritasnya masih menetap di Iran. Arifin juga menceritakan bahwa sejumlah Zoroastrinian juga bermigrasi ke India, dan dikenal sebagai orang-orang Parsi di sana. Di sejumlah daerah Asia Tengah dan Indonesia ia juga dikenal dengan nama agama Majusi. Namun, para Zoroastrinian juga sudah menetap di kota-kota besar dunia, seperti London, New York, dan lainnya. Salah satu pengikutnya yang terkenal adalah Parisa Khosravi, salah satu petinggi CNN. Dilansir dari salah satu jaringan berita terbesar di dunia itu, pengikut Zoroastrianisme yang eksis hingga kini sejumlah 2,6 juta orang.



sumber : tirto.id