Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts

Monday, December 11, 2017

Merunut Asal Usul Situs Belanja Online Lazada



Lazada baru saja dikuasai  oleh raksasa e commerce asal China, Alibaba, yang kini memegang mayoritas sahamnya. Sebenarnya darimana Lazada ini dan siapa yang mendirikannya?

Bagi yang belum tahu, Lazada didirikan oleh Rocket Internet, sebuah perusahaan internet yang berkantor pusat di Berlin, Jerman. Lazada diketahui berdiri sejak tahun 2011 dan berkantor pusat di Singapura. Wajar saja, Lazada memang menyasar pasar Asia Tenggara.

Website Lazada diluncurkan Maret 2012 dengan model bisnis memiliki barang di gudang sendiri untuk dijual online. Barulah setahun berikutnya, toko pihak ketiga bisa berjualan di Lazada yang sekarang beroperasi di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, serta Vietnam.

Katanya, Lazada ingin meniru model bisnis retail online terbesar dunia, Amazon, untuk menaklukkan pasar Asia Tenggara. Terlebih, Amazon sendiri terkesan belum serius menggarap pasar di kawasan ini. 

Banyak investor lalu tertarik menyuntikkan dana ke Lazada. Sebut saja nama besar seperti JP Morgan, retailer Swedia Kinnevik, sampai raksasa retail Inggris Tesco menjadi investor Lazada. November 2014, raksasa telekomunikasi Singapura Temasek Holding juga menyuntikkan dana USD 250 juta.

Hingga akhirnya kiprah Lazada menarik perhatian Alibaba yang ingin terjun di pasar e-commerce Asia Tenggara. Seperti diberitakan, Lazada saat ini telah dikuasai Alibaba yang memberikan dana total USD 1 miliar dan membuat valuasi Lazada bernilai USD 1,5 miliar. Separuh di antaranya untuk membeli mayoritas saham di Lazada. 

Rocket Internet sendiri menjual 9,1% saham ke Alibaba senilai USD 137 juta dan kini kepemilikian sahamnya tinggal 8,8%. Sedangkan Tesco menjual 8,6% sahamnya dan saat ini tinggal memiliki 8,3% saham di Lazada.

Sebenarnya, Lazada masih merugi. Tahun 2014, Lazada membukukan revenue USD 154,3 juta, naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Namun mereka rugi USD 152,5 juta. Tapi memang misi bisnis startup e-commerce semacam Lazada adalah untuk mengincar laba jangka panjang.


: detikcom

Sunday, December 3, 2017

AWAL MULA MEME PERTAMA DI INTERNET & PUNCAK POPULARITASNYA


Meme via jcak.com

Di era serba digital saat ini, Meme telah menjadi bagian dari cara berkomunikasi kaum milenial. Bahkan lebih dari sekedar cara berkomunikasi, Meme juga mampu memberikan pengaruh yang sangat besar.

Meme menjadi bagian yang sangat penting dari cara manusia berkomunikasi antara satu dengan yang lain. Meme telah menjadi ekonomi yang nyata di internet, meski sebenarnya mereka bukanlah sebuah produk ekonomi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Meme bermakna cuplikan gambar dari acara televisi, film, dan sebagainya atau gambar-gambar buatan sendiri yang dimodifikasi dengan menambahkan kata-kata atau tulisan-tulisan untuk tujuan melucu dan menghibur. Meme muncul di berbagai media sosial, muncul di hampir di setiap isu  yang muncul di tengah masyarakat dan membuatnya menjadi satir yang menggelitik. 

Meme sebenarnya telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Namun baru sedikit yang menelusurinya, untuk memahami apa makna Meme sebenarnya dalam cara kita berkomunikasi. 

Dibuat oleh penulis Inggris, evolusionis, dan seorang atheis, Richard Dawkins dalam bukunya The Selfish Gene, sebuah meme dianggap setara dengan budaya sebagai gen bagi manusia. Mereka dinilai mampu mendorong evolusi budaya, seperti Darwinisme budaya pop. Tapi definisi asli ini tidak cukup sesuai dengan standar modern.

Gagasan umum yang ada dalam pernyataan tersebut adalah, Meme merupakan gagasan yang menyebar di dalam budaya. Tapi itu tidak benar-benar membantu Anda mendefinisikan apa itu meme dan apa yang tidak ada di dunia sekarang ini. Ini adalah ungkapan yang sangat luas.

Pada tahun 1993, Wired mendefinisikan Meme sebagai sebuah gagasan yang menular, sama seperti virus yang melompat dari satu tubuh ke tubuh lainnya. Namun istilah Meme saat itu tidak populer, sampai akhirnya pada 2012 istilah Meme mencapai puncak popularitasnya. Hal ini terbukti dalam Google Trends Graph, yang memperlihatkan tren peningkatan Meme yang luar biasa.

Meme pertama tentunya muncul jauh sebelum internet. Namun cukup relevan untuk mencari tahu, apa Meme pertama yang muncul di internet, yang akhirnya merepresentasikan Meme seperti yang kita kenal saat ini. 

Mudah saja jika mau menyimpulkan bahwa emotikon berbasis teks seperti :-) adalah Meme pertama yang muncul di internet. Emotikon ini ditemukan pada tahun 1983. Namun sayangnya, emotikon berbasis teks tersebut bukan lah Meme.

Salah satu Meme yang paling populer adalah "All Your Base Are Belong to Us". Muncul sekitar tahun 2000, Meme ini mengolok-olok terjemahan bahasa Inggris yang buruk dari permainan Sega Genesis Jepang tahun 1989, Zero Wing. "All Your Base Are Belong to Us" dianggap sebagai Meme 'gambar makro' pertama. Dengan tampilan teks berwarna putih pada gambar, Meme ini adalah pendahulu dari Meme-meme modern yang kita kenal saat ini. 

Meskipun merevolusi format dan membantu mengenalkan meme ke khalayak mainstream, "All Your Base Are Belong to Us" tidak dapat dianggap sebagai salah satu meme pertama di Internet. Tiga tahun sebelumnya, Meme "Bert is Evil' dibuat oleh desainer Dino Ignacio pada 1997. Ada pula Meme 'Mr T Ate My Balls' muncul di tahun yang sama, namun berbeda bulan.

Meme pertama: The Dancing Baby

Pada tahun 1996, seorang desainer grafis Michael Girard ingin menunjukkan bahwa gerakan dapat diprogram dan diproyeksikan melalui komputer. Dia pun merancang Baby Cha-Cha-Cha, atau sering disebut sebagai Dancing Baby.

Kemudian demo Dancing baby dikirim ke pengembang lain, pada dasarnya untuk pamer. Itu berakhir di tangan seorang pengembang LucasArts, yang mengubahnya dalam format GIF. Dari sinilah Dancing Baby menjadi sangat dikenal, dan bahkan muncul dalam salah satu episode Ally McBeal.

The Dancing Baby kemudian menjadi istilah yang digunakan untuk era baru internet. Ia menjadi referensi untuk menunjukan asumsi fenomena internet. Saat itu, The Dancing Baby bukan menjadi produk internet, namun merupakan internet itu sendiri.


sumber : PR