Showing posts with label Kejadian. Show all posts
Showing posts with label Kejadian. Show all posts

Friday, December 15, 2017

Awal Penamaan Gelombang Tsunami



Tsunami dalam bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti ?ombak besar di pelabuhan? adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. 

Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. 

Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.

Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama yang mengaitkan tsunami dengan gempa bawah laut. Namun hingga abad ke-20, pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami.

Teks-teks geologi, geografi, dan oseanografi di masa lalu menyebut tsunami sebagai ?gelombang laut seismik?.

Beberapa kondisi meteorologis, seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami yang ketinggiannya beberapa meter diatas gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa menggenangi daratan. Gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008.

Wilayah di sekeliling Samudra Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini. Wilayah di sekeliling Samudera Hindia sedang membangun Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di Indonesia. 

Sunday, November 26, 2017

RENTETAN KISAH AWAL LETUSAN GUNUNG AGUNG 1963



Gunung Merapi yang meletus pada 2010 lalu, peristiwa ini menyisakan kisah pilu karena Sang Juru kunci. Sebagian orang mungkin tak menyangka jika sesungguhnya sejarah letusan Gunung Agung 1963 lebih pilu dari itu. Bukan hanya juru kuncinya, namun seluruh penduduk di kaki gunung suci umat Hindu Bali tersebut menerima tumpahan lahar panas yang melaluinya.

Letusan Gunung Agung 1963 terjadi setelah gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu tertidur panjang 120 tahun lamanya. Kini, 54 tahun kemudian, gunung yang berjuluk Tahta Para Dewa itu kembali menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan. Hingga Ahad, 24 September 2017, status gunung berapi ini sudah ditetapkan di level tertinggi, awas.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut Gunung Agung adalah gunung berapi paling eksplosif di Indonesia, mengalahkan Gunung Merapi di Yogyakarta dan Gunung Sinabung di Sumatra Utara. Catatan sejarah tentang letusan Gunung Agung yang diketahui sebanyak empat kali, salah satu informasinya dari Kama Kusumadinata (1979) dalam bukunya yang berjudul 'Data Dasar Gunung Api Indonesia'.

Berikut penelusuran dari berbagai sumber tentang informasi tersebut:

1. Letusan 1808
Gunung Agung meletus disertai uap dan abu vulkanik. Gunung ini melontarkan abu dan batu apung dalam jumlah luar biasa. Jejak sejarahnya adalah bukit-bukit batu yang mendominasi topografi Kabupaten Karangasem saat ini.

2. Letusan 1821
Ini merupakan kelanjutan aktivitas Gunung Agung sejak 1808. Sayangnya sejarah letusan 1821 tidak terdokumentasikan dengan baik. Letusan yang berlangsung saat ini adalah letusan normal.

3. Letusan 1843
Letusan 1843 didahului serangkaian aktivitas kegempaan. Gunung Agung kembali memuntahkan material abu, pasir, dan batu apung. Pada 1908, 1915, dan 1917, di berbagai tempat di dasar kawah dan pematang Gunung Agung tampak tembusan fumarola.

4. Letusan 1963
Letusan dimulai 18 Februari 1963 dan baru berakhir 27 Januari 1964. Letusan dahsyat ini mencatat korban 1.148 orang meninggal dunia dan 296 orang luka. Mayoritas korban berjatuhan karena awan panas letusan yang melanda tanah lebih dari 70 kilometer per segi.

Letusan 1963 diawali gempa bumi ringan yang dirasakan penghuni Kampung Yeh Kori. Sehari kemudian terasa kembali gempa bumi di Kampung Kubu, di pantai timur laut kaki Gunung Agung, sekitar 11 kilometer dari lubang kepundannya.

18 Februari 1963, sekitar pukul 23.00 WITA di pantai utara terdengar suara gemuruh dalam tanah. 19 Februari 1963, pukul 01.00 WITA terlihat gumpalan asap dan bau gas belerang, disusul awan mengembus dari kepundan pukul 03.00 WITA. Dua jam kemudian terdengar dentuman perdana, disusulsemburan batu-batu kecil hingga besar dan diakhiri semburan asap kelabu hingga kehitaman.

20 Februari 1963, letusan Gunung Agung kembalbergemuruh dengan lemparan bola api lebih besar. Penduduk Desa Kubu mulai panik dan mengungsi. 21 Februari 1963, asap tebal terus mengepul dari kawah. Letusan api dan suara gemuruh terus terdengar hingga 22 Februari 1963.

Wilayah Pura Besakih, Rendang, dan Selat dihujani batu-batu kecil dan tajam, pasir, dan hujan abu pada 23 Februari 1963. Hujan lumpur lebat turun di Besakih sehari kemudian, mengakibatkan bangunan-bangunan di sana roboh. Awan panas muncul.

25 Februari 1963, awan panas terus turun. Hujan lahar di Tukad Daya memutuskan akses wilayah Kubu dan Tianyar. 16 Februari 1963, lava dan hujan lahar mengalir hingga Desa Sogra, Sangkan Kuasa, Badegdukuh, dan Badegtengah. Seluruh penduduknya mengungsi ke selatan.

17 Maret 1963 merupakan puncak dari kegentingan tersebut. Suara letusan berkurang dan hilang. Sisanya adalah aliran lahar ke wilayah-wilayah di bawahnya. Aktivitas Gunung Agung benar-benar berhenti 27 Januari 1964.

Kusumadinata yang merupakan ahli vulkanologi di Direktorat Geologi Bandung menemukan sebagian masyarakat Bali percaya bahwa penyebab letusan Gunung Agung 1963 bersifat spritual. Ini yang membuat arahan dari pihak yang berkompeten terkait gunung ini diabaikan. Masyarakat padahal sudah diingatkan akan zona bahaya radius lima kilometer dari puncak.

Laporannya yang berjudul 'Kegiatan Gunung Agung' pada 1963 menyebutkan anggapan masyarakat Bali bahwa 'Bathara Gunung Agung marah dan mengancam akan meletus jika dalam jangka waktu satu pekan tidak dilaksanakan sesajen dan permintaan lain yang dikemukakan orang-orang yang kerasukan roh suci.'

Masyarakat Bali bahkan menyiapkan perayaan Eka Dasa Rudra pada 8 Maret 1963 di Pura Besakih, sekitar 6,5 km dari puncak Gunung Agung atau menjelang titik kritis letusan. David J Stuart Fox dalam bukunya 'Pura Besakih: Pura, Agama, dan Masyarakat Bali' (2010) menuliskan lebih kurang 10 ribu orang menghadiri upacara tersebut, termasuk gubernur, kepala pemerintahan daerah, dan tokoh-tokoh terkemuka Bali.

Eka Rudra merupakan upacara agama terbesar umat Hindu Bal yang diselenggarakan di pura terbesar, Pura Besakih. Sejumlah alasan yang disampaikan para ahli gunung berapi belum mampu meyakinkan masyarakat untuk mengosongkan Besakih.

Setelah Eka Rudra dilaksanakan, beberapa hari setelahnya masih berdatangan lima ribu orang ke Pura Besakih di tengah hujan debu dan kerikil. Ritual di Besakih terus digelar hingga 15 Maret 1963, dua hari hari sebelum letusan besar pertama terjadi.

Pura Besakih sepanjang masa letusan hanya mengalami kerusakan kecil. Pura ini rusak parah justru karena gempa tektonik berkekuatan enam skala richter yang mengguncang Bali pada 18 Mei 1963.

Kini, setelah tertidur 54 tahun kemudian, Gunung Agung kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Gunung ini sudah berstatus awas atau level empat. Masyarakat di kaki Gunung Agung memiliki kesadaran tinggi untuk mengevakuasi diri dan keluarganya secara mandiri.

Jumlah pengungsi Gunung Agung menurut data terakhir yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencapai 15.142 jiwa. Mereka tersebar di 125 titik di tujuh kabupaten, meliputi Kabupaten Badung (lima titik), Bangli (17 titik), Buleleng (10 titik), Denpasar (enam titik), Gianyar (sembilan titik), karangasem (54 titik), Klungkung (21 titik), dan Tabanan (tiga titik).

Pemerintah daerah jauh lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk sekalipun. Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menyatakan pemerintah provinsi, daerah, dan lintas sektoral berkomitmen menekan dampak negatif dari peristiwa ini seminimal mungkin.



sumber : republika

Tuesday, November 21, 2017

RIWAYAT FRIDTJOF NANSEN SIMBOL GOOGLE DOODLE HARI INI



Petualang legendaris Fridtjof Nansen ini dikenal sebagai orang pertama yang memimpin ekspedisi untuk menaklukkan Kutub Utara. Pada 1893, pria Norwegia kelahiran 10 Oktober 1861 ini memimpin ekspedisi menuju Kutub Utara.

Meski gagal, ekspedisi Nansen ini dicatat sebagai perjalanan paling mendekati Kutub Utara. Google menggambarkan sosoknya dalam doodle kali ini sedang bermain ski saat menuju Kutub Utara.

Sejak muda, Nansen yang lahir di Oslo dari pasangan pengacara dan peempuan yang meyenangi kegiatan petualangan. Jiwa petualangnya didapat dari sang ibu yang mengajari Nansen untuk menguasai ski, renang dan kegiatan outdoor lainnya.

Kecintaan pada alam liar membuatnya belajar zoologi di Royal Frederick University. Meskipun menjadi akademisi terbaik di bidangnya, Fridtjof Nansen merasa terpanggil kembali untuk menaklukkan alam liar dan bermain ski kembali. 

Pada tahun 1888, dia menjadi orang pertama yang memimpin sebuah ekspedisi melintasi daratan Greenland yang tertutup salju.

Satu petualangan tidak cukup - beberapa tahun kemudian, Nansen berusaha menjadi orang pertama yang mencapai Kutub Utara. Sementara ekspedisi itu tidak berhasil, ia berhasil mencapai garis lintang paling utara dari penjelajah pada saat itu.

Seiring Perang Dunia I berlangsung pada tahun 1914, Nansen terpaksa menghentikan penjelajahannya dan fokus pada penelitian di rumah. Namun, pada 1920, ketertarikannya beralih dari pemahaman bentang alam dunia untuk mempengaruhi iklim politik internasional saat perang tersebut berakhir.

Fridtjof Nansen menjadi salah satu tokoh kemanusiaan yang dikenal dunia saat ia bekerja untuk membebaskan ratusan ribu tawanan perang dan memulangkan para pengungsi.

Dia menciptakan Paspor Nansen, sebuah dokumen perjalanan untuk pengungsi tanpa kewarganegaraan yang diakui oleh 52 pemerintah di seluruh dunia dan mengizinkan orang-orang yang mengungsi untuk pindah dan bermukim kembali.

Pada 1922, Nansen akhirnya dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian karena jasanya membantu mereka yang tidak memiliki suaka dan menjadi pengungsi perang.

Atas pencapaian dan jasanya, hari ini tepat di ulang tahun Fridtjof Nansen ke-156 diperingati Google dengan membuatkan doodle istimewa untuknya. 


tirto

Monday, November 20, 2017

CIKAL BAKAL KONFLIK DI PAPUA



Saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda, termasuk wilayah barat Pulau Papua. Namun demikian, pihak Belanda menganggap wilayah itu masih menjadi salah satu provinsi Kerajaan Belanda, sama dengan daerah-daerah lainnya. Pemerintah Belanda kemudian memulai persiapan untuk menjadikan Papuanegara merdeka selambat-lambatnya pada tahun 1970-an.


Namun pemerintah Indonesia menentang hal ini dan Papua menjadi daerah yang diperebutkan antara Indonesia dan Belanda. Hal ini kemudian dibicarakan dalam beberapa pertemuan dan dalam berbagai forum internasional. Dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949, Belanda dan Indonesia tidak berhasil mencapai keputusan mengenai Papua Barat, namunsetuju bahwa hal ini akandibicarakan kembali dalam jangka waktu satu tahun.


Pada bulan Desember 1950, PBB memutuskan bahwa Papua Barat memiliki hak merdeka sesuai dengan pasal 73ePiagam PBB. Karena Indonesia mengklaim Papua Barat sebagai daerahnya, Belanda mengundang Indonesia ke Mahkamah Internasional untuk menyelesaikan masalah ini, namun Indonesia menolak. Setelah Indonesia beberapa kali menyerang Papua Barat, Belanda mempercepat program pendidikan di Papua Barat untuk persiapan kemerdekaan. Hasilnya antara lain adalah sebuah akademi angkatan laut yang berdiri pada 1956 dan tentara Papua pada 1957.


Sebagai kelanjutan, pada 1956 Indonesia membentuk Provinsi Irian Barat dengan ibukota di Soasiu yang berada di PulauHalmahera, dengan gubernurpertamanya, Zainal Abidin Syah. Pada tanggal 6Maret 1959, harianNew York Times melaporkan penemuan emas olehpemerintah Belanda di dekatlautArafura. Pada tahun 1960, Freeport Sulphur menandatangani perjanjian dengan Perserikatan Perusahaan Borneo Timur untuk mendirikan tambang tembaga di Timika, namun tidakmenyebut kandungan emas ataupun tembaga.


BenderaPapua’Barat,sekarangdigunakansebagaibenderaOrganisasiPapuaMerdeka Karenausaha pendidikan Belanda, pada tahun 1959 Papua memiliki perawat, dokter gigi, arsitek, teknisi telepon, teknisi radio, teknisi listrik, polisi, pegawai kehutanan, dan pegawai meteorologi. Kemajuan ini dilaporkan kepada PBB dari tahun 1950 sampai 1961. Selain itu juga diadakan berbagai pemilihan umum untuk memilih perwakilan rakyat Papua dalampemerintahan, mulai dari tanggal 9 Januari 1961 di 15 distrik. 

Hasilnya adalah 26 wakil, 16 di antaranya dipilih, 23 orang Papua, dan 1 wanita. Dewan Papua ini dilantik oleh gubernur Platteel pada tanggal 1 April 1961, dan mulai menjabat pada 5 April 1961. Pelantikan ini dihadiri oleh wakil-wakil dari Australia, Britania Raya, Perancis, Belanda dan Selandia Baru. Amerika Serikat diundang tapi menolak.


Dewan Papua bertemu pada tanggal 19 Oktober 1961 untuk memilih sebuah komisi nasional untuk kemerdekaan, bendera Papua, lambang negara, lagu kebangsaan ("Hai Tanahkoe Papua"), dan nama Papua. 

Pada tanggal 31 Oktober 1961, bendera Papua dikibarkan untuk pertama kali dan manifesto kemerdekaan diserahkan kepada gubernur Platteel. Belanda mengakui bendera dan lagu kebangsaan Papua pada tanggal 18 November 1961, dan peraturan-peraturan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Desember 1961. 

Pada19Desember1961,Soekarnomenanggapi’pembentukan Dewan Papuaini dengan menyatakanTrikora di Yogyakarta, yang isinya adalah: Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuantanah air bangsa.



dirangkum dari kompas

Saturday, October 14, 2017

AWAL PENYAKIT SIFILIS MEREBAK DI INDONESIA



Mempunyai gundik dan mencumbu pelacur, menjadi dua gaya hidup yang tumbuh di dalam tangsi-tangsi militer kolonial sejak paruh pertama abad XIX. Gundik dipelihara oleh tentara berpangkat, sementara prajurit kelas kecoa cukup jajan di lokalisasi sekitar tangsi. Maka tak heran, penyakit kelamin merebak saat itu.

Biasanya, serdadu mengeluhkan timbulnya bisul-bisul. Setelah terdeteksi terkena sifilis, mereka harus membuat penyataan dengan perempuan mana dia berhubungan, dan dianjurkan rutin melakukan perawatan. Serdadu yang positif sifilis dibebaskan dari tugas berat atau tidak dimasukkan dalam sebuah ekspedisi.

Hal ini tentu mengerikan,tentara kan garda terdepan pemerintah kolonial di tanah jajahan. Jika banyak serdadu yang sakit sifilis, tentu saja mengurangi jumlah tentara yang ada. Karena sifilis merebak kalangan militer, pemerintah pun mencari cara memeranginya.

Pada 15 Juli 1852, Gubernur Jenderal Albertus Jacobus Duymaer van Twist mengeluarkan peraturan untuk mengatasi berbagai akibat pelacuran yang merugikan.

Menurut Pemberantasan Prostitusi di Indonesia Masa Kolonial, yang diterbitkan Arsip Nasional Republik Indonesia, peraturan itu memuat tiga hal penting. Pertama, anggaran tahunan dari direktur jenderal keuangan sebesar f 20.000 untuk menanggulangi penyakit sifilis. Kedua, memerinci aturan prostitusi untuk menangkal aspek berbahayanya. Ketiga, peraturan ini hanya berlaku di beberapa daerah tertentu.

Selain regulasi, pemerintah juga mendirikan rumah sakit khusus penyakit kelamin, seperti di Kudus (Semarang), Madiun dan Bogor pada 1858, serta di Cianjur (Priangan) pada 1854. Demikian pula dengan penyediaan personil medis, baik dokter Eropa atau dokter pribumi.

Pada 1 November 1910, Departemen Pendidikan, Keagamaan, dan Industri (Onderwijs, Eeredienst en Nijverheid) membuat laporan yang menganjurkan keterlibatan pemerintah dalam pemeriksaan kesehatan pelacur dihentikan. Dan tahun berikutnya, pemeriksaan kesehatan pelacur berhenti dan rumah sakit kelamin ditutup.

Saat Belanda hengkang 1942, sifilis masih bercokol dan terus bertumbuh. Pemerintah Indonesia yang baru merdeka tak menutup mata tentang penyakit kelamin tersebut. Pada 1951, Departemen Kesehatan mendirikan Lembaga Pusat Penjelidikan dan Pemberantasan Penjakit Kelamin (LP4K) yang dikomandani Soetopo, mantan menteri Kesehatan era kabinet Abdul Halim, yang terletak di Jalan Indrapura-Surabaya. Lembaga ini menjalankan peran preventif, penyuluhan, penelitian, dan pendidikan tentang penyakit kelamin.

LP4K melakukan serangkaian penelitian untuk mengumpulkan data penyebaran sifilis. Selama 1952 hingga 1957, LP4K memeriksa 3.054 anggota kepolisian di Surabaya dan 4.570 anggota Angkatan Darat. Hasilnya, tulis Sejarah Kesehatan Nasional Indonesia jilid 2 yang diterbitkan Departemen Kesehatan, 21,5% polisi dan 33% personil Angkatan Darat menderita penyakit kelamin.

Memasuki era Orde Baru, sifilis tetap mengancam. Pemerintah berupaya mencegah penularannya dengan pengobatan massal gratis, yaitu menyuntikkan 3 mililiter penisillin aluminium monostearate (PAM) kepada setiap penghuni lokalisasi, rutin seminggu sekali. Pengobatan massal dihentikan pemerintah pusat pada 1987 karena keterbatasan anggaran.

Departemen Kesehatan menganjurkan setiap kepala daerah yang terdapat lokalisasi tetap melaksanakan program tersebut dengan penyandang dana lain. Selain dengan suntikan penisilin, pemerintah juga giat mewartakan penggunaan kondom sebagai salahsatu upaya membendung penyakit kelamin.

Menurut buku Sejarah Kesehatan Nasional Indonesia jilid 3, pada Pembangunan Lima Tahun (Pelita) I, terdapat 81 kabupaten yang melaksanakan pemberantasan penyakit kelamin. Selama Pelita I, terdeteksi 100.000 orang terkena penyakit kelamin dan dilakukan tindakan pencegahan terhadap 20.000 sumber penularan.

Sejak 1986 sampai 1988, terdapat tujuh urutan Penyakit Menular Seksual (PMS) dilihat dari jumlah penderitanya. Sifilis berada di urutan buncit, sedangkan di urutan teratas adalah Non Spesifik Urethritis (NSU) semacam infeksi pada daerah genital yang tidak disebabkan kuman spesifik.



sumber : majalah historia

Saturday, October 7, 2017

RIWAYAT SINGKAT JONRU GINTING



Jonru adalah penulis produktif. Ini fakta yang tidak bisa disangkal. Dari tahun 2005-2014,  ia telah menulis 9 buku, baik berbentuk antologi penulisan bersama ataupun sendiri. Misalnya, Novel Cinta Tak Terlerai , Cowok di Seberang Jendela (Lingkar Pena Publishing House, 2005), Menerbitkan Buku Itu Gampang! (Tiga Serangkai, 2008), Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat (Dapur Buku, 2013), Sekuler Loe Gue End (Dapur Buku, 2013), Sembuh dan Sukses dengan Terapi Menulis (Dapur Buku, 2013), Pancasila, Apa Kabar? (Dapur Buku, 2013), Novel Cinta Tak Sempurna (Dapur Buku, 2014).

Sebenarnya, bakat menulisnya ini sudah muncul sejak ia kuliah S1. Ini terlihat dengan terbitnya karya puisinya berbahasa Inggris pada tahun 1993 yang dimuat di majalah Hello (Semarang). Kemampuan menulisnya ini yang terus ia asah saat kuliah Fakultas Ekonomi, Jurusan Akutansi (S1), dengan mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik kampus di majalah mahasiswa, Edents, dan koran kampus, Manunggal, di Universitas Diponegoro. Di dua majalah tersebut, ia didapuk menjadi redaktur pelaksana.

Produktivitas menulisnya inilah yang memungkinkan dirinya pada tahun 1995 diangkat menjadi koresponden majalah Anita Cemerlang wilayah Semarang dan sekitarnya (Profil dan Biografi Jonru, 8 Agustus 2014, facebook.com).

Berbakat dengan dunia menulis membuatnya tidak akan lepas dari dunia tersebut. Hal ini terlihat, selepas lulus, tepatnya sejak tahun 2000, ia menjadi konten editor di PT UniNET Media Sakti, selama satu tahun. Setahun kemudian, sejak April 2001 sampai 2007 ia menjadi konten editor di PT Cyberindo Aditama (CBN), Jakarta. Kedua perusahaan itu berada di Jakarta dan bergerak di bidang jasa infrastruktur teknologi, komunikasi, dan internet.

Meskipun pekerja kantoran, ia terus menghidupkan kemampuan imajinatifnya sebagai seorang cerpenis. Ia kemudian bergabung dengan Forum Lingkar Pena (FLP) pada tahun 2004, hingga menjabat sebagai anggota Divisi Humas di FLP Pusat sampai Agustus 2009.

FLP sendiri merupakan wadah penulis-penulis muda yang memiliki afiliasi dengan gerakan Tarbiyah, yaitu KAMMI dan kemudian bertamorposis menjadi Partai Politik dengan nama Partai Keadilan Sejahtera, di mana mereka menjadikan dunia menulis, khususnya fiksi, sebagai jalan dan media jihad untuk menyebarkan syiar Islam dan kesalehan publik Islam.

Pada 10 Maret 2007, ia mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut dan mencoba penuh waktu berwirausaha sambil meneruskan kemampuan menulisnya menjadi blogger. Dalam bidang usaha, ia pernah mencoba pelbagai macam usaha, dari jualan bisnis hingga MLM (Multi Level Marketing). Namun, setelah 8 bulan berwirahusaha, ia sempat kembali sebagai pekerja kantoran, selama kurang lebih dua bulan (7 November-7 Januari 2008) sebagai web administrator dan content manager di Mizan.com.

Mizan sendiri adalah merupakan penerbitan Islam dengan buku-buku yang mencerahkan. Namun, penerbit ini seringkali dituduh oleh banyak orang, termasuk Jonru, setelah ia tidak kerja di sana, sebagai Syiah. Karena Syiah, maka dianggap telah keluar dari Islam. Ini tercermin dari status facebooknya pada 10 April 2015 dengan judul Tentang Mizan dan Syiah.

Dalam status facebook tersebut, ia menuduh Mizan sebagai Syiah. Meskipun penerbit tersebut dianggap Syiah, Jonru meminta agar orang tidak menuduhkan apa yang diproduksi oleh Mizan selalu terkait dengan Syiah. Di sini, jika orang tidak jeli melihat, ia sebenarnya sedang bernegosiasi antara dirinya sebagai orang yang pernah bekerja di Mizan, meski hanya beberapa bulan, tetapi tidak boleh juga melawan arus para followers-nya di tengah isu stigma Syiah yang menguat sebagai bukan Islam.

Tiga kemampuan (keahlian menulis, pengalaman bekerja di jasa internet, dan pengelola website) ini membuatnya dinobatkan sebagai pemenang utama dengan mendapatkan anugerah Super Blog melalui blognya, jonru.net (kini bernama jonru.com), dari tiga kandidat lainnya dalam lomba “Internet Sehat Blog Award 2009”. Penyelenggaran ini digelar oleh ICT Watch, organisasi nirlaba berfokus pada isu komunikasi dan teknologi di Indonesia.

Tiga kemampuan itu yang membuatnya kemudian berhasil jualan di sejumlah lembaga, baik pemerintah maupun swasta dengan menjadi pembicara dan fasilitator, baik itu mengenai dunia kepenulisan maupun pembuatan dan pengelolaan situs (website).

Kehadiran media sosial dan perkembangan feature-nya memungkinkan orang bisa berinteraksi secara langsung, cepat, dan efektif. Namun, demokratisasi pengguna telepon genggam dengan adanya telepon pintar yang datang dari negeri Asia Timur, seperti Hongkong, Taiwan, dan Republik Rakyat China, serta kehadiran media sosial, jika disalahgunakan bisa berbahaya. Terlebih lagi, apabila ini beririsan dengan politik elektoral, baik pada level lokal, nasional, ataupun internasional.

Sebagai pengelola konten situs, blogger, dan seorang penulis, Jonru mengerti kemampuan media sosial semacam ini. Sejak pemilihan presiden pada tahun 2014, dalam memenangkan kandidat Prabowo-Hatta, ia menggunakan kemampuan tersebut. Harus diakui, sebagai mantan pengurus Forum Lingkar Pena Pusat, yang memiliki irisan kuat dengan PKS, memilih Prabowo-Hatta yang juga didukung oleh Partai tersebut juga merupakan alasan kuat Jonru untuk mendukung dan menghancurkan lawan politiknya di dunia media sosial.

Memang, usahanya memenangkan Prabowo gagal. Namun, alih-alih itu membuatnya berhenti menuliskan status facebook, sejak Jokowi menjadi presiden, ia menjadi musuh pertama dan utama yang terus-menerus melakukan serangan brutal kepada Jokowi, orang-orang terdekatnya, dan sejumlah kebijakan yang dibuatnya.

Serangan brutal dengan status facebook dan berita fitnah yang sering dibagi ini menemukan momentum dan kapitalnya. Ini karena, dengan hanya ada dua pilihan kandidat presiden dan kemenangan tipis, membuat masyarakat terbelah dua, Pro-Jokowi atau Anti-Jokowi. Di sini, ia memelihara kekalahan kubu pendukung Prabowo dengan selalu menghangatkan permusuhan dan kebencian.

Postingan kebencian yang terus-menerus dan interaksi komunikasi yang dibangun kepada pendukung Prabowo di media sosial ini menempatkan dirinya, dalam istilah Theresa M. Senft (2008), mikro-selebriti. Selain mendapatkan tanda centang biru sebagai tanda terverifikasi, hal ini tercermin dari followers-nya yang berjumlah 1,497,468.



sumber : thegeotimes

Thursday, October 5, 2017

LIMA NEGARA PERTAMA YG MENERAPKAN TILANG ELEKTRONIK


Rencana penerapan tilang elektronik (e-tilang) kembali muncul ke permukaan. Sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar jadi yang terdepan dalam persiapannya.

Di negara lain, penerapan e-tilang telah berjalan. Berikut daftar negara-negara yang telah menerapkan e-tilang:

1. Amerika Serikat

Berita RekomendasiNah! Sistem E-Tilang Diharapkan Mampu Minimalkan Praktik PungliWacana Tilang Elektronik dan Kesiapan Kota-kota di Indonesia

Sejak diberlakukannya e-tilang, Amerika Serikat berhasil menjaring banyak pelanggar dengan berbagai bentuk tindak pelanggaran lalu lintas. Sejak diberlakukan pertama kali pada tahun 2009, cakupan penerapan kebijakan ini telah merata di 400 kota di seluruh negara bagian.

2. Inggris

Terkait dengan kebijakan ini, Inggris telah memasang ribuan CCTV di seluruh penjuru. Dari jumlah tersebut, otoritas terkait mampu memantau 14 juta mobil per harinya.

Yang istimewa, otoritas setempat telah mengaktifkan 20 puluh jenis CCTV untuk menopang laju kebijakan ini. Setiap CCTV memiliki spesifikasi dan fungsi yang berbeda.

3. Korea Selatan

Bila mengukur kesuksesan penerapan kebijakan ini di kalangan negara Asia, Korea Selatan nampaknya jadi salah satu yang paling berhasil. Pasalnya, puluhan ribu CCTV yang disebar otoritas setempat telah mampu mengurangi angka kejahatan jalanan dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas masyarakat.

4. Jepang

Di Jepang, di negara yang terkenal dengan kedisiplinan tinggi, penerapan kebijakan ini dilakukan sangat serius. Sejak 2014, ribuan CCTV dipasang oleh otoritas setempat.

Tak hanya di jalan raya dan wilayah-wilayah vital. Otoritas setempat bahkan menempatkan CCTV sampai di gang-gang kecil.

Yang menarik, dari kebijakan ini, kita dapat melihat bahwa kedisiplinan masyarakat Jepang betul-betul nyata. Terbukti, dari penerapan kebijakan ini, pemerintah Jepang hanya mampu mengumpulkan uang sebesar Rp 221 juta yang dihasilkan dari denda para pelanggar.

5. Singapura

Negara tetangga Indonesia, Singapura juga memiliki capaian yang cukup baik terkait dengan penerapan kebijakan ini. Pada 2012, otoritas setempat memasang sebanyak 6.500 CCTV di seluruh wilayah.

Dalam kurun waktu tersebut, otoritas setempat berhasil menangkap 1.900 penjahat dengan bantuan CCTV.

Sunday, September 10, 2017

ASAL MULA PENAMAAN BADAI HARVEY & BADAI IRMA



Citra satelit

Beberapa hari lalu wilayah negara bagian Amerika Serikat disapu oleh badai Harvey dan terus memulihkan diri dari dampak Badai Harvey di Texas. Kini ahli meteorologi AS telah beralih ke pemantauan Badai Irma, yang menghampiri Karibia timur dan meluncur ke Florida. Kehadiran badai tidak dapat diprediksi, tapi setidaknya ada satu hal tentang badai yang mudah diketahui sebelum terjadi.

Daftar badai di Atlantik awalnya diciptakan oleh National Hurricane Center pada tahun 1950-an dan sekarang dikelola oleh Organisasi Meteorologi Dunia(WMO). Sebuah organisasi yang memutuskan kapan nama-nama untuk badai tersebut dipakai dan diganti.

Ada daftar nama badai yang berbeda untuk berbagai belahan dunia. Daftar ini dikelola oleh WMO yang bermarkas di Jenewa, Swiss, namun organisasi meteorologi daerah yang terpisah dapat mengkompilasi namanya.

Untuk badai Atlantik, ada enam daftar yang diputar setiap enam tahun, dan mengapa badai diberi nama? jawabannya nama karena sejumlah alasan.

Menurut WMO, nama lebih mudah diingat daripada angka atau istilah teknis yang berarti mudah diidentifikasi dalam pesan peringatan dan media.

Pada masa lalu, orang mengidentifikasi badai berdasarkan garis lintang dan bujur. Namun kemungkinan membuat kesalahan dalam komunikasi akan lebih kecil jika badai diberi nama ketimbang menggunakan metode identifikasi garis lintang-bujur.

Penamaan juga membantu kapal, pangkalan pantai, dan stasiun pemantauan dengan mudah bertukar informasi.

Beberapa ahli menyarankan penamaan badai bahkan membantu masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik dan meningkatkan kewaspadaan terhadap peringatan kedatangannya.

Bagaimana penamaan badai? Badai tidak dinamai dengan asal. Mereka telah ditentukan dari daftar yang dikelola oleh WMO. Organisasi ini memiliki enam daftar dalam rotasi reguler untuk badai di wilayah Atlantik dan Pasifik Utara Bagian Utara.

Setiap daftar memiliki 21 nama masing-masing, yang berarti bahwa setiap nama secara teoritis dapat diulang setiap tahun ketujuh. Artinya, nama badai selama musim badai tahun ini akan didaur ulang pada tahun 2023.

Pakar-pakar organisasi bertemu setiap tahun untuk membahas badai. Berikut daftar nama badai untuk tahun 2017 adalah :

Arlene, Bret, Cindy, Don, Emily, Franklin, Gert, Harvey, Irma, Jose, Katia, Lee, Maria, Nate, Ophelia, Philippe, Rina, Sean, Tammy, Vince, Whitney.

WMO memperjelas bahwa topan atau siklon tidak dinamai atas orang tertentu, namun nama-nama tersebut dipilih berdasarkan nama yang akrab bagi orang-orang di setiap wilayah.

Di beberapa daerah - seperti Pasifik Utara dan Tengah - daftar baru tidak dimulai pada awal setiap tahun. Ada empat daftar dan nama yang dikerjakan secara berurutan sampai mereka mencapai bagian bawah daftar.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), pada tahun 1950an AS mulai menggunakan nama perempuan seperti nama istri atau anak untuk menamakan badai.

Namun praktik tersebut berakhir pada akhir 1970-an, ketika sebuah sistem penamaan badai pria-wanita bergantian diperkenalkan. Namun metode ini memiliki kekurangannya, sebagian besar karena bias gender.

Menurut sebuah studi tahun 2014 menemukan bahwa badai dengan nama perempuan lebih mematikan daripada yang dinamai laki-laki. Tapi sebaliknya, melalui serangkaian eksperimen, studi tersebut menemukan orang-orang menilai badai bernama laki-laki lebih berisiko dan lebih kuat ketimbang badai yang menggunakan nama perempuan.

"Badai yang diberi nama feminin (vs badai nama maskulin) menyebabkan kematian secara signifikan lebih banyak, tampaknya karena hal itu menyebabkan risiko yang dirasakan lebih rendah dan akibatnya kurang dipersiapkan," kata sekelompok peneliti.

Kapan sebuah nama muncul di daftar?

WMO juga memutuskan kapan harus menanggalkan nama badai seperti Katrina (2005), Sandy (2012) dan Matthew (2016). Daftar nama pensiunan yang berasal dari tahun 1954 tercantum di sini.

Nama dihapus dari daftar yang berputar, jika badai sangat menghancurkan, maka tidak masuk akal untuk menggunakan namanya lagi. Dalam hal ini, pertemuan komite WMO tahunan akan memutuskan untuk menolak nama dan pemilihan nama lain.

Irma adalah nama baru tahun ini, yang dipilih sebagai pengganti Irene, yang ditanggalkan setelah badai 2011 yang menewaskan 40 orang di AS, serta menyebabkan bencana banjir di New Jersey, New York, Massachusetts, dan Vermont.

Pertanyaan, Dapatkah melakukan permohonan nama baru untuk badai? jawabannya Tidak, panitia WMO tidak menerima pengajuan permohonan untuk nama baru badai.


sumber : beritagar.id