Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Friday, January 26, 2018

Kritikan Keras Untuk Jam Kiamat



Akhir Januari lalu, ilmuwan yang tergabung dalam Bulletin of the Atomic Scientists telah menetapkan waktu jam kiamat terbaru.

Dalam pengumumannya di National Press Club, Washington DC, akhir bulan lalu, kelompok peneliti penggagas Jam Kiamat menetapkan waktu Jam Kiamat masih tetap, tiga menit sebelum tengah malam, sama seperti waktu Jam Kiamat yang ditetapkan pada 2015.

Istilah Jam Kiamat ini menggunakan penggambaran kiamat dengan ditandai tengah malam, serta idiom ledakan nuklir yang diwakili dengan perhitungan mundur ke angka nol. Tujuan Jam Kiamat ini adalah menyampaikan ancaman nyata terhadap kemanusiaan yang bakal terjadi di bumi.

Namun, gagasan Jam Kiamat itu dipertanyakan efektivitasnya dalam menyadarkan penduduk bumi atas ancaman di atas. Ada ahli yang menyebutkan Jam Kiamat bukan alat yang tepat untuk memobilisasi orang atas perubahan lingkungan.

"Saya tak berpikir menggunakan retorika kehancuran total dunia membantu kita bekerja keras mendiskusikan kesulitan dan kesusahan masalah dalam sebuah demokrasi," kata Katherine Pandora, peneliti ilmu sejarah Universitas Oklohama, Amerika Serikat, dikutip dari Live Science, Kamis 25 Februari 2016.

Pandora berpendapat, pemberlakukan waktu Jam Kiamat itu malah bisa kontraproduktif dalam upaya menyadarkan orang untuk peduli dan melakukan tindakan mencegah ancaman bagi dunia.

Menurutnya, hal yang prinsip dan penting, yaitu menghadirkan otoritas yang bisa menyatakan keadaan darurat. Tambahnya, cara itu lebih efektif untuk mendapatkan perhatian orang dan cukup tegas untuk menjadi landasan pengambilan tindakan.

"Meminta generasi orang dengan rasa darurat terus menerus adalah kontraproduktif," kata dia.

Pandora menuturkan, efek yang tak diinginkan dari Jam Kiamat itu bisa menghambat dan merusak hubungan antara ahli dan non ahli.

Kritikan atas Jam Kiamat juga dilontarkan Anders Sandberg, pakar filsafat dari Future of Humanity Institute Universitas Oxford, Inggris.

Sandberg mengatakan, Jam Kiamat telah begitu 'keruh', karena membawa ancaman yang berdasarkan bahaya nuklir. Padahal, ancaman dunia juga bisa muncul dari rekayasa genetika dan terorisme siber dan lainnya.

"Ini bukan ukuran yang tepat dan itu juga menggabungkan beberapa hal. Mungkin jauh lebih mudah ketika mereka mulai, kemudian saat itu hanya perang nuklir. Tapi sejak itu, kita memperoleh risiko eksistensial lainnya," ujarnya.

Sandberg mengatakan, dengan fokus mengingatkan bahaya dengan nuklir dianggap bukan strategi efektif untuk memperbaiki masalah. Ia menambahkan, pemecahan pengembangbiakan nuklir juga dikatakan cukup rumit.

Dia juga mengkritik pembuat Jam Kiamat tidak menjelaskan secara jelas perkiraan risiko numerik. Pembuat Jam Kiamat itu tak menjelaskan bagaimana faktor risiko potensial masa depan, misalnya kecerdasan buatan dan lainnya.

"Tanpa perlindungan yang tepat, mungkin sangat berbahaya. Dengan pengamanan yang tepat, mungkin sebaliknya, itu mungkin hal terbaik yang bisa Anda bayangkan," kata Sandberg.

Diketahui, Bulletin of the Atomic Scientists merupakan kelompok yang melahirkan istilah Jam Kiamat. Kelompok ini didirikan pada 1945 oleh ilmuwan Universitas Chicago, Amerika Serikat, yang membantu mengembangkan senjata atom pertama dalam Proyek Manhanttan.

Nama tim ilmuwan universitas itu berubah menjadi Bulletin of the Atomic Scientists dan pada 1947 menciptakan Jam Kiamat.

Istilah Jam Kiamat ini menggunakan penggambaran kiamat dengan ditandai tengah malam, serta idiom ledakan nuklir yang diwakili dengan perhitungan mundur ke angka nol. Tujuan Jam Kiamat ini adalah menyampaikan ancaman nyata terhadap kemanusiaan yang bakal terjadi di bumi. 


Sumber : Viva Media Baru

Wednesday, November 22, 2017

SEJARAH " GAYA KABUR PARA KORUPTOR "



Untuk Menghindari kejaran hukum, mereka pergi ke luar negeri hingga ganti kewarganegaraan. Paling klise, alasan sakit.

Ketua DPR Setya Novanto mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju KPK, Mobil Fortuner hitam yang ditumpanginya menabrak tiang listrik, Novanto tak sadarkan diri.

Sebelumnya, Novanto kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 10 November. Sempat menghilang, KPK menyatakan bila pada pukul 21.30 Novanto tidak datang ke KPK, dia akan menjadi buron.

Dalam beberapa bulan terakhir sejak masalah hukum menimpanya, Novanto seringkali tidak menghadiri panggilan KPK. Dia beralasan sakit. Namun begitu praperadilannya menang dan status tersangka tak lagi disandang, dia kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa.

Beberapa pihak menduga yang dilakukan Novanto merupakan jurus berkilah dari kejaran penyidik. Cara-cara menghindari kejaran penyidik korupsi sudah menjadi siasat para koruptor sejak lama. Berikut beberapa contoh kasusnya.

Edi Tansil

Edi Tansil menjadi buron setelah terbukti merugikan uang negara sebesar 1,5 triliun rupiah melalui kredit Bank Bapindo. Ketika pencairan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), dia merupakan petinggi Bank Bapindo sekaligus direktur utama Golden Key Group (GKG). Melalui Golden Key Group, dia meminjam uang pada Bapindo sebesar 565 juta dollar amerika atau setara 1,5 triliun rupiah.

Edi kemudian dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dan denda 30 juta rupiah, uang pengganti lima ratus miliar, dan mengganti kerugian negara sebesar 1,3 triliun rupiah pada 1996. Tak sampai 20 tahun menghuni Lembaga Permasyarakatan Cipinang, Edi melarikan diri pada 4 Mei 1996.

Sejak itu, Edi menghilang. Menurut antaranews.com, kabar terakhir mengenai keberadaan Edi bisa dilacak di Tiongkok sejak 2013. Namun, hingga kini dia belum ditangkap.

Lahir di Makassar pada 2 Februari 1953, Edi sukses sebagai pengusaha di bidang keuangann. Kredibilitasnya diakui secara nasional. Namun skandal GKG mencoreng nama baiknya.

Ginandjar Kartasasmita

Mantan menteri Pertambangan dan Energi semasa Orde Baru ini menjadi tersangka dalam kasus Bantuan Kontrak Teknis (BKT) antara Pertamina dan PT Ustrindo Petro Gas di mana . Ginandjar bertanggungjawab atas penyetujuan proyek ini. BKT dimaksudkan untuk merekayasa sumur-sumur minyak yang sudah mati agar bisa menghasilkan minyak lagi. Namun dalam pelaksanaannya, sumur-sumur yang direkayasa adalah sumur aktif. Kasus ini merugikan negra sebanyak 24,8 juta dollar Amerika.

Pada 2001, Kejaksaan Agung (Kejagung) sempat kesulitan menangani kasusnya lantaran Ginandjar menolak diperiksa dengan alasan sedang sakit. Kejagung lalu mengambil langkah dengan memeriksa kesehatan Ginandjar. Namun begitu dokter datang, dia kabur melalui lift. Mobil yang membawanya kabur berjalan dengan kecepatan tinggi, sampai menyerempet petugas keamanan di dekat pagar Kejagung.

Selain aksi kabur itu, Ginandjar tak pernah hadir ketika berkali-kali dipanggil kejaksaan untuk menjadi saksi lantaran sedang berada di Belanda, AS, atau Jepang.

Ginandjar akhirnya ditahan pada 6 Maret-6 Mei 2001 di rumah tahanan kejaksaan. Namun dia tak sendiri, para pengacaranya menemani di kamar tahanan.

Sjamsul Nursalim

Pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) ini mulai disebut dalam kasus korupsi setelah banknya mendapat kredit dari pemerintah pada 1997. Kucuran dana untuk menyehatkan BDNI yang sakit itu ternyata melebihi batas maksimum dan muaranya masuk ke kantong pribadi Sjamsul.

Kejaksaan Agung lalu memeriksa Sjamsul atas penyimpangan penyaluran dan penggunaan dana BLBI. Kasus Sjamsul bertambah berat ketika BDNI mendapatkan Surat Keterangan Lunas BLBI dari Ketua BPPN Syafuddin Tumenggung pada 2004. Padahal, Sjamsul masih berutang 3,7 trilyun rupiah kepada negara. Sjamsul menang banyak, sementara negara rugi sampai 6,9 trilyun rupiah dan 96,7 juta dollar Amerika.

Meski mendapat beberapakali panggilan dari penyidik, Sjamsul dan istrinya Itjih Nursalim tak pernah memenuhi panggilan tersebut. Kabar yang santer terdengar mengatakan mereka kabur dan menetap di Singapura.

Samadikun Hartono

Pemilik Bank Modern ini bermasalah dengan hukum sejak menyalahgunakan kucuran dana BLBI yang didapat pada 1998. Alih-alih menggunakan dana itu untuk menyehatkan banknya, Samadikun malah menyalahgunakannya untuk kepentingannya sendiri. Kontan negara menanggung kerugian sampai 169 milyar rupiah akibat ulah Samadikun.

Samadikun lalu divonis empat tahun penjara. Namun sebelumnya, dia mengajukan izin untuk berobat ke Jepang. Kejaksaan mengabulkan. Samadikun diizinkan berobat selama dua minggu dengan menjadikan istrinya, Nelly Chandra, sebagai jaminan.

Begitu di Jepang, Samadikun tak pernah kembali lagi dan buron hingga 13 tahun. Laman cnnindonesia.com menyebut Samadikun pernah tinggal di Apartemen Beverly Hills, Singapura dan memiliki pabrik film di China dan Vietnam. Dia akhirnya ditangkap pada 2016 selepas menyaksikan balap Formula 1 di Shanghai.

Sudjiono Timan

Direktur utama PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) periode 1995-1997 ini menjadi tersangka korupsi karena menyalahgunakan wewenang dengan memberikan pinjaman tanpa agunan kepada Kredit Asia Finance Limited (KAFL) dan Festival Co. Tindakan tersebut membuat BPUI dan Departemen Keuangan menderita kerugian 178,9 juta dollar Amerika dan lebih dari 600 miliar rupiah.

Sudjiono terbukti bersalah dan dihukum 15 tahun penjara berikut denda 50 juta rupiah. Namun belum lagi kasusnya selesai, dia kabur ke Singapura. Pada 2013, istri Sudjiono mengajukan Peninjauan Kembali kasus suaminya. MA mengabulkan sehingga menuai kritik dari para ahli hukum.

Bambang Sutrisno

Sebagai salah satu bank yang dinyatakan tak sehat, Bank Surya mendapatkan kucuran dana BLBI. Dana itu merupakan pinjaman pemerintah untuk menyehatkan kembali usaha Bank Surya.

Namun alih-alih menggunakan dana untuk menyehatkan bankya, Bambang Sutrisno selaku wakil presiden komisaris malah mengucurkan dana BLBI ke 103 perusahaan fiktif (paper company) miliknya. Negara dirugikan 1,5 trilyun rupiah.

Kejaksaan langsung menetapkannya sebagai tersangka. Namun, Bambang tak pernah memenuhi panggilan kejaksaan meski pemanggilan sudah berkali-kali dikeluarkan melalui surat pos atau media massa. Bambang dinyatakan buron. Kejaksaan dibuat pusing, sampai-sampai menggelar sidang kasus Bambang tanpa kehadiran si terdakwa atau kuasa hukumnya (in absentia). Dalam sidang pada 13 November 2002 itu, PN Jakarta Pusat memvonis Bambang bersalah dan mengganjarnya dengan hukuman penjara seumur hidup.

Dwiyanto Prihartono, kuasa hukum Bambang, menolak pernyataan kalau Bambang kabur. Menurutnya Bambang sudah berada di luar negeri sejak 19 Juni 1997, sebelum dimulainya proses penyidikan kasus BLBI Bank Surya.

Andrian Kiki Anriawan

Sebagai mantan direktur utama Bank Surya, Adrian ikut menjadi tersangka dalam kasus pengemplangan dana BLBI. Bersama Bambang Sutrisno, dia disangka melakukan kejahatan dalam kurun 1989-1998.

Akibat ulahnya, negara merugi sebesar 1,5 triliun rupiah. Sama seperti rekannya, Andrian mendapat hukuman penjara seumur hidup. Namun, dia berhasil melarikan diri ke Singapura dan Australia sebelum akhirnya ditangkap di Perth pada 2008.

Tommy Soeharto

Pada 1994, PT Goro Batara Sakti milik Hutomo Mandala Putra melakukan ruislag dengan Badan Urusan Logistik (Bulog). Tukar guling tanah gudang Bulog seluas 150 hektar yang berjalan atas restu Presiden Soeharto itu memuat banyak kejanggalan. Akibatnya, negara mengalami kerugian sebanyak 95 milyar.

Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita memvonis putra bungsu Presiden Soeharto itu bersalah dan menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara serta denda Rp.30 juta plus mengganti kerugian negara sebesar Rp.30,6 milyar pada 22 September 2000. Tommy, panggilan akrab Hutomo, lalu mengajukan grasi kepada Presiden Abdurrahman Wahid.

Setelah grasinya ditolak, Tommy lalu buron. Dalam masa pelariannya itu, Tommy memerintahkan pembunuh bayaran menghabisi Syafiuddin, yang akhirnya meregang nyawa pada 26 Juli 2001.

Pelarian Tommy akhirnya berakhir pada 28 November 2001. Tim Kobra Polda Metro Jaya yang dipimpin Kompol Tito Karnavian berhasil menggerebek dia di tempat persembunyiannya di Bintaro, Tangerang.

Djoko Sugiarto Tjandra

Djoko menjadi terdakwa dalam kasus korupsi Bank Bali pada 1999. Kasus bermula dari pengalihan tagihan utang (cessie) Bank Bali yang melibatkan PT Era Giat Prima (EGP), yang didirikan oleh Djoko dan Setya Novanto.

Pada Januari 1999, terjadi perjanjian cessieantara Bank Bali dan PT EGP ke Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) dan Bank Umum Nasional (BUN). Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) meminta Bank Bali mentransfer 798 milyar rupiah ke rekening Djoko dan PT EGP.

Namun setelah dana itu cair, EGP meminta BPPN agar memberi instruksi pada BUN untuk memberikan uang pada Bank Bali sejumlah 546 miliar rupiah untuk dibayarkan pada PT EGP. Dana 546 miliar inilah yang menjadi masalah hingga ke persidangan dan membuat Djoko menjadi tersangka.

Djoko mendapat vonis hukuman 2 tahun penjara. Namun, dia berhasil melarikan diri ke Singapura. Belakangan diketahui, Djoko berpindah kewarganegaraan menjadi WN Papua New Guinea. Akibatnya, penyidik kesulitan mengekstradisinya.

Setya Novanto

Nama Novanto sedang ramai diperbincangkan beberapa bulan terakhir sejak dia ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus korupsi KTP-elektronik. Namun dalam catatan sejarah, kasus tersebut bukan kasus korupsi pertama yang melibatkan Novanto.

Pada 1999, Setya Novanto disebut dalam kasus cassie PT Bank Bali kepada Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI). Namun kasus yang merugikan negara sebesar 546 milyar rupiah itu tak mampu menjerat Novanto. Dia tetap lolos dari jerat hukum.

Kedua kasus tersebut hanyalah bagian dari banyak kasus yang menyeret nama Novanto. Ketua DPR ini antara lain terlibat dalam kasus penyelundupan beras Vietnam (2003), limbah beracun di Pulau Galang, Batam (2006), Proyek PON Riau (2012), dan yang terbaru kasus KTP-el. Kasus terakhir sempat melahirkan pemberitaan mengenai hilangnya Novanto sebelum akhirnya tertutup oleh pemberitaan kecelakaannya yang janggal di Permata Hijau, Jakarta Selatan.



historia   

Sunday, November 19, 2017

AWAL MULA LAHIRNYA KPK



Meski sudah berkali-kali menangkap pejabat negara, anggota DPR, menteri, kepala daerah sampai petinggi parpol, namun praktik korupsi masih tumbuh subur di Tanah Air. Bagaimana sejarah berdirinya KPK sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi?

KPK didirikan pada tahun 2002 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Pendirian KPK ini didasari karena Megawati melihat institusi kejaksaan dan kepolisian saat itu terlalu kotor, sehingga untuk menangkap koruptor dinilai tidak mampu. Namun jaksa dan polisi sulit dibubarkan sehingga dibentuklah KPK.

Jauh sebelumnya, ide awal pembentukan KPK sudah muncul di era Presiden BJ Habibie yang mengeluarkan UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari KKN. Habibie kemudian mengawalinya dengan membentuk berbagai komisi atau badan baru seperti KPKPN, KPPU atau lembaga Ombudsman.

Agar lebih serius lagi dalam penanganan pemberantasan korupsi, presiden berikutnya, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membentuk Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK). Badan ini dibentuk dengan Keppres di masa Jaksa Agung Marzuki Darusman dan dipimpin Hakim Agung Andi Andojo. Namun, di tengah semangat menggebu-gebu untuk memberantas korupsi dari anggota tim, melalui suatu judicial review Mahkamah Agung, TGPTPK akhirnya dibubarkan.

Sejak itu, Indonesia mengalami kemunduran dalam upaya pemberantasan KKN. Di samping membubarkan TGPTPK, Gus Dur juga dianggap sebagian masyarakat tidak bisa menunjukkan kepemimpinan yang bisa mendukung upaya pemberantasan korupsi. 
     
Setelah Gus Dur lengser, Mega pun menggantikannya. Di era putri Presiden pertama RI ini, Mega mewujudkan semangat pemberantasan korupsi. UU Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi diselesaikan era pemerintahan Megawati. Termasuk melahirkan lima pendekar pemberantasan korupsi pertama.

KPK merupakan lembaga negara yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. KPK bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Dalam pelaksanaan tugasnya, KPK berpedoman kepada lima asas, yaitu: kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, dan proporsionalitas. 

KPK mempunyai empat tugas penting yakni, koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi, melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi, dan melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara.

Sementara dalam melaksanakan tugas koordinasi, KPK berwenang mengoordinasikan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi; menetapkan sistem pelaporan dalam kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi; meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi kepada instansi yang terkait;

Selanjutnya, melaksanakan dengar pendapat atau pertemuan dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi; dan meminta laporan instansi terkait mengenai pencegahan tindak pidana korupsi.

KPK bertanggung jawab kepada publik dan menyampaikan laporannya secara terbuka dan berkala kepada Presiden, DPR, dan BPK. KPK dipimpin oleh pemimpin KPK yang terdiri atas lima orang, seorang ketua merangkap anggota dan empat orang wakil ketua merangkap anggota. 

Pemimpin KPK memegang jabatan selama empat tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk sekali masa jabatan. Dalam pengambilan keputusan, pimpinan KPK bersifat kolektif kolegial. 

Di masa awal berdirinya KPK, bisa dikatakan modalnya adalah 'nol besar'. Para pemimpin KPK dilantik tanpa gedung kantor untuk bisa bekerja dan tanpa karyawan. Mereka bahkan membawa staf dari kantor lamanya masing-masing dan menggajinya sendiri.

Saturday, October 7, 2017

RIWAYAT SINGKAT JONRU GINTING



Jonru adalah penulis produktif. Ini fakta yang tidak bisa disangkal. Dari tahun 2005-2014,  ia telah menulis 9 buku, baik berbentuk antologi penulisan bersama ataupun sendiri. Misalnya, Novel Cinta Tak Terlerai , Cowok di Seberang Jendela (Lingkar Pena Publishing House, 2005), Menerbitkan Buku Itu Gampang! (Tiga Serangkai, 2008), Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat (Dapur Buku, 2013), Sekuler Loe Gue End (Dapur Buku, 2013), Sembuh dan Sukses dengan Terapi Menulis (Dapur Buku, 2013), Pancasila, Apa Kabar? (Dapur Buku, 2013), Novel Cinta Tak Sempurna (Dapur Buku, 2014).

Sebenarnya, bakat menulisnya ini sudah muncul sejak ia kuliah S1. Ini terlihat dengan terbitnya karya puisinya berbahasa Inggris pada tahun 1993 yang dimuat di majalah Hello (Semarang). Kemampuan menulisnya ini yang terus ia asah saat kuliah Fakultas Ekonomi, Jurusan Akutansi (S1), dengan mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik kampus di majalah mahasiswa, Edents, dan koran kampus, Manunggal, di Universitas Diponegoro. Di dua majalah tersebut, ia didapuk menjadi redaktur pelaksana.

Produktivitas menulisnya inilah yang memungkinkan dirinya pada tahun 1995 diangkat menjadi koresponden majalah Anita Cemerlang wilayah Semarang dan sekitarnya (Profil dan Biografi Jonru, 8 Agustus 2014, facebook.com).

Berbakat dengan dunia menulis membuatnya tidak akan lepas dari dunia tersebut. Hal ini terlihat, selepas lulus, tepatnya sejak tahun 2000, ia menjadi konten editor di PT UniNET Media Sakti, selama satu tahun. Setahun kemudian, sejak April 2001 sampai 2007 ia menjadi konten editor di PT Cyberindo Aditama (CBN), Jakarta. Kedua perusahaan itu berada di Jakarta dan bergerak di bidang jasa infrastruktur teknologi, komunikasi, dan internet.

Meskipun pekerja kantoran, ia terus menghidupkan kemampuan imajinatifnya sebagai seorang cerpenis. Ia kemudian bergabung dengan Forum Lingkar Pena (FLP) pada tahun 2004, hingga menjabat sebagai anggota Divisi Humas di FLP Pusat sampai Agustus 2009.

FLP sendiri merupakan wadah penulis-penulis muda yang memiliki afiliasi dengan gerakan Tarbiyah, yaitu KAMMI dan kemudian bertamorposis menjadi Partai Politik dengan nama Partai Keadilan Sejahtera, di mana mereka menjadikan dunia menulis, khususnya fiksi, sebagai jalan dan media jihad untuk menyebarkan syiar Islam dan kesalehan publik Islam.

Pada 10 Maret 2007, ia mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut dan mencoba penuh waktu berwirausaha sambil meneruskan kemampuan menulisnya menjadi blogger. Dalam bidang usaha, ia pernah mencoba pelbagai macam usaha, dari jualan bisnis hingga MLM (Multi Level Marketing). Namun, setelah 8 bulan berwirahusaha, ia sempat kembali sebagai pekerja kantoran, selama kurang lebih dua bulan (7 November-7 Januari 2008) sebagai web administrator dan content manager di Mizan.com.

Mizan sendiri adalah merupakan penerbitan Islam dengan buku-buku yang mencerahkan. Namun, penerbit ini seringkali dituduh oleh banyak orang, termasuk Jonru, setelah ia tidak kerja di sana, sebagai Syiah. Karena Syiah, maka dianggap telah keluar dari Islam. Ini tercermin dari status facebooknya pada 10 April 2015 dengan judul Tentang Mizan dan Syiah.

Dalam status facebook tersebut, ia menuduh Mizan sebagai Syiah. Meskipun penerbit tersebut dianggap Syiah, Jonru meminta agar orang tidak menuduhkan apa yang diproduksi oleh Mizan selalu terkait dengan Syiah. Di sini, jika orang tidak jeli melihat, ia sebenarnya sedang bernegosiasi antara dirinya sebagai orang yang pernah bekerja di Mizan, meski hanya beberapa bulan, tetapi tidak boleh juga melawan arus para followers-nya di tengah isu stigma Syiah yang menguat sebagai bukan Islam.

Tiga kemampuan (keahlian menulis, pengalaman bekerja di jasa internet, dan pengelola website) ini membuatnya dinobatkan sebagai pemenang utama dengan mendapatkan anugerah Super Blog melalui blognya, jonru.net (kini bernama jonru.com), dari tiga kandidat lainnya dalam lomba “Internet Sehat Blog Award 2009”. Penyelenggaran ini digelar oleh ICT Watch, organisasi nirlaba berfokus pada isu komunikasi dan teknologi di Indonesia.

Tiga kemampuan itu yang membuatnya kemudian berhasil jualan di sejumlah lembaga, baik pemerintah maupun swasta dengan menjadi pembicara dan fasilitator, baik itu mengenai dunia kepenulisan maupun pembuatan dan pengelolaan situs (website).

Kehadiran media sosial dan perkembangan feature-nya memungkinkan orang bisa berinteraksi secara langsung, cepat, dan efektif. Namun, demokratisasi pengguna telepon genggam dengan adanya telepon pintar yang datang dari negeri Asia Timur, seperti Hongkong, Taiwan, dan Republik Rakyat China, serta kehadiran media sosial, jika disalahgunakan bisa berbahaya. Terlebih lagi, apabila ini beririsan dengan politik elektoral, baik pada level lokal, nasional, ataupun internasional.

Sebagai pengelola konten situs, blogger, dan seorang penulis, Jonru mengerti kemampuan media sosial semacam ini. Sejak pemilihan presiden pada tahun 2014, dalam memenangkan kandidat Prabowo-Hatta, ia menggunakan kemampuan tersebut. Harus diakui, sebagai mantan pengurus Forum Lingkar Pena Pusat, yang memiliki irisan kuat dengan PKS, memilih Prabowo-Hatta yang juga didukung oleh Partai tersebut juga merupakan alasan kuat Jonru untuk mendukung dan menghancurkan lawan politiknya di dunia media sosial.

Memang, usahanya memenangkan Prabowo gagal. Namun, alih-alih itu membuatnya berhenti menuliskan status facebook, sejak Jokowi menjadi presiden, ia menjadi musuh pertama dan utama yang terus-menerus melakukan serangan brutal kepada Jokowi, orang-orang terdekatnya, dan sejumlah kebijakan yang dibuatnya.

Serangan brutal dengan status facebook dan berita fitnah yang sering dibagi ini menemukan momentum dan kapitalnya. Ini karena, dengan hanya ada dua pilihan kandidat presiden dan kemenangan tipis, membuat masyarakat terbelah dua, Pro-Jokowi atau Anti-Jokowi. Di sini, ia memelihara kekalahan kubu pendukung Prabowo dengan selalu menghangatkan permusuhan dan kebencian.

Postingan kebencian yang terus-menerus dan interaksi komunikasi yang dibangun kepada pendukung Prabowo di media sosial ini menempatkan dirinya, dalam istilah Theresa M. Senft (2008), mikro-selebriti. Selain mendapatkan tanda centang biru sebagai tanda terverifikasi, hal ini tercermin dari followers-nya yang berjumlah 1,497,468.



sumber : thegeotimes

Thursday, October 5, 2017

LIMA NEGARA PERTAMA YG MENERAPKAN TILANG ELEKTRONIK


Rencana penerapan tilang elektronik (e-tilang) kembali muncul ke permukaan. Sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar jadi yang terdepan dalam persiapannya.

Di negara lain, penerapan e-tilang telah berjalan. Berikut daftar negara-negara yang telah menerapkan e-tilang:

1. Amerika Serikat

Berita RekomendasiNah! Sistem E-Tilang Diharapkan Mampu Minimalkan Praktik PungliWacana Tilang Elektronik dan Kesiapan Kota-kota di Indonesia

Sejak diberlakukannya e-tilang, Amerika Serikat berhasil menjaring banyak pelanggar dengan berbagai bentuk tindak pelanggaran lalu lintas. Sejak diberlakukan pertama kali pada tahun 2009, cakupan penerapan kebijakan ini telah merata di 400 kota di seluruh negara bagian.

2. Inggris

Terkait dengan kebijakan ini, Inggris telah memasang ribuan CCTV di seluruh penjuru. Dari jumlah tersebut, otoritas terkait mampu memantau 14 juta mobil per harinya.

Yang istimewa, otoritas setempat telah mengaktifkan 20 puluh jenis CCTV untuk menopang laju kebijakan ini. Setiap CCTV memiliki spesifikasi dan fungsi yang berbeda.

3. Korea Selatan

Bila mengukur kesuksesan penerapan kebijakan ini di kalangan negara Asia, Korea Selatan nampaknya jadi salah satu yang paling berhasil. Pasalnya, puluhan ribu CCTV yang disebar otoritas setempat telah mampu mengurangi angka kejahatan jalanan dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas masyarakat.

4. Jepang

Di Jepang, di negara yang terkenal dengan kedisiplinan tinggi, penerapan kebijakan ini dilakukan sangat serius. Sejak 2014, ribuan CCTV dipasang oleh otoritas setempat.

Tak hanya di jalan raya dan wilayah-wilayah vital. Otoritas setempat bahkan menempatkan CCTV sampai di gang-gang kecil.

Yang menarik, dari kebijakan ini, kita dapat melihat bahwa kedisiplinan masyarakat Jepang betul-betul nyata. Terbukti, dari penerapan kebijakan ini, pemerintah Jepang hanya mampu mengumpulkan uang sebesar Rp 221 juta yang dihasilkan dari denda para pelanggar.

5. Singapura

Negara tetangga Indonesia, Singapura juga memiliki capaian yang cukup baik terkait dengan penerapan kebijakan ini. Pada 2012, otoritas setempat memasang sebanyak 6.500 CCTV di seluruh wilayah.

Dalam kurun waktu tersebut, otoritas setempat berhasil menangkap 1.900 penjahat dengan bantuan CCTV.

Wednesday, October 4, 2017

MENGHITUNG UNTUNG & RUGI JIKA CATALAN MERDEKA DARI SPANYOL




Keinginan untuk merdeka rakyat Catalan (Catalonia) kembali menyeruak. Bahkan kini semakin menguat. Pada September ini Catalan akan menyelenggarakan pilkada, lebih sebagai referendum (tak resmi) untuk memerdekakan diri dari Spanyol bersatu.

Langkah politik untuk membentuk negara otonom sudah dilakukan sejak lama. Bahkan sejak Catalan ditaklukkan oleh Spanyol pada 1714. Perjuangan warga Catalan untuk kembali lepas dari cengkeraman Spanyol bahkan pernah memicu terjadinya perang saudara pada 1930.

Demokratisasi yang semaking menguat mendorong warga Catalan kian gencar menyerukan keinginannya. Referendum tak resmi pada 9 November 2014, sekitar 80 persen warga Catalan ingin berdaulat.

Dunia memandang situasi ini tak semata-mata dengan kaca mata politik. Meski dalam konteks Spanyol dan Catalan politik dan bola telah jadi satu sebagaimana Barcelona dan La Liga tak bisa dilepas dan pisah.

Barcelona salah satu klub terbesar di dunia sekaligus nama salah satu provinsi di Catalan selain Girona, Lleida dan Tarragona. Sebagaimana popularitasnya sebagai kota terbesar kedua di Spanyol bahkan menjadi salah satu daerah metropolitan di Eropa, Barcelona pun telah mendunia dengan segudang prestasi dan pesonanya. Namun kemerdekaan Catalan terancam menguburkan pesona dan daya magis tersebut.

Bila saja Catalan merdeka maka sudah dipastikan Barcelona terdepak dari La Liga. Nama besar kompetisi tertinggi di sepakbola Spanyol itu akan kehilangan kontestan yang telah menjadi salah satu ikon kompetisi dan 23 kali tampil sebagai yang terbaik.

Presiden Liga Spanyol Javier Tebas dan menteri olahraga negara Miguel Cardenal telah mengisyaratkan hal itu. Barcelona, juga klub Catalan lainnya seperti Espanyol tak ambil bagian di pentas La Liga.  

Konsekuensinya, Tebas dan Cardenal memprediksi La Liga akan terpecah. Barca sendiri akan berhenti menjadi kekuatan utama dalam sepakbola Eropa baik dari segi pendapatan (pemasukan dari televisi menurun) maupun kualitas tim karena rivalitas melemah bahkan hilang sama sekali.

Namun bukan tidak mungkin Barcelona masih tetap bisa mengibarkan panji-panjinya. Namun riwayatnya akan seperti Ajax, Celtic atau Standard Liege.

FC Barcelona tidak akan mampu untuk melanjutkan bersaing di Liga Spanyol. Ini masuk akal untuk berpikir bahwa jika Catalonia merdeka, klub bisa meminta untuk didaftarkan oleh federasi Spanyol.

Aspirasi olahraga dari klub Catalan akan berbeda. Barca, misalnya, akan menjadi tim seperti Ajax, Celtic atau Standard Liege dan akan melakukan dengan baik untuk sampai ke perempat final Liga Champions. 

Kehadiran Barcelona di pentas La Liga telah memberi warna tersendiri. Terutama dalam persaingannya dengan raksasa ibu kota Real Madrid. Pertemuan kedua tim besar ini menyertakan banyak hal. Tak hanya kompetisi antara dua raja. Tetapi juga prestise dan persaingan antar wilayah.

Laga El Clasico telah dipandang sebagai persaingan antara dua daerah saingan di Spanyol yakni Catalan dan Castile. Rivalitas dua wilayah ini selalu menimbulkan ketegangan budaya dan politik. Pernah ada titik kelam dalam lembaran sejarah Spanyol ketika warga kedua wilayah itu berperang, apa yang disebut sebagai perang saudara. Hingga kini warga Catalan akan selalu melihat Real Madrid sebagai cermin sentralisme dan dominasi Castile.

Tak heran saat kedua tim bertemu di lapangan hijau, serasa seperti ‘pertempuran’ antara dua wilayah, dan ‘peperangan’ antarmasyarakat kedua wilayah. Tensi tinggi pasti terjadi, belum lagi intrik dan kontroversi. Di tribun penonton garis batas terlihat jelas, mana suporter Madrid dan mana fans Barcelona. Penonton dunia disuguhkan koreografi memikat antar kedua kubu, selain persaingan para pemain di lapangan. El Clasico selalu menarik perhatian dunia, bahkan menjadi salah satu pertandingan dengan jumlah penonton terbanyak.

Di luar lapangan persaingan pun tak kalah hebat. Perpindahan Alfredo di Stefano dari Barcelona menuju Real Madrid menimbulkan kegemparan. Hingga kini jarang ditemukan pemain dari kedua klub saling bertukar tempat. Bursa transfer Spanyol seperti memiliki pengecualian di mana ada pintu tertutup bagi Barcelona dan Madrid untuk saling bertukar pemain.

Ketika Gerard Pique melancarkan kritik terkait pesta ulang tahun ke-30 megabintang Madrid Cristiano Ronaldo, secepat kilat ia mendapat reaksi keras dari fans Madrid. Saat membela timnas Spanyol sekalipun, Pique tetap dilihat sebagai pemain Barcelona, bahkan lebih dari itu seorang Catalan.

Entah apa yang terjadi jika Barcelona benar-benar terdepak dari La Liga. Tak hanya El Clasico yang hilang, rivalitas para pemain di kedua kubu pun setali tiga uang. Terlebih lagi antara Lionel Messi dan Ronaldo, dua pemain terbaik sejagad yang tak pernah berhenti berburu gelar dan mengukir rekor.

Kehadiran Barcelona membuat La Liga tak semata didominasi Real Madrid. Apa yang terjadi jika La Liga tanpa Barcelona? Tentu Madrid akan semakin menunjukkan kedigdayaannya. Satu-satunya lawan yang diperhitungkan hanyalah rival sekota, Atletico Madrid.

Hal serupa akan terjadi di Catalan. Sebagai satu-satunya saingan di La Liga, Espanyol bukanlah lawan yang sepadan. Madrid akan memonopoli La Liga dan Barcelona akan menjadi penguasa tunggal Catalan. Konstetasi bisa berubah jika muncul tim-tim lain yang siap belanja besar-besaran untuk membangun tim. Atau jika Barcelona disambut ke kompetisi lain, seperti Ligue 1 misalnya.

Lebih dari itu di level timnas bagaimana jadinya komposisi skuad? Bukan rahasia lagi persaingan wilayah sudah merasuk hingga ke level timnas. Selain Catalan, wilayah lainnya seperti Basque juga memiliki klub-klub lokal yang tak pernah absen mencetak pemain bintang bagi timnas La Furia Roja. Tak hanya duo Madrid, Barcelona, Atletico Bilbao, Osasuna dan Real Sociedad pun tak pernah absen mengirim pemain ke level timnas.

Publik tentu masih ingat peristiwa miris pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Semua pemain Spanyol yang berlaga sejak pertandingan pertama hingga semifinal tak satu pun yang menyanyikan lagu kebangsaan Spanyol La Marcha Real.

Bagaimana jadinya timnas Spanyol jika tanpa para pemain Catalan? Pemain sekelas Xavi Hernandez, Sergio Busquets, Cesc Fabregas, Jordi Alba, Gerard Pique, Kiko Casilla, Cristian Tello, Bojan Krkic, Gerard Deulofeu, Marc Muniesa, Andreu Fontas bahkan pelatih beken Pep Guardiola merupakan orang Catalan.

Barcelona tak hanya menjadi sebuah klub sepakbola tetapi juga medium pergerakan. Stadion Nou Camp telah menjadi panggung bagi para pendukung Catalan untuk menyuarakan sikap.

Saat laga kandang terjadi, stadion megah tersebut menjadi ruang aktualisasi kaum pro kemerdekaan. Spanduk Catalan is Not Spain,bahkan hingga bendera kemerdekaan Catalan dikibarkan. Setiap menit ke-17 dan detik ke-14 di setiap babak fans Barcelona akan meneriakan kata merdeka. Menit tersebut menjadi penanda tahun 1714 saat Catalonia ditaklukkan Spanyol.

Berbeda dengan Espanyol yang dikenal sedikit berpihak pada pemerintah pusat, Barcelona menyediakan ruang yang lebih bagi rakyat Catalan untuk bersikap. Pada masa kediktatoran Miguel Primo de Rivera (1923-1930) dan terutama Francisco Franco (1939-1975), para pendukung kemerdekaan dan penentang rezim berkuasa akan beramai-ramai bergabung dengan Barcelona sebagai cara aman untuk menggelorakan aspirasi. Saat itu Barcelona mendapat privilese lantaran kedekatan manajemen kluba dengan penguasa. Tak heran hingga kini Barcelona menjadi simbol pergerakan. Barcelona itu “lebih dari sebuah klub’ (Mes que un club) bagi rakyat Catalan.

Meski demikian seruan rakyat Catalan bertolak belakang dengan kehendak manajemen. Sebagian besar jajaran Blaugrana menentang kemerdekaan Catalan meski sang presiden Josep Maria Bartomeu telah menandatangani pakta untuk mendukung referendum.

Namun seruan kemerdekaan ini tampaknya akan terus bergelora. Tak kurang dari 1,4 juta fans Barcelona saat ini merupakan kaum pro kemerdekaan.

Secara legal hukum Konstitusi Spanyol tak membenarkan pemisahan karena akan terhalang oleh keinginan masyarakat Spanyol lainnya. Namun bukan tidak mungkin segala sesuatu bisa saja terjadi seperti telah terjadi di banyak negara di dunia, termasuk di tanah air Indonesia.



sumber : kompasiana

Monday, October 2, 2017

SEJARAH AWAL REFERENDUM CATALUNIA DAN ALASANNYA



Dalam sejarahnya Catalonia adalah wilayah independen Semenanjung Iberia yang terletak di antara Spanyol dan Portugal, dengan bahasa, undang-undang dan kebiasaannya yang berbeda.

Saat perang Suksesi Spanyol pimpinan Raja Philip IV berakhir dengan kekalahan Valencia pada tahun 1707, di Catalonia pada tahun 1714, dan kepulauan terakhir pada tahun 1715, kemudian menghasilkan kelahiran Spanyol modern.

Raja-raja selanjutnya mencoba memberlakukan bahasa dan undang-undang Spanyol di wilayah tersebut. Namun di Catalonia terus terjadi pemberontakan untuk memisahkan diri dari Spanyol. Puncaknya ketika pada 1938, ketika diktator Spanyol, Jenderal Francisco Franco membantai 3.500 milisi separatis Catalonia. Selama kepemimpinan Franco upaya pemisahan diri Catalonia bisa teredam.

Baru pada saat 1977 ketika demokrasi kembali ke negara tersebut, Catalonia diberi  otonomi khusus yang lebih luas. Hal itu semakin membuat kelompok separatis leluasa mengkampanyekan kemerdekaan.

Pada Juli 2010 upaya kemerdekaan semakin bulat ketika Mahkamah Konstitusi di Madrid mengesampingkan sebagian dari undang-undang otonomi tahun 2006, yang menyatakan bahwa tidak ada dasar hukum untuk mengakui Catalonia sebagai sebuah negara di Spanyol.

Secara politik partai-partai yang dibentuk oleh kekuasaan di Madrid sangat tidak populer di Catalonia yang memiliki penduduk lebih dari 7 juta jiwa. Rakyat Catalonia merupakan pendukung setia partai kanan jauh, Convergence and Union (CiU), pimpinan Presiden Catalonia, Artur Mas.

Secara ekonomi wilayah Catalonia telah lama menjadi jantung industri Spanyol dan yang pertama untuk kekuatan maritim dan perdagangan barang seperti tekstil, keuangan, layanan dan perusahaan hi-tech.

Catalonia adalah salah satu daerah terkaya di Spanyol, menyumbang 18,8 persen GDP Spanyol, dibandingkan dengan 17,6 persen dari Madrid.

Dengan memisahkan diri akan menghasilkan produk domestik bruto sebesar US$ 314 miliar menurut perhitungan oleh OECD.  Fakta ini akan menjadikan ekonomi Catalonia terbesar ke-34 di dunia dan membuatnya lebih besar dari Portugal atau Hong Kong.

PDB perkapita akan menjadi US$ 35.000 juga akan membuat Catalonia lebih kaya daripada Korea Selatan, Israel atau Italia. Dan kontribusi Catalonia terhadap ekonomi Spanyol dua kali lipat dari Skotlandia ke Inggris.

Dalam hal makanan dan sepak bola mereka sangat bangga dengan makanan dan koki mereka, seperti Ferran Adria, dari El Bulli, dan Jordi Cruz, yang memenangkan bintang Michelin pertamanya pada usia 25 tahun. El Celler de Can Roca dinobatkan sebagai restoran terbaik di dunia untuk tahun 2013, dan berada di urutan kedua pada 2014.

Catalonia memiliki idola klub sepak boal sendiri yakni FC Barcelona, yang menjadi pesaing utama Real Madrid yang merepresentasikan penguasa Spanyol. Duel kedua klub yang disebut "El Clasico" merupakan sebuah peristiwa besar bagi kedua kota tersebut.



sumber : kompas

Saturday, September 16, 2017

ASAL MULA DITEMUKAN PIL PCC



Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar menyita 29 ribu butir obat jenis PCC (paracetamol caffein carisoprodol) dari sebuah distributor obat di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 15 September 2017. Obat berbahaya ini sama dengan obat yang memakan puluhan korban di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Obat PCC tersebut keberadaannya terungkap dari hasil pengawasan rutin petugas. Lokasi penemuan barang diketahui sebagai salah satu pedagang besar farmasi (PBF) milik pria berinisial SS yang terdaftar resmi di Kementerian Kesehatan.

Di sayangkan karena PBF ini sarana resmi distributor obat, BPOM sejak satu bulan lalu telah menelusuri praktik peredaran obat PCC di Makassar. Berdasarkan laporan masyarakat, lima distributor obat dipantau. Dari lima lokasi, satu di antaranya kedapatan menyimpan obat terlarang itu.

Obat dikemas dalam 29 kemasan. Setiap kemasan berisi seribu butir pil, dan pil PCC yang disita sebagai obat terlarang. Obat jenis itu dinyatakan ilegal sejak 2013.

Sebelumnya, obat ini dianggap bermanfaat sebagai analgetik dan depresan. Namun, akhirnya dilarang karena banyak disalahgunakan sehingga banyak memakan korban.


Thursday, September 7, 2017

ASAL MULA LAHIRNYA HOAX



Di negara Indonesia hoax kerap diperbincangkan di media massa maupun media sosial, karena dianggap meresahkan publik, dengan informasi yang tidak bisa dipastikan kebenarannya. Lantas apa itu hoax dan darimana asalnya?

Menurut Lynda Walsh dalam buku berjudul Sins Against Science, istilah hoax atau kabar bohong, merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang masuk sejak era industri.

Seperti dilansir Antara, Jumat 6 Januari 2016, asal kata 'hoax' diyakini ada sejak ratusan tahun sebelumnya, yakni 'hocus' dari mantra 'hocus pocus'. Frasa yang kerap disebut oleh pesulap, serupa 'sim salabim'.

Alexander Boese dalam bukunya, Museum of Hoaxes, mencatat hoax pertama yang dipublikasikan adalah almanak atau penanggalan palsu yang dibuat Isaac Bickerstaff alias Jonathan Swift pada 1709.

Saat itu, ia meramalkan kematian astrolog John Partridge. Agar meyakinkan publik, ia bahkan membuat obituari palsu tentang Partridge pada hari yang diramal sebagai hari kematiannya.

Swift mengarang informasi tersebut untuk mempermalukan Partridge di mata publik. Partridge pun berhenti membuat almanak astrologi hingga enam tahun setelah hoax beredar.

Penyair aliran romantik Amerika Serikat, Edgar Allan Poe, pun diduga pernah membuat enam hoax sepanjang hidupnya, seperti informasi dari hoaxes.org yang dikelola Boese.

Poe, sekitar 1829-1831, menulis di koran lokal, Baltimore, akan ada orang yang meloncat dari Phoenix Shot Tower pada pagi hari 1 April. Orang itu ingin mencoba mesin terbang buatannya, dan akan melayang ke Lazaretto Point Lighthouse yang berjarak 2,5 mil.

Saat itu, Phoenix Shot Tower yang baru dibangun, merupakan bangunan tertinggi di AS. Berita orang terbang di gedung tertinggi itu menarik banyak peminat, hingga orang-orang berkumpul di bawah gedung untuk menyaksikannya.

Tapi, yang ditunggu-tunggu tak kunjung hadir. Kerumunan orang kesal dan bubar begitu menyadari hari itu 1 April. Poe lalu meminta maaf di koran sore, menyatakan orang itu tak bisa hadir karena salah satu sayapnya basah.


  1. Salah satu hoax yang sering beredar adalah ancaman asteroid menghantam bumi hingga menyebabkan kiamat. NASA, pada 2015, membantah rumor asteroid jatuh dan mengakibatkan kerusakan besar di bumi.


Menurut mereka, asteroid yang berpotensi berbahaya memiliki 0,01 persen berdampak pada bumi selama 100 tahun ke depan.

"Kalau ada objek besar yang akan merusak pada September, tentu kami sudah bertindak sekarang," kata Manajer Objek Dekat Bumi NASA Paul Chodas, pada Agustus 2015.

Di Indonesia, saat ini kepolisian sedang melacak penyebar berita bohong mengenai jutaan pekerja asal Tiongkok di Indonesia. Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya membantah kabar jumlah pekerja Tiongkok di Indonesia, yang mencapai puluhan juta orang. Jokowi menyatakan, ada 21 ribu pekerja asal Tiongkok di Indonesia.

Mengapa Hoax Menyebar?

Direktur Institute of Cultural Capital di University of Liverpool Simeon Yates, dalam tulisannya yang dimuat di world.edu, Fake News-Why People Believe It and What Can Be Done to Counter It, menyebutkan ada fenomena bubbles atau gelembung dalam penggunaan media sosial atau medsos.

Pengguna medsos cenderung berinteraksi dengan orang yang memiliki ketertarikan yang sama dengan diri sendiri. Dikaji dari studi kelas sosial, gelembung medsos tersebut mencerminkan gelembung 'offline' sehari-hari.

Kelompok tersebut kembali ke model lama, juga bertumpu pada opini pemimpin mereka yang memiliki pengaruh di jejaring sosial. Kabar bohong yang beredar di medsos, menjadi besar ketika diambil oleh situs atau pihak terkemuka yang memiliki banyak pengikut.


  1. Kecepatan dan sifat medsos yang mudah dibagikan (shareability), berperan dalam penyebaran berita. Sebagaimana ditekankan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, menjadi sulit membedakan mana yang palsu dari fakta, dan sudah banyak bukti serta butuh perjuangan untuk menghadapi ini.


Media digital juga membuat lebih sulit untuk membedakan kebenaran konten. Berita online lebih sulit untuk dibedakan.

Masalah berikutnya adalah bahwa mencabut 'berita palsu' di medsos saat ini kurang didukung teknologi. Meskipun tulisan dapat dihapus, ini adalah tindakan pasif, kurang bermakna daripada pencabutan satu paragraf di surat kabar.

Agar memberi dampak, yang diperlukan tidak hanya menghapus posting-an, tetapi menyoroti dan mengharuskan pengguna untuk melihat dan menyadari bahwa berita yang dimaksud sebagai 'berita palsu'.

Jadi apakah berita palsu adalah manifestasi dari masa media digital dan sosial? Tampaknya mungkin medsos dapat memperkuat penyebaran informasi yang salah.

Ini bukan 'persyaratan' teknologi, tapi pilihan--oleh desainer sistem dan regulator mereka (di mana mereka berada). Dan media mainstream mungkin telah mencoreng reputasi mereka sendiri melalui liputan berita 'palsu', membuka pintu ke sumber berita lainnya.

Pesan nyata dari masalah hoax adalah, tanyakan pada diri sendiri, seberapa sering Anda memeriksa fakta cerita sebelum menyebarkannya?



sumber liputan 6