Showing posts with label Asal usul. Show all posts
Showing posts with label Asal usul. Show all posts

Thursday, August 2, 2018

ASAL KATA NGAJI & SEMBAHYANG



Ikatan Silaturahim Madrasah Diniyah (Islamadina) Sidoarjo bekerja sama dengan Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) menggelar “Ngaji Budaya” di halaman Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah Siwalanpanji, Buduran. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto dan Wakil Katib PBNU KH Abdul Ghofur Maimoen.

KH Agus Sunyoto pada kesempatan itu memaparkan tentang madrasah diniyah, pendidikan pesantren dan sejarah intelektual Islam Nusantara. Menurutnya, sejarah masuknya Islam ke Indonesia tidak luput dari perjuangan Wali Songo. Pada masa itu, mereka mengajarkan kepada masyarakat tentang beribadah. Pada saat itu istilah ibadah disebut sembahyang dari kata “sembah” dan “hyang”.

"Awal mulanya Wali Songo mengajarkan ibadah dan sebutannya bukan shalat, melainkan sembahyang. Modal awal yang dibawa oleh Wali Songo untuk mensyiarkan Islam yakni melalui budaya, ibadah melalui budaya.

Ngaji itu berasal dari bahasa Jawa, dan disebut juga dengan budaya. Bahkan di Arab tidak ada istilah tersebut. Ngaji budaya kali ini, untuk kembali menguatkan budaya, yang dahulu merupakan modal awal dalam syiar ibadah di Indonesia.

Wakil Khatib PBNU KH Abdul Ghofur Maimoen menyampaikan tentang peranan pesantren dan madrasah diniyah di era kekinian antara tantangan dan harapan. Kiai Ghofur mengaku bahwa pendidikan di pesantren itu sangat penting. Pasalnya, banyak orang-orang hebat dan penting berasal dari pesantren.

"Banyak orang-orang penting di Indonesia justru berawal dari pesantren. Contohnya, KH Wachid Hasyim yang dari pesantern pernah menjadi Menteri Agama RI dan masih banyak Kiai lainnya.




NU Online

Monday, July 30, 2018

ASAL - USUL & RIWAYAT GENG MOTOR



Bertubuh besar, bertato, dibalut seragam jaket kulit tanpa lengan, kacamata hitam, kalau tak plontos pasti gondrong. Bukan anak muda, tapi orangtua bangkotan berwajah sangar. Tunggangannya kuda besi Harley Davidson yang knalpotnya memekakkan telinga. Itulah gerombolan geng motor Hells Angels yang paling berkuasa di dunia.

Cam Stokes, penulis The Devils Are Here, novel tentang gang motor di New Zealand, menyebut asal-usul geng motor dimulai pada akhir Perang Dunia II ketika beberapa mantan tentara Amerika Serikat merasa bosan. Sejumlah kecil dari mereka membentuk geng motor dan menuju ke jalan raya dengan menunggangi sepeda motor bertenaga tinggi untuk mencari kegembiraan dan petualangan.

“Di dunia, ada tiga geng motor paling utama: Hells Angels, Bandidos, dan Outlaws,” tulis Cam Stokes dalam situsnya gangscene.co.nz.

Dalam situswebnya, anggota Hells Angels Motorcycle Club (HAMC) Charleston, AS, bernama Stew menulis bahwa keterkaitan HAMC dengan Grup Hell’s Angels Bomber B-17, yang terlibat dalam Perang Dunia II, hanyalah mitos. Dan mitos itu disebarluaskan oleh para penulis. “Mereka menyelaraskan HAMC dengan mantan tentara yang kembali dari perang di mana kegembiraan dan petualangan menjadi gaya hidup mereka,” tulis Stew, “Lineage Clarification,” dalam hells-angels.com. Para pendiri HAMC hanya menjadikannya sebagai inspirasi bagi pemberian nama HAMC, pilihan warna (merah dan putih), dan lencana.

Tapi kelompok itu memang terbentuk pasca-Perang Dunia II. Saat itu, tulis Hunter S. Thomson dalam “The Motorcycle Gangs,” yang dimuat The Nation, 2 Maret 2005, California menjadi tempat yang aneh. Orang-orang liar, yang mengendarai sepeda motor, bikin onar dan bising di jalanan. Ketika berhenti di satu tempat, mereka mabuk-mabukan dan membuat suasananya seperti neraka.

Puncak dari kegarangan mereka, tulis Cam Stokes, terjadi selama akhir pekan pada 4 Juli 1947. Asosiasi Motor America (AMA) menggelar balapan motor di Hollister, California. Para pengendara motor dari beberapa geng motor yang hadir malah balapan di jalan utama serta menimbulkan kekerasan dan gangguan. Polisi setempat kalah jumlah dan terjadilah kerusuhan. Terjadilah insiden yang kemudian dikenal dengan Riot Hollistar (Kerusuhan Hollister). Pada 1953, Marlon Brando dan Lee Marvin membintangi film The One Wild yang didasarkan pada peristiwa itu.

“Film ini memiliki efek besar pada ribuan anak muda penggemar sepeda motor di California,” tulis Thomson.

Tapi peristiwa itu justru menyatukan mereka. HAMC dibentuk pada 17 Maret 1948 di San Bernardino, California. Dengan cepat, sejumlah cabang berdiri di sejumlah wilayah dan negara. Saat ini, Hells Angels memiliki 3.000-3.500 anggota yang tersebar di 260 bagian di seluruh dunia. Mereka memiliki cabang di 33 negara.

Paling Ditakuti

Bandidos dibentuk di Houston, Texas, pada 4 Maret 1966 oleh Don Chambers. Geng ini memiliki cabang di sejumlah negara. Sementara Outlaws dibentuk pada 1959, namun mereka menelusuri asal-muasalnya sampai tahun 1935. Outlaws MC kadang-kadang dikenal sebagai AOA (American Association Outlaws). Anggotanya biasa memakai lencana AOA di bagian depan rompi mereka. Outlaws juga memiliki cabang di sejumlah negara.

Bandidos dan Outlaws umumnya bisa baikan satu sama lain. Keduanya rival bebuyutan Hells Angels.

Dari ketiganya, Hells Angels paling ditakuti. Mereka tak segan melakukan tindakan kriminal. Mick Jagger, misalnya, pernah jadi sasaran pembunuhan mereka. Ihwalnya, Jagger emoh memakai jasa pengamanan Hells Angels dalam konser Rolling Stones. Hells Angels marah atas penolakan itu. Mereka lantas berupaya membunuh Jagger di tempat peristirahatannya di Long Island, New York. Menggunakan perahu, mereka beramai-ramai menuju ke sana. Beruntung, badai datang dan membalikkan perahu yang mereka tumpangi.

Ini satu dari sekian banyak catatan kriminal Hells Angels.

“Hells Angels adalah geng motor terlarang di Amerika Serikat. Kebanyakan anggota geng adalah para kriminal yang biasanya menjadi pedagang narkotik, pelaku pemerasan, serta pelaku kriminal lainnya,” tulis Tempo, 16 September 2008.

Kriminalitas bukan milik Hell Angels semata. Bandidos, ketika hendak membuka cabang di Indonesia, pernah mendapat tentangan dari dua klub motor gede: Chopper Baztard dan Harley Davidson Club Indonesia. Mereka menganggap kehadiran Bandidos akan membahayakan negara. Soalnya, Bandidos memiliki catatan kriminal seperti kejahatan di jalanan, penyelundupan senjata api dan minuman keras, hingga perdagangan narkoba. Tapi Bandidos tetap saja berdiri di Bali dan Bandung.

Bandidos satu-satu geng motor impor yang punya cabang di Indonesia. Kiprahnya memang nyaris tak terdengar. Kegarangannya justru kalah pamor dari geng-geng motor lokal, yang kerap kali bertindak anarkis. Tentu saja dengan skala lebih kecil, sekadar ugal-ugalan di jalan dan berantem –ibaratnya, penjahat kelas teri.

Geng Motor di Indonesia

Sejak akhir 1980-an, geng motor bermunculan di kota-kota besar di Indonesia, bahkan kemudian merambah hingga pelosok kampung. Maklum, motor bukan lagi barang mewah. Dengan mudah, karena uang muka dan cicilan murah, kita bisa memilikinya. Para pemiliknya lalu membentuk klub motor; biasanya berdasarkan kesamaan merek, tak lagi berdasarkan pabrikannya. Mereka membangun solidaritas melalui touring atau kegiatan lainnya.

Sialnya, beberapa dari mereka kemudian jadi geng motor yang suka bikin onar. Geng motor yang eksis, dan tak jarang anarkis, umumnya berada di Jawa Barat. Empat terbesar adalah M2R atau Moonraker, Grab on Road (GBR), Brigade Seven (Brigez), dan Xlat To Coitus (XTC).

Moonraker merupakan geng motor paling lawas, didirikan 27 Oktober 1978. Pemilik salam wanieun(berani) memiliki anggota hingga ribuan orang, yang tersebar di Jawa Barat. Mayoritas anggotanya anak kolong (anak tentara). Awalnya klub ini terbentuk sebagai ajang silaturahmi para biker di Kota Bandung. Tapi sejak 1980-an, kelompok ini mulai disegani karena suka ngetrek di jalanan dan terlibat tawuran. Beberapa anggota geng bahkan membawa beceng (senjata api). Insiden kekerasan pun kerapkali terjadi.

Pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat dibuat pening oleh ulah mereka. Perang pun dilancarkan. Dari menyeret mereka dengan hukuman pidana hingga fatwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bandung yang menyatakan haram masuk geng motor. Bagaimanapun, aktivitas mereka bukan lagi sekadar kenakalan remaja.


historia.id

Monday, July 23, 2018

RIWAYAT & JEJAK PENENTUAN HARI ANAK



Mulai tahun1986, Hari Anak Nasional rutin diperingati setiap tanggal 23 Juli. Sebelumnya, peringatan digelar pada tanggal yang berbeda-beda. Betapa rumit menentukan Hari Anak Nasional.

Menentukan Hari Anak Nasional –dulu masih menggunakan kata “Kanak-kanak”– sudah diupayakan Kongres Wanita Indonesia (Kowani), federasi dari organisasi-organisasi perempuan. Pada 1951, dalam salah satu sidangnya, Kowani sepakat untuk menyelenggarakan peringatan Hari Kanak-kanak Indonesia. Namun kesepakatan ini hanya secara prinsip, tanpa keputusan penentuan hari dan tanggalnya.

Menurut majalah Rona terbitan 1988, usulan yang masuk waktu itu: tanggal 3 Juli bertepatan dengan Hari Taman Siswa dan 25 November (Ronamenyebut 24 November) sebagai hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Kendati tanpa keputusan, tahun berikutnya digelar Pekan Kanak-kanak pada 18 Mei 1952. Dalam foto-foto koleksi Perpustakaan Nasional terlihat kemeriahan acara tersebut. Anak-anak berpawai di depan Istana Merdeka dan disambut Presiden Sukarno.

Baru pada sidang Kowani di Bandung tahun 1953 disetujui penyelenggaraan Pekan Kanak-kanak Indonesia setiap minggu kedua bulan Juli, saat luang menjelang kenaikan kelas anak-anak sekolah. Keputusan Kowani disetujui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Karena berpatokan pada libur sekolah, penyelenggaraan Pekan Kanak-kanak pun berubah-ubah. Menurut mingguan Djaja terbitan 1965, sejak 1956 Pekan Kanak-kanak diadakan tanggal 1-3 Juli sesuai keputusan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tanpa nilai historis yang terkandung di dalamnya, penyelenggaraan Pekan Kanak-kanak terasa hambar. Maka, usulan tanggal kembali bermunculan seperti 2 Mei (hari lahir Ki Hajar Dewantara) dan 4 Desember (hari lahir Dewi Sartika). Kowani lagi-lagi tak bisa memutuskan dan menyerahkannya kepada pemerintah.

Menurut Buku Peringatan 30: i.e. tiga puluh tahun Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia, terbit 1958, ini berarti bahwa usul Jajasan Dewi Sartika untuk menjadikan tanggal 4 Desember sebagai Hari Kanak-kanak tidak dapat diterima Kowani.

Pada 1959, pemerintah akhirnya menetapkan tanggal 1-3 Juni. Artinya, Pekan Kanak-kanak diadakan berbarengan dengan Hari Kanak-kanak Internasional, yang sebelumnya digelar Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), organisasi perempuan yang dekat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Gerwani sendiri merupakan anggota Kowani. Bahkan punya pengaruh kuat.

Melihat kemeriahan Hari Kanak-kanak Internasional 1 Juni, yang seringkali dihadiri Presiden Sukarno, Kowani akhirnya menemukan tanggal yang selama ini dicari. Dalam Kongres ke-13 di Jakarta pada 24-28 Juli 1964, Kowani mengusulkan tanggal 6 Juni, hari lahir Sukarno, sebagai Hari Kanak-kanak Nasional.

Maka, pada 1965, peringatan Hari Kanak-kanak Internasional disatukan dengan Hari Kanak-kanak Nasional pada 1-6 Juni.

Ketika Orde Baru mulai berkuasa, semua hal yang berbau Sukarno disingkirkan. Termasuk Hari Kanak-kanak Nasional setiap tanggal 6 Juni. Tapi memilih gantinya ternyata tak mudah.

Gonta-Ganti Lagi
Untuk mencari gantinya, Kowani kembali mencari tanggal Hari Anak Nasional. Menurut majalah Rona, Kowani mendiskusikan masalah itu dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Hasilnya, tanggal 18 Agustus ditetapkan sebagai Hari Kanak-kanak Indonesia. Ketetapan ini mengambil nilai historis ketika UUD 1945 dinyatakan berlaku pada 18 Agustus 1945.

“Namun dalam pelaksanaannya hari-hari tersebut kurang praktis. Karena hari itu juga akan disibukkan dengan peringatan Hari Kemerdekaan,” tulis Rona.

Dalam Kongres Kowani ke-15 di Jakarta pada 18-20 Februari 1970, penentuan tanggal Hari Anak Nasional kembali dibahas. Kongres memutuskan penetapan Hari Kanak-kanak Nasional harus didiskusikan dengan tiga komponen pendidikan prasekolah, yakni Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Gabungan Taman Kanak-kanak Indonesia (GTKI) –kini, Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI)– dan Dinas Pendidikan Prasekolah (Dipras).

Kesempatan itu datang ketika digelar lokakarya mengenai pendidikan prasekolah dalam rangka Kongres GTKI pada 26-28 Maret 1970. Setelah dibahas, disepakati untuk mengusulkan kepada pemerintah agar tanggal 17 Juni ditetapkan sebagai Hari Kanak-kanak Nasional.

“Pertimbangannya, tanggal tersebut merupakan hari keramat,” tulis Rona tanpa menyebutkan seberapa keramat.

Bisa jadi dikaitkan dengan Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) IV pada 17 Juni 1966. Sidang MPRS itu menghasilkan beberapa ketetapan yang menjadi landasan Orde Baru: pengukuhan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar), pembubaran PKI dan ormas-ormasnya, serta larangan ajaran marxisme-komunisme.

“Lagi pula di bulan Juni adalah saat yang tidak terlalu sibuk untuk anak-anak sekolah,” tulis Rona.

Kowani memperkuat usulan tersebut dengan mengirim surat kepada menteri pendidikan dan kebudayaan. Usulan itu mendapat respon. Keluarlah Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tertanggal 15 Juni 1971 No. 0115/1971 yang mengesahkan penetapan tanggal 17 Juni sebagai Hari Kanak-kanak Indonesia, menggantikan Hari Kanak-kanak tanggal 18 Agustus.

Maka resmilah Hari Kanak-kanak Nasional diperingati setiap 17 Juni. Pada 1983, misalnya, peringatan dipusatkan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Menurut Rona, karena namanya Hari Kanak-kanak Indonesia, penyelenggaraannya terbatas pada tiga komponen pendidikan prasekolah. Pesertanya juga hanya murid TK dan maksimal siswa kelas 2 sekolah dasar.
“Sekali lagi persoalan yang mendasar tetap belum terpecahkan. Tanggal tersebut dianggap kurang memiliki makna historis,” tulis Rona. Terlebih jika dikaitkan dengan anak-anak.

Momen Historis
Momen historis akhirnya didapat setelah Undang-Undang No. 4/1979 tentang Kesejahteraan Anak disahkan pada 23 Juli 1979. Tanggal itulah yang diusulkan GOPTKI untuk mengganti tanggal 17 Juni. Usulan itu merupakan hasil kongres GOPTKI ke-5 pada 1980.

“Alasannya, tanggal itu memiliki nilai historis dan simbolis, serta bersifat nasional, serta untuk menghindar dari subyektivitas kelompok,” tulis Rona.

Usulan itu juga dilengkapi saran mengganti istilah Hari Kanak-kanak Nasional menjadi Hari Anak-anak Nasional. Pertimbangannya, untuk menghilangkan anggapan bahwa peringatan itu hanya diperuntukkan untuk murid TK.

Empat tahun kemudian keluarlah Keputusan Presiden (Keppres) No. 44/1984 yang menetapkan 23 Juli sebagai Hari Anak-anak Nasional. Dan, seperti disebutkan pada pasal 5 Keppres tersebut, “Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini maka semua yang mengatur Hari Anak Nasional yang telah ada dinyatakan tidak berlaku.”

Kapanpun tanggalnya, yang terpenting jangan lupakan makna di balik peringatan Hari Anak Nasional.



Historia.id

Friday, July 13, 2018

SEJARAH & ASAL - USUL KONDOM


 

Kondom sudah dikenal sejak berabad-abad lalu dengan beragam fungsi. Pro-kontroversial selalu menyertai perjalanan sejarahnya. Pada era modern, kondom dipakai untuk mencegah penularan penyakit seksual dan mencegah kehamilan.

Inilah perjalanan panjang sejarah kondom:


11.000 SM
Grotte Des Combarrelles, gua di Prancis, memiliki lukisan dinding yang menyerupai kondom. Para ilmuwan keyakinan sebagai bukti awal penemuan kondom.

1000 SM
Di Mesir kuno, sejarawan percaya orang menggunakan selubung linen untuk melindungi kulit dari serangga dan penyakit tropis.

1400
Cina dan Jepang menggunakan glans condom yang bekerja untuk penis untuk mengontrol dan mencegah infeksi. Di Tiongkok, ia terbuat dari usus domba atau kertas sutra yang diminyaki, sementara di Jepang dari kulit kura-kura atau tanduk binatang.

1500-an
Gabriello Fallopio, ahli anatomi dan dokter dari Italia, penerbitan De Morbo Gallico tahun 1564 yang mendeskripsikan pengunaan kondom untuk pencegahan penyakit sifilis. Selubung linen direndam dalam solusi kimia dan dibiarkan sebelumering. Ia dipakai untuk mengisi kepala penis dengan sebuah pita.

1600
Pada abad ke-17, Quondom, dokter Raja Charles I di Inggris, menemukan alat untuk mencegah penyakit kelamin yang terbuat dari selubung usus domba. Bukti awal dari kondom ini ditemukan di penggali di Dudley, West Midlands, Inggris.

1800-an
Pada 1839, Charles Goodyear, ahli kimia dan teknik manufaktur dari Amerika Serikat, menemukan vulkanisasi karet, yang kemudian digunakan dalam pembuatan kondom yang elastis dan lebih kuat.Namun kondom karet pertama baru Dibuat tahun 1855.

1912
Julius Fromm, seorang ahli kimia Jerman, membentuk metode baru untuk memproduksi kondom. Dia mencelupkan cetakan kaca ke bahasa karet yang membentuk tekstur pada kondom.

1920-an
Menyusul penemuan lateks, bermunculan kondom berbahan lateks yang lebihailing dan kuat.Penghasil kondom lateks pertama adalah Perusahaan Karet Young dari Amerika Serikat.

1932
Perusahaan karet London menciptakan Durex, merek kondom lateks pertama, yang masih merupakan merek terkenal dan terdistribusi 
luas saat ini.

1957
Durex menciptakan kondom dengan pelumas.

1984
Lasse Hessel, seorang dokter Denmark, menyerahkan dan kemudian mengembangkan sebuah prototipe kondom putri pertama.

1992
Origami Condom, sebuah perusahaan Amerika Serikat, mengembangkan Origami Anal Condom (OAC) yang dirancang untuk aktivitas seks anal.

1995
Mulai dari kondom plastik, seperti Avanti dari Durex, yang lebih kuat, mudah, dan dapat disebarkan menjadi minyak tanpa membusuk seperti karet. Belum begitu populer jika dibandingkan kondom lateks yang lebih murah.

2005
Sonetha Ehlers, seorang dokter perempuan dari Afrika Selatan, memperkenalkan kondom antipemerkosaan bernama Rape-axe yang terbuat dari lateks. Ketika terjadi pemerkosaan, rangkaian kancing giginya akan mencengkeram penis dan hanya bisa dilepaskan seorang dokter.

2000-an
Kondom berkembang lebih variatif, dari segi tekstur, ukuran, bentuk, warna, dan bahkan memiliki varian rasa.
Sumber: soc.ucsb.edu/sexinfo , condom-sizes.org ,The Little Little Condom: A History karya Aine
Coiller.

Thursday, July 5, 2018

RIWAYAT & ASAL - USUL DEADPOOL


Super Hero bercostum merah ketat Telah kembali Setelah sukses dengan film perdana Deadpool (2016) yang masih dalam lebensraum-nya semesta Marvel, Ryan Reynolds kembali memerankan pahlawan konyol tapi mematikan dalam Deadpool 2.

Sekuel kali ini digarap sutradara David Leitch (Deadpool 2016 disutradari Tim Miller), menampilkan petualangan lanjutan mutan kocak yang punya kelebihan bisa menyembuhkan diri dari berbagai luka. Di film yang rilis perdana 10 Mei 2018 ini, nyaris 119 menit durasinya berisi beragam adegan kocak yang akan membawa penonton terpingkal-pingkal  sekaligus terpukau dengan akhir cerita nan mind-blowing yang mungkin melebihi Avengers: Infinity War.

Jalannya cerita terbilang sederhana, namun tak mudah ditebak. Fokusnya ada pada sang Deadpool yang –ber-alter ego Wade Wilson– ngototmenyelamatkan seorang bocah mutan lain, Firefist/Russell Collins (Julian Dennison), jadi target pembunuhan mutan lain yang datang dari masa depan, Cable (Josh Brolin). Firefist ternyata memporak-porandakan dunia sebagai penebusan dendam gara-gara di masa kecil acap disiksa di rumah rehabilitasi mutan yatim piatu.

Cable kembali ke masa lalu demi melenyapkan Firefist dengan harapan anak-istrinya bisa hidup kembali jika mencegah Firefist tumbuh dewasa dan jadi bencana di masa depan, di mana salah satu korbannya adalah keluarga Cable. Sementara, Deadpool membentuk tim X-Force yang berisi sejumlah mutan lain seperti Domino (Zazie Beetz), Shatterstar (Lewis Tan), Zeitgeist (Bill Skarsgard), Vanisher (Brad Pitt), Yukio (Shioli Kutsuna), Negasonic Teenage Warhead (Brianna Hildebrand), dan Colossus (Stefan Kapicic). Nama kedua terakhir ‘cabutan’ dari X-Men.

Selain sekuel kali ini lebih kocak, nyeleneh dan konyol, Rhett Reese, Paul Wernick, dan Ryan Reynolds yang juga tergabung di tim penulis skenario, tak segan-segan menyelipkan beberapa scene hingga dialog yang nyerempet film-film lain macam X-Men, karakter Wolverine (Hugh Jackman), hingga menyindir karakter Green Lanter dari DC Comics yang notabene pernah pula diperankan Reynolds pada 2011.

Soal efek CGI (Computer-Generated Imagery), Deadpool 2 cukup halus dan keren. Terlebih saat menampilkan tokoh Colossus yang sepenuhnya tubuhnya chrome. Maka, khusus adegan-adegan yang menampilkan Colossus, diambil beberapa kali lebih banyak untuk menghadirkan efek pantulan cahaya mengingat chrome selalu memantulkan cahaya.

Efek suara juga sangat digdaya, bisa membawa suasana tegang saat Deadpool terlibat pertarungan. Sebagaimana film Deadpool pertama, sekuel ini juga banyak diramaikan sisipan lagu-lagu lawas macam All Out of Love (Air Supply), Papa Can You Hear Me? (Barbra Streisand), If I Could Turn Back Time (Cher) dan lagu-lagu genre dubstep.

“Setelah ini Anda pasti akan mencari tentang Dubstep di Google,” canda Deadpool di suatu adegan, seolah berinteraksi dengan penontonnya. Satu hal yang perlu diperhatikan, film ini meski menampilkan pahlawan super, bukan berarti bisa dinikmati semua kalangan, terutama anak-anak, mengingat banyaknya adegan kekerasan nan berdarah-darah.

Lahirnya Deadpool Berkalang Kontroversi

Deadpool 2 merupakan seri ke-11 dari “franchise” X-Men keluaran Marvel Entertainment. Karakter Deadpool sebelumnya muncul sebagai karakter ekstra di X-Men Origins: Wolverine (2009) dan X-Men: Days of Future Past (2014). Deadpool juga muncul di beragam komik. Eksistensi Deadpool pertama kali muncul di komik Marvel, The New Mutants Nomor 98 pada 10 Februari 1991.


Karakter Deadpool lahir dari karya ilustrator komik Rob Liefeld dan penulis komik Fabian Nicieza. Awalnya, Deadpool diciptakan sebagai super-villainalias penjahat super. Dia seorang pembunuh bayaran dengan beragam skill bertarung dengan senjata tajam maupun senjata api.

Kostumnya dibuat berwarna merah darah berkonsep tactical untuk menunjang sang karakter menyimpan sejumlah senjatanya. “Kenapa merah? Agar musuh-musuh tak bisa melihat saya berdarah,” tutur Wade Wilson dalam sebuah dialog di Deadpool 2016. Namun dari penciptaan itu, banyak kontroversi muncul lantaran karakternya dianggap menjiplak dua karakter lain: Spider-Man (Marvel) dan Deathstroke (DC Comics).


Liefeld akhirnya memang mengakui bahwa Deadpool terinspirasi dari karakter-karakter yang lebih dulu muncul itu. Saat Liefeld sedang melanjutkan seri komik The New Mutants, dia terinspirasi menciptakan satu karakter tambahan kala sahabatnya, Todd McFarlane, juga sedang menyelesaikan salah satu seri komik Spider-Man.

“Faktanya, Spider-Man tak hanya jadi pengaruh dan inspirasi sebagai pahlawan berkostum ketat dan bertopeng. Liefeld berniat membuat Deadpool sebagai versi jahatnya Spider-Man,” ungkap Brian Cronin dalam 100 Things X-Men Fans Should Know & Do Before They Die.

Tentu saja Liefeld dan Nicieza tak membuat Deadpool punya kemampuan serupa Spider-Man atau mungkin karakter Wolverine untuk dimasukkan ke seri komik The New Mutants. “Wolverine dan Spider-Man adalah dua karakter yang jadi saingan saya setiap saat. Saya harus membuat Spider-Man dan Wolverine (versi) saya sendiri,” kenang Liefeld kepada Forbes, 12 Februari 2016.

Mereka memilih kemampuan yang “dicontek” dari Deathstroke, salah satu karakter DC Comics – saingan Marvel, yang diidolakan Liefeld. Ini lantas jadi kontroversi kedua yang mengiringi kelahiran Deadpool. Kemahiran Deadpool menggunakan senjata tajam dan pistol, hingga beberapa detail kostumnya, terinspirasi Deathstroke yang kemampuan andalannya jauh berbeda dari Spider-Man dan Wolverine.

“Deadpool jelas-jelas menyontek karakter penjahat DC bernama Deathstroke. Tak hanya figurnya yang mirip, nama (alter ego) mereka pun nyaris serupa – nama asli Deathstroke adalah Slade Wilson dan nama asli Deadpool adalah Wade Wilson,” tulis James Egan dalam 1000 Facts about Superheroes Volume 2.


Soal ini, Liefeld tak terima tudingan bahwa dia menyontek DC. Menurutnya, Deadpool hanya terinspirasi DC, bukan menjiplak. “Saya suka Deathstroke. Saya pun mengoleksi banyak seri komiknya. Memang perbedaan keduanya tak terlihat begitu jelas. Tapi seingat saya, (kostum) Deathstroke berwarna biru dan oranye, sementara Deadpool merah dan hitam. Lagipula Deathstroke aslinya orang tua, sementara Deadpool masih muda,” tandas Liefeld kepada Youtuber Nerdy Pop, dikutip screenrant.com pada 2 September 2016.

historia.id

Friday, June 29, 2018

ASAL - USUL & SEJARAH GITAR




Tanbur
Al Farabi (872-950 M), penulis buku Khitab Al-Musiqi al Khabir, menulis bahwa tanbur sudah diketemukan di jazirah Persia kuno, di jaman Akkadia, sekira 3000 SM. Instrumen ini kemudian populer di dataran Mesopotamia. ‘Leher’ tanbur, tempat bentangan senar, kebanyakan memiliki panjang sekira 70 cm. Sedangkan ‘badan’ tanbur, menyerupai buah pir. Har-Mose, musisi dari era Mesir kuno, dikuburkan bersama tanbur yang ia miliki, dimakam ratu Hatshepsut.

Kithara
Alat musik petik dari Yunani kuno ini terkait erat dengan upacara menghormati Dewa Apollo. Pemain kithara disebut kitharistu, biasanya untuk mengiringi sebuah lagu. Di Yunani kuno, sekira 800-479 SM, pertunjukan kithara dalam sebuah festival paling ditunggu. Kithara tersusun atas sebuah kotak resonator dari kayu yang disebut echeion, dua lengan tempat senar yang disebut pecheis, dan batang untuk menyetem nada yang dipasang melintang, menggabungkan dua lengan yang disebut kollopes. Kithara biasanya memiliki tujuh senar, yang dimainkan dengan dipetik.

Laud
Bangsa Moor, muslim yang mendiami semenanjung Iberia, membawa alat musik tanbur masuk ke Spanyol, sekira abad 12. Di sini, tanbur mengalami perubahan proporsi bentuk, mendekati gitar yang ada sekarang. Orang spanyol menambahkan fret, membuat ‘tubuh’ menjadi datar, dan memperpendek ‘leher’.

Vihuella
Pertengahan abad 15 hingga 16, alat ini banyak digunakan di Spanyol dan Portugis. Vihuella memiliki enam dawai, terbuat dari jalinan usus domba, yang dipasang ganda. Badan vihuella sudah menyerupai gitar modern, berbentuk angka delapan dan memiliki body belakang yang datar. Luis de Milan, musisi Spanyol, membuat komposisi musik vihuella berjudul Libro de música de vihuela de mano intitulado El maestro yang didedikasikan kepada Raja John III dari Portugal.

Gitar Klasik
Memasuki abad 19, gitar klasik mulai berkembang. Instrumennya menggunakan enam dawai tunggal dan penyeteman dengan nada E-A-D-G-B-E. Untuk menyesuaikan nada dawai, sudah menggunakan setelan bergerigi yang menggantikan model pasak. Antonio Torres (1817-1892) membuat perubahan pada body gitar menjadi lebih lebar. Gitar yang sedang berkembang di Eropa, merambat ke jazirah Amerika. Christian F. Martin, pendatang dari Eropa, mengembangkan senar baja untuk gitar akustik. Awal abad 20, muncul pemusik blues macam Robert Johnson dan Huddie Ledbetter.

Gitar Modern
Dawai dari baja ternyata memberi kelemahan pada gitar, yaitu tegangan senar yang kuat dapat merusak body hingga leher gitar. Kekuatan senar baja sendiri adalah suara yang lebih nyaring daripada senar yang terbuat dari usus atau serat nilon. Sekira awal 1900-an, C.F. Martin kemudian mengembangkan penahan berbentuk X di dalam tabung resonansi gitar.

Gitar Elektrik
Di tahun 1948, Clarence Leonidas Fender (1909-1991) meluncurkan gitar elektrik, bernama Broadcaster. Nama itu berganti menjadi Telecaster di tahun 1951. Leo Fender membuat gitar elektriknya mudah digunakan; mudah disetel; minim feed back dari senar dengan memberi amplifier khusus.


historia.id

Monday, May 28, 2018

S.P.L.SORENSEN & ASAL MULA SKALA NUMERIK pH





S.P.L. Sørensen dan Asal Mula Skala Numerik pH
SIAPAKAH S.P.L. Sørensen? Apakah jasa S.P.L. Sørensen terhadap dunia? Mengapa Google ikut mengenang S.P.L. Sørensen dalam Doodle-nya hari ini?

Soren Peder Lauritz Sørensen (S.P.L. Sørensen) adalah seorang Ahli Kimia asal Denmark yang terkenal dan populer karena mengenalkan dan mengembangkan konsep pH, skala numerik untuk mengukur tingkat keasaman (acid) dan basa (alkali). S.P.L. Sørensen lahir di Havrebjerg, Denmark pada 9 Januari 1868 dan meninggal pada 12 Februari 1939.

Seperti dikutip dari Wikipedia dan sejumlah sumber lainnya, dari 1901 hingga 1938 S.P.L. Sørensen menjadi Kepala Laboratorium Carlsberg, sebuah laboratorium terkenal di Kopenhagen. Ketika bekerja di Laboratorium Carlsberg, S.P.L. Sørensen yang merupakan lulusan Universitas Kopenhagen ini  mempelajari pengaruh konsentrasi ion pada protein. Dan karena konsetrasi ion hidrogen sangat penting, S.P.L. Sørensen memperkenalkan skala pH sebagai cara sederhana untuk mengekspresikannya pada tahun 1909.




Pertama kali S.P.L. Sørensen memperkenalkan skala notasi pH dengan menggunakan dua metode untuk mengukur keasaman. Yakni metode pertama didasarkan pada elektroda, sedangkan metode kedua melibatkan perbandingan warna sampel dan serangkaian indikator yang sudah dipilih sebelumnya.
Skala numerik pH ini merupakan cara sederhana untuk mengekspresikan konsentrasi ion hidrogen yang telah diketahui memainkan peran kunci dalam reaksi enzimatik. Saat ini, sebagian besar hal yang kita gunakan setiap hari seperti air, makanan, minuman, kosmetik, dan obat-obatandiuji melalui pH. Dan tentu saja banyak proses kimia dan biokimia yang bergantung pada pH.

Simbol pH ini sebelumnya telah mengalami mutasi selama bertahun-tahun. Berbagai simbol pernah digunakan seperti PH+, Ph, P, hingga akhirnya ditetapkan pilihan pada pH. Pemilihan simbol pH ini karena alasan yang sederhana, di mana pH didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut.

Akan tetapi tidak diketahui dengan pasti makna singkatan "p" pada "pH". Beberapa rujukan mengisyaratkan bahwa "p" berasa dari singkatan power (pangkat), yang lainnya merujuk kata bahasa Jerman potenz (yang juga berarti pangkat). Dan adapula yang merujuk pada kata potential. Ada juga yang beragumen bahwa "p" adalah sebuah tetapan yang berarti logaritma negatif.

Sebagai bentuk pernghargaan atas jasanya mengembangkan skala pH yang hingga kini banyak manfaatnya di hampir semua bidang, pada hari ini Selasa 29 Mei 2018 Google merayakan S.P.L. Sørensen di Google Doodle-nya. Peringatan ini sekaligus merayakan 109 tahun perkembangan pH.


© Pikiran Rakyat

Sunday, March 4, 2018

Sejarah/Riwayat Singkat Piala Oscar Di Academy Award



Piala Oscar adalah piala yang diberikan pada ajang Academy Awards, sebuah acara pemberian penghargaan film paling prestisius serta paling populer di dunia. Piala Academy Award dinamai Oscar ketika seorang pustakawan Academy Margaret Herrick melihatnya di sebuah meja dan mengatakan, "kelihatan persis seperti pamanku Oscar!". Nama tersebut tetap melekat dan kini digunakan seumum nama Academy Award sendiri, bahkan oleh pihak Academy sendiri. Bahkan situs web Academy menggunakan nama oscars.org dan situs web Penghargaan Academy Award adalah www.oscars.com


Academy Award bermula di Hollywood sekitar tahun 1927 dan merupakan suatu acara pemberian penghargaan atas kerja keras anggota Academy Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS), yaitu asosiasi professional pekerja film di Amerika. Kelompok ini memerlukan semacam piala untuk acara pemberian hadiah saat makan malam. Diceritakan, pada saat itulah istilah Oscar muncul. Seorang pembuat patung dari Los Angeles melihat sebuah patung ksatria yang berdiri di atas gulungan film dengan pedang di tangannya. Patung ksatria pertama kali dibuat menggunakan perunggu. Dan sekarang Oscar terbuat dari logam campuran, britanium, dan dilapisi emas dengan tinggi 34,3 cm dan beratnya 3,8 kg.

Alasan mengapa Oscar yang dipakai sebagai nama dari piala penghargaan tersebut masih belum jelas. Salah satu cerita menyebutkan bahwa patung ksatria terlihat mirip dengan seorang pustakawan yang biasa mereka panggil Paman Oscar. Berdasarkan kemiripan itu, para anggota Academy mulai menyebut Oscar kecil sebagai nama patung ksatria itu. Pada tahun keenam presentasi, kolumnis merujuk pada apa yang para staf sebut sebagai Academy Award of Meritas menjadi Oscar. Staf Academy lalu memakai nama kecil ini pada tahun 1939.

Semua yang dimulai pada saat makan malam yang dihadiri 270 anggota tersebut berubah menjadi suatu tradisi yang mendunia yang tak kurang dari 6000 anggota academy menghadirinya.

sumber:http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2010/03/piala-oscar-dan-sejarahnya.html

Monday, February 26, 2018

Sejarah Coca - Cola, Siapa Penemu & Apa Fakta - Faktanya



Mengapa minuman soda menggunakan karbon dioksida, bukan gas lain?Ketahui 12 Fakta Unik & Menarik tentang Coca-Cola

Coca-Cola telah menjadi salah satu merk paling berharga dan sukses dalam sejarah industri modern.

Dikenal pula sebagai ‘coke’ , Coca-Cola diyakini menjadi minuman ringan terlaris dunia.

Minuman berkarbonasi ini berhasil mempertahankan popularitasnya selama lebih dari satu abad meskipun harus menghadapi banyak saingan, dengan Pepsi dianggap sebagai pesaing terkuat.

Penemu Coca-Cola

Meskipun konsumsi berlebihan minuman berkarbonasi dianggap menimbulkan risiko kesehatan, menariknya, orang yang menemukan Coca-Cola adalah seorang apoteker!

Dr. John Stith Pemberton, seorang ahli farmasi lokal dari Atlanta, AS, adalah yang menemukan Coca-Cola.

Dia membuat resep pertamanya dalam tiga ketel kuningan di halaman belakang rumahnya. Pemberton lantas membawa minuman racikannya ke apotek Jacob dan mulai mempromosikannya.

Minuman ini pertama kali dijual di apotek yang sama pada 8 Mei 1886. Sekitar sembilan porsi minuman terjual setiap harinya dengan harga 5 sen untuk setiap porsi.

Sebelum menemukan resep Coca-Cola, John S. Pemberton telah lama terobsesi menemukan obat sekaligus minuman yang bisa menyembuhkan berbagai keluhan.

Selama masa itu, laporan tentang manfaat kesehatan dari tanaman coca (koka) telah banyak tersebar.

Coca dikenal sebagai stimulan, afrodisiak dan juga memiliki sifat melancarkan pencernaan. Dengan begitu banyak kegunaan, coca menjadi tanaman yang dicari Pemberton.

Angelo Mariani, seorang Korsika telah lebih dulu membuat anggur coca (coca wine), yang disebut Vin Mariani dan mendapat sukses besar di Eropa.

Banyak selebriti, termasuk Thomas Edison, Ratu Victoria dan bahkan tiga Paus diyakini menjadi penyuka minuman ini.

Didorong oleh keberhasilan Vin Mariani, Pemberton meluncurkan merek sendiri – Pemberton’s French Wine Coca yang dia diiklankan sebagai ‘minuman intelektual’.

Selain eksrak daun coca, Dr Pemberton juga menggunakan kacang kola dalam minuman ini. Namun, seiring munculnya ‘gerakan kesederhanaan’ di AS, Pemberton segera menyadari bahwa tidak mungkin baginya menjual minuman yang didasarkan pada alkohol.

Oleh karena itu, dia mulai bekerja untuk menemukan formula minuman yang memiliki ekstrak daun coca dan kacang kola tetapi tidak memiliki kandungan alkohol.

Akhirnya pada tahun 1886, dia berhasil menemukan formula sirup yang kemudian menjadi resep minuman Coca-Cola awal.

Asal Nama Coca-Cola

Sekretaris Dr. Pemberton, Frank Robinson, adalah yang mengusulkan kata Coca-Cola.

Nama Coca-Cola diambil sebagai gabungan dari dua bahan utama pembuat minuman ini yaitu daun coca dan kacang kola. Huruf ‘k’ pada kacang kola lantas diganti menjadi huruf ‘c’ agar lebih seirama.

Frank Robinson lebih lanjut meyakinkan Pemberton untuk mengiklankan minuman hasil kreasinya.

Robinson yang dikenal memiliki tulisan tangan yang bagus selanutnya juga menggunakan bakatnya untuk merancang logo populer Coca-Cola.

Namun, tahun pertama bisnis tidak berlangsung mulus. Meskipun memiliki potensi, minuman ini gagal mendapatkan tempat yang layak di pasar.

Faktor kegagalan sebagian dipicu oleh keterampilan bisnis Pemberton yang kurang mumpuni, sementara kondisi kesehatan Pemberton yang menurun juga disinyalir turut berkontribusi.

Pada tahun 1887, Pemberton menjual hak formula Coca-Cola ke apoteker dan pengusaha Atlanta lain, Asa Candler, seharga $ 2.300.

Pada tahun 1892, Candler membentuk sebuah perusahaan di Georgia bernama ‘The Coca-Cola Company’.

Karena pemasaran yang agresif dan ketajaman insting bisnis Asa Candler, pada tahun 1890-an Coca-Cola telah memantapkan dirinya sebagai salah satu minuman paling populer di Amerika Serikat.

Awal abad ke-20 menyaksikan minuman ini mampu melintasi perbatasan negara untuk dijual di Kanada.

Sekitar waktu yang sama, Coca-Cola memulai praktek menjual sirup (ekstrak) minuman kepada perusahaan pembotolan independen, model yang masih diikuti oleh industri minuman ringan hingga saat ini.

Sungguh ironis bahwa penemu Coca-Cola, Dr Pemberton, meninggal dua tahun setelah menciptakan minuman legendaris ini dan tidak sempat menyaksikan keberhasilan penemuannya.


sumber : www.Amazine.co 

Friday, February 2, 2018

Sejarah & Asal Usul Bedak



BAGI perempuan karier seperti Ira Surjaman, berusia 33 tahun, bedak bukan hanya untuk kecantikan tapi juga kesehatan. “Karena bedak bisa melindungi kulit dari debu dan sinar matahari,” ujar karyawati swasta yang berkantor di bilangan Jalan Sudirman, Jakarta, kepada Historia.

Bedak menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan orang-orang di berbagai bangsa selama berabad-abad. Awalnya, orang menggunakan bedak bukan untuk tujuan keindahan tapi lebih karena alasan spiritual. Membalur tubuh dengan bedak dianggap bisa menjauhkan diri dari roh-roh halus. Orang-orang Timur Jauh menggunakannya khusus untuk acara pernikahan atau pertemuan lainnya. Baru setelah Ratu Cleopatra menggunakannya sebagai lapisan dasar kosmetik, fungsi estetis bedak lebih menonjol.


Cleopatra sangat peduli dengan penampilan. Selain ahli parfum, dia punya perhatian besar terhadap bedak. Dia menggunakan beragam bahan, beberapa di antaranya sangat eksotis. Mungkin yang “terhebat” adalah kotoran buaya, yang dia buat menjadi bubuk halus.

Bangsa Mesir umumnya membuat bedak dari campuran kapur dan tanah liat. Namun dalam jumlah yang lebih sedikit, mereka menambahkan timah putih. Penggunaan timah putih juga umum di Dunia Timur maupun Barat kuno. Penggalian arkeologis situs Mesir Kuno, Lembah Sungai Indus, makam Yunani, serta makam Dinasti Chin dan Han di China, membuktikannya.

Sebelum Mesir, orang-orang Sumeria menggunakan bunga ochre kuning untuk bedak wajah. Mereka menamai bedak itu “golden clay” atau “face bloom”. Orang-orang Mesopotamia lalu meneruskan kebiasaan leluhurnya ini dengan sedikit modifikasi. Mereka menggunakan ochre merah atau daun pacar (henna). “Bangsa Mesir kurang liberal dengan bedak mereka,” tulis Robert James Forbes, ahli kimia-cum-sejarawan sains asal Belanda, dalam Studies in Ancient Technology, Vol. 8., “meski gambar-gambar yang ada menunjukkan bahwa perempuan kuno Mesir sangat paham bagaimana menggunakan kain pemoles bedak.”

Berbeda dari bangsa Mesir, orang-orang Timur Jauh (China, Jepang, dan sekitarnya) umumnya menggunakan bahan tepung beras. Setelah itu, artis zaman Dinasti Tang memakai bedak yang terbuat dari mutiara sebelum naik panggung untuk melindungi dan mempercantik kulit. Kaisar Dowager dari Dinasti Ching lalu mengikutinya jauh setelah itu. Bangsa Yunani dan Romawi, kemudian dilanjutkan Eropa, membuat bedak dari gandum. Meski penggunaan bedak mulai meluas, ia masih terbatas di kalangan orang kaya atau bangsawan.

Penggunaan bedak menentukan status sosial. Warna kulit, dalam banyak budaya, menjadi pembeda strata masyarakat. Orang Mesir –dan banyak bangsa lainnya– sangat menghormati mereka yang berkulit putih. Dalam anggapan mereka, perempuan putih berarti tak keluar rumah untuk bekerja di bawah terik matahari yang menyengat. “Di Asia, kulit putih dijadikan tanda kebangsawanan, anggota golongan elit, dan warna putih merupakan simbol murni kecantikan diri dan keningratan,” tulis majalah gaya hidup, LUXemag.

Penggunaan beras sebagai bahan pembuatan bedak sempat membuat persediaan beras menurun pada abad ke-15. Namun itu tak menghalangi orang-orang kaya untuk berdandan. Bahkan seabad kemudian, beras dan terigu menjadi inti dari mode dan gaya hidup di Prancis, Spanyol, dan Inggris. Para perempuan ningrat menaburkan banyak bedak ke wajah, tangan, dan bahu untuk menyembunyikan cacat di kulit atau membuatnya terlihat lebih muda dan segar.

Campur-tangan penguasa membuat pamor bedak meredup pada akhir abad ke-18. Penguasa Prancis, lalu diikuti negara Eropa lainnya, melarang pembuatan bedak untuk menghemat terigu atau beras –yang didapatkan dari perdagangan dengan dunia Timur. Ratu Victoria juga sempat melarangnya karena menganggapnya vulgar. Kala itu bedak juga merupakan aksesori utama para pelacur. Bedak mulai meraih popularitasnya kembali di awal abad ke-20.

Bedak dengan wujud seperti sekarang diciptakan di Prancis. Bahan dasarnya talk tanpa campuran timah yang bisa mengiritasi kulit. Hampir bersamaan, dan ini menarik, Anthony Overton meluncurkan bedak pertama untuk orang Afro-Amerika dengan merek High Brown Brand –kala itu orang kulit putih masih melarang orang kulit hitam menggunakan bedak. Pada 1923, perusahaan Inggris Laughton & Sons menciptakan wadah bedak kompak yang nyaman, lengkap dengan sponsnya. Jeda beberapa saat, penata gaya legendaris Hollywood Max Factor meluncurkan bedak dasar yang bisa digunakan setiap hari, Pan Cake. Lalu, Helena Rubinstein membuat bedak murah pada awal 1940-an dengan merek yang menggunakan namanya. Bedak dengan fungsi lebih spesifik juga bermunculan. Perusahaan Johnson & Johnson (J&J), yang awalnya tak sengaja terjun di segmen ini, mengembangkan dan meraih keuntungan dari bedak bayi.

Konsumsi bedak terus meningkat. Di Amerika Serikat, menurut sejarawan Gary Dean Best, sebagaimana ditulis Brian Greenberg dan Linda S. Watt dalam Social History of the United States, Vol. 1,pada akhir 1920-an saja perempuan Amerika tiap tahunnya menggunakan 4.000 ton bedak. Itu belum termasuk produk kosmetik lainnya.

Kini, bedak menjadi bagian tak terpisahkan dari hampir setiap orang, terutama perempuan. Di dalam ataupun di luar rumah, dengan santai atau terburu-buru, perempuan membedaki wajah menjadi pemandangan yang familiar.


Sumber : Majalah Historia

Wednesday, January 31, 2018

Awal Mula Penamaan Full Wolf Moon & SuperMoon



Supermoon pertama di tahun 2018 ini dinamakan juga sebagai Full Wolf Moon. Supermoon ini merupakan supermoon terbesar dari dua supermoon yang terjadi pada bulan Januari 2018.

Sejarah nama Wolf Moon sendiri memiliki beberapa versi. Menurut Almanac.com, pada zaman suku asli Amerika dan kolonial awal, bulan purnama untuk bulan Januari disebut Full Wolf Moon. Fenomena ini tampak ketika serigala melolong karena kelaparan di luar desa-desa.

Secara tradisional, January Moon juga dikenal sebagai Old Moon. Sementara bagi  beberapa suku asli Amerika, ini adalah Snow Moon, namun sebagian besar melukiskan nama itu pada bulan purnama berikutnya, pada bulan Februari.

Menurut Timeanddate.com, di zaman kuno adalah biasa untuk melacak perubahan musim dengan mengikuti penanggalan bulan daripada tahun matahari, yang terdiri dari 12 bulan yang menjadi dasar kalender modern.

Selama ribuan tahun, orang-orang di seluruh Eropa, serta suku-suku asli Amerika, menamai bulan-bulan menurut fitur yang mereka kaitkan dengan musim-musim di belahan bumi utara, dan banyak dari nama-nama ini sangat mirip atau identik.

Saat ini, nama bulan kuno itu banyak digunakan sebagai nama bulan purnama. Penjelasan umumnya adalah bahwa orang-orang Amerika Kolonial mengadopsi banyak nama dari suku Amerika asli dan memasukkannya ke dalam kalender modern.

Dan tampaknya penamaan itu kemudian merupakan kombinasi antara nama asli Amerika, Anglo-Saxon, dan Germanic yang melahirkan nama yang biasa digunakan untuk bulan purnama hari ini.

Dan beberapa tahun memiliki 13 bulan purnama, yang menjadikan salah satu dari mereka sebagai Blue Moon, yang tidak sesuai dengan sistem penamaan bulan purnama tradisional.

Dalam budaya Anglo-Saxon, bulan purnama Januari juga disebut Moon after Yule, yang merupakan masa festival kuno yang merayakan Titik Akhir Musim Dingin sekitar 22 Desember.

Pada tanggal 1 Januari 2018, Bumi berada paling dekat dengan bulan pada pukul 4:54 PM EST (4.54 AM WIB pada 2 Januari 2018), menurut EarthSky.org. Bulan penuh terjadi pada pukul 9:24 malam EST.

Supermoon terjadi saat bulan berada di perigee - titik terdekatnya dengan Bumi di orbit bulanannya - sekitar waktu yang sama dengan bulan purnama. Bulan terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang dari pada rata-rata saat itu.

Bulan yang terlihat pada Hari Tahun Baru tampak lebih besar dari biasanya, namun kebanyakan orang tidak akan memperhatikan perbedaannya. Namun, berkat sebuah fenomena yang disebut "ilusi bulan", bulan mungkin tampak lebih besar saat mendekati cakrawala, jadi supermoon Tahun Baru ini menjadi sesuatu paling mengesankan.


sumber : Tempo.co

Tuesday, January 30, 2018

Asal Mula Dokter Memakai Baju Operasi Berwarna Hijau



Dokter identik dengan baju warna putih, warna yang selalu diasosiasikan dengan kebersihan. Jas dokter dan perawat saat bertugas berwarna putih. Namun di ruang operasi mereka mengenakan pakaian serba hijau atau berwarna hijau kebiruan. Mungkin ada yang bertanya kenapa dokter mengenakan baju hijau bukan warna putih seperti jas dokter yang biasa mereka gunakan sehari-hari saat operasi?

Semua ini berubah ada awal abad 20, menurut sebuah artikel di Today Surgical Nurse yang dikutip Livescience. Seorang dokter yang berpengaruh membuat para dokter mengenakan warna hijau karena warna hijau akan membantu dokter melihat dengan lebih baik di ruang operasi.

Warna hijau bisa membuat dokter dan perawat melihat dengan lebih baik karena dua alasan. Pertama, melihat warna hijau bisa menyegarkan pandangan dokter dari melihat warna merahnya darah saat operasi.

Saat mengoperasi pasien, dokter harus melihat aneka gradasi warna merah, dari merah darah sampai merah muda dalam tubuh manusia. Jika dokter terus menerus melihat warna merah ini, otaknya akan mulai terbiasa dan dia kesulitan membedakan variasi warna merah. Melihat warna hijau akan menyegarkan mata dokter dan membuatnya bisa lebih sensitif dalam melihat gradasi warna merah.

Kedua, fokus terlalu dalam pada warna merah bisa membuat ilusi warna hijau saat melihat ke permukaan putih. Karena itu pakaian putih tidak disarankan saat operasi. 

Warna Putih Pernah Menjadi Baju Wajib Dokter Saat Operasi

Sebelum penemuan ini, para dokter mengenakan baju berwarna putih saat operasi dengan alasan kebersihan. Akan tetapi, beberapa dokter merasa konsentrasinya terganggu saat mengenakan baju putih dikarenakan menurunnya tingkat konsentrasi mereka. Akhirnya, dibuatlah ketentuan bahwa pakaian yang dikenakan dokter saat operasi harus berwarna hijau.



sumber : liputan6.com 

Sunday, January 28, 2018

Riwayat Istilah Oplet



Penikmat TV swasta dekade 1990an sering melihat oplet yang disupiri Mandra di sinetron legendaris Si Doel Anak Sekolahan. Padahal di dekade 1990an saja kendaraan itu sudah uzur umurnya. 

Dalam media populer, oplet tak hanya muncul dalam sinetron besutan anak-anak Sukarno M. Noor itu saja. Iwan Fals sudah menggambarkannya di pertengahan dekade 1980an dalam sebuah lagu. “Berjalan tersendat/ di antara sedan-sedan licin mengkilat/ Dengan warna pucat/ dan badan penuh cacat sedikit berkarat,” tulis Iwan (baca: Cerita tentang Aktor Serba Bisa Sukarno M. Noor).  

Dalam lagu yang muncul dalam album Barang Antik (1984) itu, Iwan Fals menggambarkan oplet butut sedang mencoba bertahan dari gerusan zaman di sekitar ibukota Jakarta. "Sainganmu mikrolet, bajaj dan bis kota/ Kini kau tersingkirkan oleh mereka," ujar Iwan Fals. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ia diartikan sebagai “mobil sedan yang susunan tempat duduknya diubah dan disesuaikan sebagai kendaraan umum yang ditambangkan”. KBBI menuliskan "opelet" sebagai bentuk baku, bukan "oplet" (baca juga: Ejaan Resmi Bukanlah Batas Suci). 

Ada yang menjadikan oplet sebagai sebutan kendaraan angkutan umum ukuran kecil, macam mikrolet. Namun, ada pula yang menjadikan oplet sebutan hanya untuk kendaraan lawas seperti yang tampil dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan saja. 

Hal ini senada dengan uraian John U. Wolf, dalam Formal Indonesian (1980). Ia mencatat: “Umumnya oplet terdiri dari mobil-mobil tua yang umurnya dari sudut teknologi telah uzur, bahkan menurut hukum perusahaan seharusnya telah puluhan tahun masuk kubur.” 

Seperti potongan lagu Iwan Fals tadi, oplet makin jadi barang antik yang bisa jadi mahal harganya di kalangan pecinta barang antik. Jenama (merek) oplet di masa lalu antara lain Austin, Morris juga Opel kecil. Apa pun jenamanya, semuanya disebut oplet. 

Seperti di beberapa daerah orang menganggap sepeda motor Yamaha, Suzuki atau lainnya sebagai honda — padahal Honda hanyalah salah satu jenama saja. Ini juga berlaku untuk Odol dan Sanyo, sebuah jenama yang lantas menjadi generik.

Ketika baru keluar dari pabrik, sebelum dijadikan angkutan umum, oplet sebenarnya diperuntukkan bagi 4-5 penumpang saja. Berkat karoseri alakadarnya — dengan seng dan kayu — maka 10 orang pun bisa dimuat. 

Tak hanya merek Austin, Morris atau Opel saja yang dijadikan oplet. Setelah Perang Dunia II, bahkan mobil Jeep sisa perang pun dimodifikasi dan kemudian dikenal dengan sebutan oplet juga. 

Di kota Padang, menurut Mardanus Safwan dalam Sejarah Kota Padang (1987), kendaran itu disebut sebagai oplet yang mematikan angkutan umum macam bis ukuran sedang. Di kota Balikpapan, kata orang-orang tua, Jeep yang dimodifikasi dengan seng dan papan itu disebut: taksi jamban (baca: Walikota Padang Gugur di Medan Juang). 

Ada beberapa pendapat soal asal kata "oplet". Menurut Rizal Khadafi dalam Jakarta Transportation Guide (2009), oplet berasal dari kata "autolet". Namun, menurut Transport and Communications Bulletin for Asia and the Pacific 53 (1979), istilah "oplet" berasal dari Opel yang sangat populer di Indonesia sebelum Perang Dunia II. 

Menurut Soe Potter, dalam An Indonesian Alphabet(2009), Opel cukup populer lalu jadi muasal kata oplet. Namun, pada dekade 1930an, sudah ada nama produk Opel bernama Opelette. "Lette" sendiri bisa diartikan "kecil". Jadi "Opelette" bisa diartikan "Opel kecil". 

Hal itu sesuai dengan data pembanding lainnya. Misalnya, buku General Motors in the 20th Century(2000) menyebut di tahun 1932 General Motor Java memproduksi mobil Opel bermesin 2.0 liter yang mampu memuat 7 penumpang dengan nama Opelette. 

Nama Opelette sendiri, menurut Nieuwshier van Dondergad (12/11/1953), adalah nama yang diberikan oleh Mr. J. Th. GC van Buuren, Sales Manager General Motors sejak 1928. “Kini kata oplet adalah nama yang umum digunakan untuk bus kecil,” tulis koran Belanda di tahun 1953 itu.

Penyalur Opelette adalah Lindeteves Stokvis. Mobil ini, dalam iklannya, diklaim buatan General Motor Amerika. Iklan mengklaim mobil tersebut dirakit di General Motor Tanjung Priok. Dalam iklan berbahasa Jawa, mobil ini disebut: "mesinnya 4 silinder, sasisnya kuat, bensinnya irit." 

Mobil ini bisa dibeli di Lindeteves yang punya bagian mobil di Batavia, Semarang, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, Palembang juga Padang. Memasuki zaman kemerdekaan, Mobil-mobil ini banyak yang jadi mobil angkutan umum berpenumpang, baik dalam kota maupun pinggiran. 

Setelah oplet-oplet makin tersisih, Opel sendiri masih berproduksi. Beberapa produknya masih bisa ditemui di jalan-jalan di Indonesia.

Opel merupakan produk Jerman. Adam Opel (1837-1895) mendirikannya pada 21 Januari 1862 di Rüsselsheim, Jerman. Menurut situs resmi Opel, Opel awalnya memproduksi mesin jahit. Sempat juga membuat sepeda, belakangan lalu memproduksi mobil. 

Pada 1928, General Motors membeli 80 persen saham Opel. Kala Opelette dirilis, Opel ternyata sudah menjadi bagian General Motors. 

Mobil Opelette, yang dilafalkan jadi "oplet" oleh orang Indonesia belakangan, tentu masuk dalam berita juga iklan surat kabar. Salah satunya berita kecelakaan di De Indische Courant (18/06/1938). 

Surat kabar itu melaporkan sebuah oplet yang berjalah dari arah Mentikan, Mojokerto, ditabrak truk militer di Lapangan Darmo. Kecelakaan ini terjadi akibat, menurut koran itu, “kesalahannya si Tionghoa pengemudi opelet, yang tidak mau mengalah dengan kendaraan lain. Akibatnya enam penghuni opelet tersebut cedera. Seorang penumpang bahkan mengalami luka yang membuatnya dibawa ke rumah sakit.” 

Berita lain soal oplet datang juga dari kantor berita nasional, Antara (17/08/1961). Mereka memberitakan kenakalan sopir-sopir angkot. 

“Pada saat-saat kita memperingati dwi-windu (16 tahun) kemerdekaan (Indonesia), disinyalir ada supir-supir oplet yang nakal, tidak mau memuat penumpang secara biasa, tetapi hanya mau menarik setjara borongan,” tulis Antara di paragraf pembukanya. Itu semua dilakukan karena tarif borongan bisa jauh lebih tinggi dari tarif normal. 


Sumber : tirto.id

Wednesday, January 24, 2018

Sejarah & Asal Usul Kapas Hingga Revolusi Industri




Tanaman kapas termasuk dalam genus Gossypium.

Kapas adalah tumbuhan asli daerah tropis dan sub tropis serta memiliki banyak spesies yang dibudidayakan di seluruh dunia.

Kapas memiliki serat lembut dan terdapat biji di dalamnya. Serat ini bisa dipintal menjadi benang yang kemudian digunakan untuk membuat kain katun yang nyaman digunakan di iklim tropis yang hangat.

Dari awal sederhana pada peradaban kuno, kapas berubah menjadi sebuah industri modern yang vital bagi perekonomian dunia saat ini.

Awal Penggunaan Kapas dalam Peradaban Manusia

Bukti tertua penggunaan kapas ditemukan oleh para arkeolog dari gua-gua Meksiko di mana sisa kain katun ditemukan dan diperkirakan berasal dari 8000 tahun yang lalu.

Kapas diketahui ditanam oleh orang-orang dari Peradaban Lembah Indus sejak tahun 3000 SM.

Selama periode yang sama, Mesir Kuno dan Peru Kuno telah membudidayakan kapas dan menenun seratnya menjadi kain.

Dari Peradaban Lembah Indus, seni membuat pakaian dari serat kapas kemudian menyebar ke Mediterania dan seterusnya.

Sejarah kapas di Eropa bisa dilacak pada sekitar abad ke-1 masehi ketika dibawa ke sana oleh para pedagang Arab.

Meskipun legislasi yang disahkan pada tahun 1700-an di Inggris menghambat penyebaran tekstil katun untuk koloni Inggris, biji kapas ditabur dan ditanam di wilayah Amerika yang dijajah oleh Spanyol.

Orang Spanyol tercatat menanam benih kapas di Florida dan Virginia pada tahun 1556 dan 1607.

Pada awal tahun 1600-an, kapas dibudidayakan oleh kolonis sepanjang Sungai James di Virginia.

Pasca Revolusi Industri

Dengan berawalnya Revolusi Industri di Inggris, industri kapas muncul sebagai penyokong utama perekonomian Inggris.

Penemuan mesin pintal “spinning jenny” dan “spinning frame” mempercepat proses produksi benang dan kain katun.

Pada tahun 1793, Eli Whitney dari Amerika Serikat menemukan mesin pemisah biji kapas yang lebih lanjut meningkatkan kapasitas produksi kain katun.

Didukung kemajuan teknologi, Inggris mulai memproduksi kain katun berkualitas tinggi pada tingkat yang jauh lebih cepat dari koloninya.

Pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, selama ekspansi Inggris di India, unit produksi kapas di India tidak dapat bersaing dengan kain katun yang diproduksi oleh wilayah lain.

Oleh karena itu, dari menjadi penyedia utama bahan katun, India kemudian sekedar menjadi pemasok kapas mentah ke Inggris.

Sekitar waktu yang sama, kapas Amerika menjadi sangat populer karena kualitas unggul yang dimilikinya.

Pada pertengahan abad ke-19, perkebunan kapas dari negara-negara Amerika Selatan yang terutama dikerjakan oleh budak Afrika, menjadi tulang punggung perekonomian seluruh negeri.

Selama Perang Saudara Amerika, negara-negara selatan menghentikan ekspor kapas terkenal ‘King Cotton’ ke Inggris dalam upaya untuk memaksa Inggris agar mengakui Negara Konfederasi atau untuk bergabung perang di pihak mereka.

Hal ini membuat pembeli kapas di Inggris dan Perancis berinvestasi dalam kapas Mesir.

Namun, dengan berakhirnya Perang Saudara di AS, Eropa meninggalkan pasar Mesir dan kembali ke kapas Amerika.

Hal ini menyebabkan kerugian besar bagi industri kapas Mesir dan menyebabkan kebangkrutan negara itu pada tahun 1876.

Sampai saat ini, kapas tetap menjadi sumber pendapatan utama bagi Amerika Serikat sekaligus berperan sebagai pemasok sebagian besar kapas dunia.


Sumber ; www.Amazine.co 

Monday, January 8, 2018

Asal - Usul Nama Indonesia



Terlintaskah dipikiran kita darimana kah nama Indonesia Berasal?

Pada zaman sebelum pra sejarah, Indonesia disebut dengan berbagai nama. Orang Tionghoa menyebut kawasan Indonesia dengan Nan-hai atau kepulauan laut. Orang India menyebut dengan Dwipantara yang memiliki arti kepulauan tanah seberang.  Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, sekarang Sumatra) yang terletak di Kepulauan Dwipantara. Orang Arab menyebut nusantara dengan Jaza’ir al-Jawi yang berarti kepulauan jawa, sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera.

Sementara orang  Eropa yang pertama kali datang ke Indonesia menganggap bahwa Asia hanya terdiri dari  Arab, Persia, India dan Tiongkok. Mereka menganggap bahwa daerah antara Persia dan tiongkok semuanya bernama “Hindia.” Dan Tanah Air kita diberi nama  “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).

Selanjutnya pada zaman penjajahan Belanda, Indonesia memiliki nama resmi, yaitu NederlandschIndie atau Hindia Belanda. Sedangkan pada zaman penjajahan Jepang, To-Indo (Hindia Timur.)

Nama Nusantara

Ernest Francois Eugene Douwes Dekker atau Dr. Setiabudi pada tahun 1920 mengenalkan nama Nusantara untuk tanah air. Ia mengambil nama itu dari Pararaton (sebuah naskah kuno zaman Majapahit).

Pada zaman Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam Bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Sumpah Palapa dari Gajah Mada tertulis “Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat).

Dr. Setiabudi mengartikan kata nusantara dengan pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambul kata Melayu asli, antara maka Nusantara berarti “nusa di antara dua benua dan dua samudra,” Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.

Nama Indonesia

Seorang ahli etnologi Inggris George Samuel Winson Earl pernah menulis artikel di sebuah majalah Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA). Ia menegaskan bahwa Nusantara susdah saatnya memiliki nama khas, sebab nama hindia sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Ia mengajukan dua piliha  nama, yaitu Indunesia atau Malayunesia. Earl merasa nama Malayunesia lebih cocok karena ras melayu dan bahasa melayu yang dipakai di seluruh kepulauan ini.

Sedang James Richardson Logan juga menulis di JIAEA, ia merasa nama Indunesia lebih cocok, huruf U kemudian diganti dengan huruf O agar pelafalannya lebih mudah digunakan. Sejak saat itu, Logan selalu konsisten memakai nama Indonesia dalam berbagai tulisannya dan lambat laun nama Indonesia menyebar di banyak kalangan ilmuan bidang etnologi dan geografi.

Di Indonesia sendiri sosok pribumi yang pertama kali menggunakan istilah “Indonesia” adalah Ki Hajar Dewantara, ketika beliau sedang dibuang ke Belanda pada tahun 1913. Pada saat di Belanda, beliau mendirikan sebuah biro pers bernama Indonesishe Pers-bureu.


Sumber: histori.id

Friday, January 5, 2018

Kisah Awal Majalah Playboy



Playboy adalah sebuah majalah dari Amerika, majalah ini khas untuk lelaki yang memaparkan gaya hidup yang mempunyai gambar-gambar wanita bigil dan juga kewartawanan dan fiksyen. Ia diasaskan di Chicago pada tahun 1953 oleh Hugh Hefner dan rakan-rakannya.

Majalah Playboy mempunyai wawancara bulanan tokoh terkenal, seperti artis, arkitek, ahli ekonomi, komposer, konduktor, pengarah filem, wartawan, penulis novel, playwrights, tokoh agama, ahli politik, ahli sukan dan pemandu kereta lumba. Majalah ini umumnya mencerminkan pendirian editorial liberal.

Selain gambar-gambar sensasi, Playboy juga menulis artikel mengenai sukan, barang-barang komersial dan wawancara dengan tokoh-tokoh ternama seperti Bob Dylan, Michael Jordan, Bill Gates dan Mohammad Ali. 

Playboy juga pernah melakukan wawancara pemimpin-pemimpin seperti Fidel Castro, Yasser Arafat, Moammar Ghadafi dan Malcolm X.Majalah ini mempunyai sejarah yang panjang menerbitkan cerpen oleh penulis novel terkenal seperti Arthur C. Clarke,  Ian Fleming, Vladimir Nabokov,  Saul Bellow, Chuck Palahniuk, PG Wodehouse, Haruki Murakami, dan Margaret Atwood. Dengan paparan biasa warna kartun halaman penuh, ia menjadi contoh bagi kartunis terkenal, termasuk Harvey Kurtzman, Jack Cole, Eldon Dedini,  Jules Feiffer, Shel Silverstein , Erich Sokol,  Gahan Wilson, dan Rowland B. Wilson. 

Pada tahun 1953 ditubuhkan di Chicago oleh Hugh Hefner dan rakan-rakannya dan dibiayai sebahagian dengan pinjaman $ 1,000 dari ibu Hefner. 

Hefner kemudiannya mendaftarkan majalah ini menjadi Playboy Enterprise Inc, dimana Playboy tidak tertumpu pada majalah saja, tetapi juga pelbagai bentuk media seperti penerbitan, kebenaran untuk menggunakan nama Playboy untuk tujuan komersil, Playboy TV, dan hiburan.  
Edisi pertamanya yang terbit pada bulan Disember 1953 di Amerika, tidak mempunyai tarikh kerana Hefner sendiri tidak yakin akan menerbitkan edisi kedua. 

Hefner tidak mempunyai cukup wang untuk membayar model di Playboy, jadi ia membayar hak cipta photo-photo wanita cantik dari kalendar untuk diterbitkan di majalahnya. 

Gambar kalendar Marilyn Monroe dalam edisi pertama dengan cepat menjadi sensasi. Majalah ini habis terjual hanya dalam masa seminggu. 
Keluaran pertamanyaterjual 53,991 salinan dengan harga 50 sen (dollar).


Thursday, January 4, 2018

Sejarah Pertama Kali Perayaan Tahun Baru



Berdasarkan Kalender Buatan Caesar, Tahun Baru Pertama Kali Dirayakan pada Masa Romawi.
Tahun Baru pertama kalinya dirayakan pada 1 Januari 45 Sebelum Masehi (SM) seiring dengan berlakunya kalender Julian.

Setelah dirinya menjadi diktator Romawi, Julius Caesar memutuskan bahwa kalender Romawi perlu untuk direformasi. Kalender Romawi yang dibuat pada abad 7 SM mencoba mengikuti siklus bulan tetapi berkali-kali tidak sesuai dan harus diperbaiki. Terlebih lagi, pontifices, badan yang dibentuk untuk mengawasi kalender itu seringkali menyalahgunakan kewenangannya dan menambahkan hari untuk memperbesar masa bakti politik atau ikut campur dalam pemilihan.

Dalam mendesain kalender baru, Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Alexandria yang mengusulkannya untuk meninggalkan siklus bulan sebagai patokan dan beralih menggunakan patokan tahun matahari seperti kalender Mesir. Satu tahun dihitung selama 365 ¼ hari dan Caesar menambahkan 67 hari di tahun 45 SM menjadikannya 46 SM berawal pada 1 Januari, bukan pada bulan Maret.

Dia juga menitahkan setiap empat tahun sekali satu hari ditambahkan pada bulan Februari untuk mencegah kalendernya tidak tertinggal. Beberapa saat sebelum dia dibunuh pada 44 SM, Caesar juga mengubah nama bulan keenam dari Quintilus menjadi Julius (Juli) sesuai dengan namanya. Belakangan nama bulan Sextilis juga diubah menjadi Augustus (Agustus) mengikuti nama penerus Caesar.

Perayaan Hari Tahun Baru pada Januari tidak banyak dipraktekkan selama Abad Pertengahan, dan bahkan mereka yang berpegang teguh pada kalender Julian tidak mengikuti Tahun Baru jatuh tepat pada 1 Januari. Hal itu dikarenakan Caesar dan Sosigenes gagal untuk menghitung nilai yang benar untuk tahun matahari 365.242199 hari, bukan 365,25 hari. Dengan demikian, kesalahan 11 menit per tahun yang menambahkan tujuh hari pada tahun 1000, dan 10 hari pada pertengahan abad ke-15.

Gereja Katolik Roma menyadari kesalahan tersebut dan pada 1570, Paus Gregorius XIII memerintahkan ahli astronomi Jesuit, Christopher Clavius untuk membuat kalender baru. Pada 1582 kalender Gregorian diimplementasikan dengan menghilangkan 10 hari pada tahun itu serta membuat aturan baru bahwa hanya satu dari setiap empat tahun yang dapat dijadikan leap year(satu tahun terdiri dari 366 hari). Sejak saat itu orang-orang di seluruh dunia berkumpul pada 1 Januari untuk merayakan hadirnya Tahun Baru.


 Okezone.com

Wednesday, January 3, 2018

Asal - Usul Istilah " Kid Jaman Now "




Berawal dari rasa penasaran seorang Koko Dwiyanto dengan seringnya melihat komentar, status, maupun caption dengan tulisan "Kids Jaman Now." Akhirnya dia mencari asal mula munculnya tulisan itu.

Berdasarkan salah satu website, ternyata kalimat yang kini sedang viral ini awalnya diunggah oleh akun palsu dengan nama Seto Mulyadi. Kita ketahui Seto Mulyadi adalah pemerhati dan psikolog anak yang juga ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia. 

Istilah ini sebenarnya merupakan guyonan untuk menyikapi kelakuan aneh dan tidak wajar dari anak jaman sekarang tapi oleh mereka dianggap lazim.

Dari segi bahasa, 'Kids' dan 'Now' merupakan kata yang berasal bahasa inggris. Kids artinya anak-anak,  dan Nowadalah sekarang. Yang menjadi aneh, kedua kata inggris tersebut justru digabungkan kedalam satu kalimat dengan ukata 'Jaman' yang berasal dari bahasa Indonesia. Tapi inilah yang membuatnya jadi lucu. Kids Jaman Now, maksudnya adalah Anak-anak jaman sekarang.

Kata ini kian marak digunakan, bahkan pada headline sebuah portal berita, salah satunya adalah seperti "Kelakuan nyeleneh kids jaman now." Atau postingan di sosial media yang memperlihatkan anak kecil sedang berpacaran dengan captionnya "Kids Jaman Now."

Nah, dari informasi ini akhirnya Koko Dwiyanto jadi tahu awal mula munculnya kalimat ini. Sekarang jadi ngga penasaran lagi, bagaimana awalnya kalimat ini muncul.


Sumber : Kompasiana

Thursday, December 28, 2017

Mengapa Kawasaki Identik Dengan Warna Hijau, Begini Asal Usulnya




Kawasaki adalah pabrikan sepeda motor asal Jepang yang begitu identik dengan warna hijau, seperti Yamaha dengan warna birunya. Hampir semua model yang dijajakan tersedia dalam varian warna itu.

Lime green. Demikian Kawasaki menamakan warna yang begitu identik dengannya itu. Pertanyaannya, kenapa dari sekian banyak warna, mereka memilih hijau?

Asal usul ciri khas warna hijau ternyata tidak terinspirasi dari apa yang terjadi di Jepang sebagai negara asal Kawasaki. Warna hijau jadi ciri khas justru karena apa yang terjadi di Amerika Serikat (AS), pada 1968 silam.

Menurut laman kawasaki-cp.khi.co.jp, dikutip Sabtu (18/302017), di tahun itu Kawasaki meluncurkan sepeda motor balap bernama A1R, dengan warna hijau. Ada dua hal yang aneh dengan peluncurkan model tersebut.

Pertama, warna hijau, di AS, identik dengan kesialan. Kedua, saat itu tren motor sport masih sangat minim. Dengan kata lain, tidak ada pasarnya.

Namun menurut sumber, kedua hal tersebut memang terencana. Motivasi mereka adalah untuk mendobrak adat. "Kawasaki mengumumkan kepada dunia bahwa pemikiran konvensional tidak akan menjadi penghalang untuk mengejar tantangan baru," tulis laman tersebut.

Ada lagi jawaban yang lebih konkret. Laman accelerate.presspublisher.us mengatakan bahwa warna hijau memang sengaja dipilih Kawasaki untuk membedakan diri dengan merek lain. Kala itu pasar roda dua AS memang tengah "banjir" dengan 30an merek.

"Ini unik, khas, dan menonjol di setiap tempat trek balap. (Warna ini) tidak akan membuat bingung karena tidak pernah terlihat sebelumnya. Ini menciptakan warna eksklusif Kawasaki yang tidak akan tertukar dengan yang lain," ujar Molly Sanders, ahli cat yang berada di balik warna hijau terang itu.

Warna hijau awalnya hanya diterapkan pada motor-motor balap saja. Namun kebijakan internal pada 1982 mengubah itu. KZ1000R jadi model massal pertama yang pakai warna lime green. "Virus hijau" ini kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Tuesday, December 26, 2017

"Om telolet om" Pernah Populer Darimana Klakson Itu Bermula



'Om telolet om' Pernah mendadak jadi topik populer dunia Internet dan masyarakat kita,Tapi dari mana klakson telolet bermula?

Jika Anda membuka media sosial, anda mungkin akan dipenuhi dengan guyonan lucu 'om telolet om'. Sebagian mulai mengeluh tapi sebagian lagi ikut dalam keriangannya.

'Om telolet om' adalah sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas dengan harapan sopir akan membunyikan klakson yang unik. "Telolet telolet," begitu bunyinya.

Ini mendadak jadi populer setelah berbagai DJ terkenal mencuitkannya. Tapi sebelum itu, video-video lucu memperlihatkan orang-orang dewasa meminta 'telolet' ke supir bus sudah lebih dulu viral di Facebook. Tampaknya ada tren 'telolet challenge' dan 'demam telolet' yang sudah beberapa pekan menggerilya dari satu akun ke akun lain.

Dalam video-video yang memancing tawa itu, terlihat ekspresi kegembiraan tersendiri ketika Anda berhasil meminta supir membunyikan klakson dengan lambaian tangan dan teriakan, "Om telolet ommmmmm!" beramai-ramai.

Tapi bagaimana telolet ini bermula? Siapa yang bertanggung jawab atas kegaduhan ini?

Zaenal Arifin dari Bismania Community mengatakan bahwa bunyi klakson telolet sudah mulai terdengar satu dekade lalu. Klakson itu tidak spesifik dimiliki oleh jenis bus tertentu, melainkan hasil modifikasi yang dilakukan perusahan otobus (PO).

"Awalnya tiga corong, kemudian ada yang empat corong (lubang suara angin), bahkan ada yang enam lubang yang kemudian bunyinya dimodifikasi sesuai kreativitas," katanya. "Konsepnya seperti nada dering monophonicponsel, lagu-lagunya ondel-ondel, lagunya 'Jablay' Titi Kamal."

Dia mengklaim bahwa kebiasaan meminta klakson itu dimulai dari kebiasaan para penggemar bus yang sering memotret bus. "Sebagai balasan, supir bis biasanya kasih dim atau kasih klakson."

Adalah perusahaan otobus Efisiensi yang pertama mempopulerkan klakson telolet tersebut.

Manajer Komersil PO Efisiensi menceritakan bahwa sekitar 10 tahun lalu pemiliknya, pergi ke Arab Saudi dan mendengar bunyi klakson yang unik.

"Mendengar suara klakson di sana berbeda, dia memutuskan membeli untuk bisnya. Khususnya di bus reguler dari Cilacap Jogja, Purwokerto - Jogja, dan Purbalingga - Jogja."

Tapi awalnya klakson ini ternyata malah direspons negatif karena suaranya yang dinilai terlalu keras. Sampai-sampai, pihak PO meminta sopir-sopir mereka tidak membunyikan klakson itu di tempat-tempat tertentu karena masyarakat tidak terima dengan bunyi itu.

"Mulai disukai tiga empat tahun terakhir karena mulai banyak PO-PO yang juga menggunakan. Di beberapa daerah tertentu malah orang-orang minta klaksonnya dibunyikan. Kita merasa bangga juga, karena bisa dibilang kita yang pertama yang pakai klakson tiga corong."

Jadi, sudah merasa tertarik ikut 'tantangan telolet'? Sebelum Anda pergi ke ke pinggir jalan dan menanti bus idaman, ini bisa jadi pemanasan.


BBC.News