Showing posts with label peristiwa. Show all posts
Showing posts with label peristiwa. Show all posts

Thursday, February 15, 2018

Shio Anjing Muncul Di Google Doodle Menyambut Tahun Baru Imlek



GOOGLE kembali menghadirkan Google Doodle dengan menghias laman pencariannya dengan animasi karakter anjing tanah beserta sejumlah hewan lain dan beberapa lampion yang tersusun dari kata "Google".

Adapun alasan meng-highlight anjing di tengah-tengah Google Doodle tak lain karena 2018 merupakan tahun yang berkaitan dengan shio anjing, atau lebih spesifiknya Anjing Tanah.

Perlu diketahui, lambang-lambang zodiak khas Tiongkok saat Imlek memang selalu memiliki satu dari lima elemen, yaitu api, air, tanah, kayu, dan emas.

Bagi yang merayakan Tahun Baru Imlek, ini merupakan hari dimana sekeluarga membersihkan rumah mereka, berkumpul bersama dan menikmati berbagai macam makanan yang khas.

Seperti perayaan Idul Fitri dan Natal, ini merupakan hari dimana kerabat yang lebih tua dan berkeluarga mengajukan berbagai macam pertanyaan, seperti apakah sudah memiliki pacar, kapan menikah, dan kapan memiliki anak bagi yang baru saja menikah.

Pun demikian, Tahun Baru Imlek selalu ditandai dengan kemeriahan berbagai macam petasan dan betapa elegannya tarian singa yang ditampilkan diberbagai tempat.

Daftar Tahun yang Berkaitan dengan Shio Anjing
Dalam 50 tahun terakhir, berikut daftar tahun yang mendapat shio anjing:

1. 1958 (Anjing Tanah)

2. 1970 (Anjing Emas)

3. 1982 (Anjing Air)

4. 1994 (Anjing Kayu)

5. 2006 (Anjing Api)

Shio Naga Lebih Sukses? Mitos atau Fakta?

Di kalangan orang-orang Tionghoa, tahun naga diyakini sebagai simbol kesuksesan, hal tersebut memunculkan anggapan bila anak-anak yang dilahirkan ber-shio naga diyakini bakal sukses dan beruntung di kemudian hari.

Keyakinan terhadap kesuksesan anak yang lahir di tahun naga membuat ledakan angka kelahiran di Tiongkok meningkat pada 2002 dan 2012. Hal serupa pun terjadi di Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.

Anak-anak yang lahir di tahun naga cenderung lebih sukses di bidangnya. Fakta tersebut terkuak dalam studi dari Naci Mocan dan Han Yu, seperti mengutip dari laman Economist.

Menurut studi yang dilakukan ekonom asal Louisiana State University, Amerika Serikat, terhadap 15 ribu anak-anak sekolah di Tiongkok, mereka yang lahir di tahun naga cenderung berprestasi di sekolah.

Nilai bahasa Mandarin serta bahasa Inggris anak-anak yang lahir di tahun naga cenderung gemilang dibanding anak yang tidak lahir di tahun naga.

Percaya atau tidak percaya, harus diingat bahwa ada orang-orang sukses yang lahir dari setiap zodiak. Contohnya, Arnold Schwarzenegger lahir di tahun shio babi, sementara Miley Cyrus, Selena Gomez, dan Demi Lovato semuanya lahir di tahun shio monyet.


Sumber : liputan6.com

Wednesday, January 31, 2018

Awal Mula Penamaan Full Wolf Moon & SuperMoon



Supermoon pertama di tahun 2018 ini dinamakan juga sebagai Full Wolf Moon. Supermoon ini merupakan supermoon terbesar dari dua supermoon yang terjadi pada bulan Januari 2018.

Sejarah nama Wolf Moon sendiri memiliki beberapa versi. Menurut Almanac.com, pada zaman suku asli Amerika dan kolonial awal, bulan purnama untuk bulan Januari disebut Full Wolf Moon. Fenomena ini tampak ketika serigala melolong karena kelaparan di luar desa-desa.

Secara tradisional, January Moon juga dikenal sebagai Old Moon. Sementara bagi  beberapa suku asli Amerika, ini adalah Snow Moon, namun sebagian besar melukiskan nama itu pada bulan purnama berikutnya, pada bulan Februari.

Menurut Timeanddate.com, di zaman kuno adalah biasa untuk melacak perubahan musim dengan mengikuti penanggalan bulan daripada tahun matahari, yang terdiri dari 12 bulan yang menjadi dasar kalender modern.

Selama ribuan tahun, orang-orang di seluruh Eropa, serta suku-suku asli Amerika, menamai bulan-bulan menurut fitur yang mereka kaitkan dengan musim-musim di belahan bumi utara, dan banyak dari nama-nama ini sangat mirip atau identik.

Saat ini, nama bulan kuno itu banyak digunakan sebagai nama bulan purnama. Penjelasan umumnya adalah bahwa orang-orang Amerika Kolonial mengadopsi banyak nama dari suku Amerika asli dan memasukkannya ke dalam kalender modern.

Dan tampaknya penamaan itu kemudian merupakan kombinasi antara nama asli Amerika, Anglo-Saxon, dan Germanic yang melahirkan nama yang biasa digunakan untuk bulan purnama hari ini.

Dan beberapa tahun memiliki 13 bulan purnama, yang menjadikan salah satu dari mereka sebagai Blue Moon, yang tidak sesuai dengan sistem penamaan bulan purnama tradisional.

Dalam budaya Anglo-Saxon, bulan purnama Januari juga disebut Moon after Yule, yang merupakan masa festival kuno yang merayakan Titik Akhir Musim Dingin sekitar 22 Desember.

Pada tanggal 1 Januari 2018, Bumi berada paling dekat dengan bulan pada pukul 4:54 PM EST (4.54 AM WIB pada 2 Januari 2018), menurut EarthSky.org. Bulan penuh terjadi pada pukul 9:24 malam EST.

Supermoon terjadi saat bulan berada di perigee - titik terdekatnya dengan Bumi di orbit bulanannya - sekitar waktu yang sama dengan bulan purnama. Bulan terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang dari pada rata-rata saat itu.

Bulan yang terlihat pada Hari Tahun Baru tampak lebih besar dari biasanya, namun kebanyakan orang tidak akan memperhatikan perbedaannya. Namun, berkat sebuah fenomena yang disebut "ilusi bulan", bulan mungkin tampak lebih besar saat mendekati cakrawala, jadi supermoon Tahun Baru ini menjadi sesuatu paling mengesankan.


sumber : Tempo.co

Friday, January 26, 2018

Kritikan Keras Untuk Jam Kiamat



Akhir Januari lalu, ilmuwan yang tergabung dalam Bulletin of the Atomic Scientists telah menetapkan waktu jam kiamat terbaru.

Dalam pengumumannya di National Press Club, Washington DC, akhir bulan lalu, kelompok peneliti penggagas Jam Kiamat menetapkan waktu Jam Kiamat masih tetap, tiga menit sebelum tengah malam, sama seperti waktu Jam Kiamat yang ditetapkan pada 2015.

Istilah Jam Kiamat ini menggunakan penggambaran kiamat dengan ditandai tengah malam, serta idiom ledakan nuklir yang diwakili dengan perhitungan mundur ke angka nol. Tujuan Jam Kiamat ini adalah menyampaikan ancaman nyata terhadap kemanusiaan yang bakal terjadi di bumi.

Namun, gagasan Jam Kiamat itu dipertanyakan efektivitasnya dalam menyadarkan penduduk bumi atas ancaman di atas. Ada ahli yang menyebutkan Jam Kiamat bukan alat yang tepat untuk memobilisasi orang atas perubahan lingkungan.

"Saya tak berpikir menggunakan retorika kehancuran total dunia membantu kita bekerja keras mendiskusikan kesulitan dan kesusahan masalah dalam sebuah demokrasi," kata Katherine Pandora, peneliti ilmu sejarah Universitas Oklohama, Amerika Serikat, dikutip dari Live Science, Kamis 25 Februari 2016.

Pandora berpendapat, pemberlakukan waktu Jam Kiamat itu malah bisa kontraproduktif dalam upaya menyadarkan orang untuk peduli dan melakukan tindakan mencegah ancaman bagi dunia.

Menurutnya, hal yang prinsip dan penting, yaitu menghadirkan otoritas yang bisa menyatakan keadaan darurat. Tambahnya, cara itu lebih efektif untuk mendapatkan perhatian orang dan cukup tegas untuk menjadi landasan pengambilan tindakan.

"Meminta generasi orang dengan rasa darurat terus menerus adalah kontraproduktif," kata dia.

Pandora menuturkan, efek yang tak diinginkan dari Jam Kiamat itu bisa menghambat dan merusak hubungan antara ahli dan non ahli.

Kritikan atas Jam Kiamat juga dilontarkan Anders Sandberg, pakar filsafat dari Future of Humanity Institute Universitas Oxford, Inggris.

Sandberg mengatakan, Jam Kiamat telah begitu 'keruh', karena membawa ancaman yang berdasarkan bahaya nuklir. Padahal, ancaman dunia juga bisa muncul dari rekayasa genetika dan terorisme siber dan lainnya.

"Ini bukan ukuran yang tepat dan itu juga menggabungkan beberapa hal. Mungkin jauh lebih mudah ketika mereka mulai, kemudian saat itu hanya perang nuklir. Tapi sejak itu, kita memperoleh risiko eksistensial lainnya," ujarnya.

Sandberg mengatakan, dengan fokus mengingatkan bahaya dengan nuklir dianggap bukan strategi efektif untuk memperbaiki masalah. Ia menambahkan, pemecahan pengembangbiakan nuklir juga dikatakan cukup rumit.

Dia juga mengkritik pembuat Jam Kiamat tidak menjelaskan secara jelas perkiraan risiko numerik. Pembuat Jam Kiamat itu tak menjelaskan bagaimana faktor risiko potensial masa depan, misalnya kecerdasan buatan dan lainnya.

"Tanpa perlindungan yang tepat, mungkin sangat berbahaya. Dengan pengamanan yang tepat, mungkin sebaliknya, itu mungkin hal terbaik yang bisa Anda bayangkan," kata Sandberg.

Diketahui, Bulletin of the Atomic Scientists merupakan kelompok yang melahirkan istilah Jam Kiamat. Kelompok ini didirikan pada 1945 oleh ilmuwan Universitas Chicago, Amerika Serikat, yang membantu mengembangkan senjata atom pertama dalam Proyek Manhanttan.

Nama tim ilmuwan universitas itu berubah menjadi Bulletin of the Atomic Scientists dan pada 1947 menciptakan Jam Kiamat.

Istilah Jam Kiamat ini menggunakan penggambaran kiamat dengan ditandai tengah malam, serta idiom ledakan nuklir yang diwakili dengan perhitungan mundur ke angka nol. Tujuan Jam Kiamat ini adalah menyampaikan ancaman nyata terhadap kemanusiaan yang bakal terjadi di bumi. 


Sumber : Viva Media Baru

Thursday, January 4, 2018

Sejarah Pertama Kali Perayaan Tahun Baru



Berdasarkan Kalender Buatan Caesar, Tahun Baru Pertama Kali Dirayakan pada Masa Romawi.
Tahun Baru pertama kalinya dirayakan pada 1 Januari 45 Sebelum Masehi (SM) seiring dengan berlakunya kalender Julian.

Setelah dirinya menjadi diktator Romawi, Julius Caesar memutuskan bahwa kalender Romawi perlu untuk direformasi. Kalender Romawi yang dibuat pada abad 7 SM mencoba mengikuti siklus bulan tetapi berkali-kali tidak sesuai dan harus diperbaiki. Terlebih lagi, pontifices, badan yang dibentuk untuk mengawasi kalender itu seringkali menyalahgunakan kewenangannya dan menambahkan hari untuk memperbesar masa bakti politik atau ikut campur dalam pemilihan.

Dalam mendesain kalender baru, Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Alexandria yang mengusulkannya untuk meninggalkan siklus bulan sebagai patokan dan beralih menggunakan patokan tahun matahari seperti kalender Mesir. Satu tahun dihitung selama 365 ¼ hari dan Caesar menambahkan 67 hari di tahun 45 SM menjadikannya 46 SM berawal pada 1 Januari, bukan pada bulan Maret.

Dia juga menitahkan setiap empat tahun sekali satu hari ditambahkan pada bulan Februari untuk mencegah kalendernya tidak tertinggal. Beberapa saat sebelum dia dibunuh pada 44 SM, Caesar juga mengubah nama bulan keenam dari Quintilus menjadi Julius (Juli) sesuai dengan namanya. Belakangan nama bulan Sextilis juga diubah menjadi Augustus (Agustus) mengikuti nama penerus Caesar.

Perayaan Hari Tahun Baru pada Januari tidak banyak dipraktekkan selama Abad Pertengahan, dan bahkan mereka yang berpegang teguh pada kalender Julian tidak mengikuti Tahun Baru jatuh tepat pada 1 Januari. Hal itu dikarenakan Caesar dan Sosigenes gagal untuk menghitung nilai yang benar untuk tahun matahari 365.242199 hari, bukan 365,25 hari. Dengan demikian, kesalahan 11 menit per tahun yang menambahkan tujuh hari pada tahun 1000, dan 10 hari pada pertengahan abad ke-15.

Gereja Katolik Roma menyadari kesalahan tersebut dan pada 1570, Paus Gregorius XIII memerintahkan ahli astronomi Jesuit, Christopher Clavius untuk membuat kalender baru. Pada 1582 kalender Gregorian diimplementasikan dengan menghilangkan 10 hari pada tahun itu serta membuat aturan baru bahwa hanya satu dari setiap empat tahun yang dapat dijadikan leap year(satu tahun terdiri dari 366 hari). Sejak saat itu orang-orang di seluruh dunia berkumpul pada 1 Januari untuk merayakan hadirnya Tahun Baru.


 Okezone.com

Sunday, December 31, 2017

Negara Pertama Yg Merayakan Tahun Baru 2018




Dikala sebagian besar penduduk dunia masih menunggu menghabiskan malam tahun baru, Samoa menjadi negara pertama merayakan Tahun Baru 2018.

Samoa, sebuah negara di Kepulauan Pasifik ini menjadi negara pertama yang merayakan kedatangan 2018 seiring datangnya tengah malam di pulau-pulau itu. 

Menariknya, jika berada di Samoa, seseorang bisa berkesempatan merayakan dua kali perayaan tahun baru dalam satu hari. Bagaimana bisa? Dikutip dari The Guardian, dari Samoa, seseorang bisa menempuh perjalanan selama satu jam dengan peswat terbang menuju Samoa Amerika. Pulau ini merupakan wilayah terpisah milik Amerika Serikat yang berada di bagian selatan Samudra Pasifik, tepatnya di timur tenggara Samoa.

Perayaan paling akhir

Jika Samoa menjadi negara yang pertama merayakan Tahun Baru 2018, Samoa Amerika akan menjadi negara yang paling akhir merayakan Tahun Baru 2018. Negara ini baru merayakan malam perganian tahun 12 jam setelah Samoa atau pada jam 11.00 siang waktu London atau pukul 18.00 WIB.

Pada 2011, pejabat di Samoa memutuskan untuk merayakan malam tahun baru di sisi timur tangga internasional ke sisi barat. Mereka memilih menjadi menjadi negara pertama yang merayakan tahun baru ketimbang menjadi yang terakhir. Banyak pengunjung yang berdatangan ke Samoa untuk menjadi orang pertama yang menyaksikan pergantian tahun. 

Tempat-tempat yang paling akhir merayakan tahun baru diantaranya pulau-pulau terpencil di Amerika Serikat seperti Pulau Baker dan Pulau Howland. Pulau-pulau tersebut tidak berpenghuni. Sementara pulau berpenghuni terakhir yang merayakan tahun baru ialah Samoa Amerika.


sumber : Pikiran Rakyat

Tuesday, November 21, 2017

RIWAYAT FRIDTJOF NANSEN SIMBOL GOOGLE DOODLE HARI INI



Petualang legendaris Fridtjof Nansen ini dikenal sebagai orang pertama yang memimpin ekspedisi untuk menaklukkan Kutub Utara. Pada 1893, pria Norwegia kelahiran 10 Oktober 1861 ini memimpin ekspedisi menuju Kutub Utara.

Meski gagal, ekspedisi Nansen ini dicatat sebagai perjalanan paling mendekati Kutub Utara. Google menggambarkan sosoknya dalam doodle kali ini sedang bermain ski saat menuju Kutub Utara.

Sejak muda, Nansen yang lahir di Oslo dari pasangan pengacara dan peempuan yang meyenangi kegiatan petualangan. Jiwa petualangnya didapat dari sang ibu yang mengajari Nansen untuk menguasai ski, renang dan kegiatan outdoor lainnya.

Kecintaan pada alam liar membuatnya belajar zoologi di Royal Frederick University. Meskipun menjadi akademisi terbaik di bidangnya, Fridtjof Nansen merasa terpanggil kembali untuk menaklukkan alam liar dan bermain ski kembali. 

Pada tahun 1888, dia menjadi orang pertama yang memimpin sebuah ekspedisi melintasi daratan Greenland yang tertutup salju.

Satu petualangan tidak cukup - beberapa tahun kemudian, Nansen berusaha menjadi orang pertama yang mencapai Kutub Utara. Sementara ekspedisi itu tidak berhasil, ia berhasil mencapai garis lintang paling utara dari penjelajah pada saat itu.

Seiring Perang Dunia I berlangsung pada tahun 1914, Nansen terpaksa menghentikan penjelajahannya dan fokus pada penelitian di rumah. Namun, pada 1920, ketertarikannya beralih dari pemahaman bentang alam dunia untuk mempengaruhi iklim politik internasional saat perang tersebut berakhir.

Fridtjof Nansen menjadi salah satu tokoh kemanusiaan yang dikenal dunia saat ia bekerja untuk membebaskan ratusan ribu tawanan perang dan memulangkan para pengungsi.

Dia menciptakan Paspor Nansen, sebuah dokumen perjalanan untuk pengungsi tanpa kewarganegaraan yang diakui oleh 52 pemerintah di seluruh dunia dan mengizinkan orang-orang yang mengungsi untuk pindah dan bermukim kembali.

Pada 1922, Nansen akhirnya dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian karena jasanya membantu mereka yang tidak memiliki suaka dan menjadi pengungsi perang.

Atas pencapaian dan jasanya, hari ini tepat di ulang tahun Fridtjof Nansen ke-156 diperingati Google dengan membuatkan doodle istimewa untuknya. 


tirto