Showing posts with label teknologi. Show all posts
Showing posts with label teknologi. Show all posts

Friday, January 26, 2018

Kritikan Keras Untuk Jam Kiamat



Akhir Januari lalu, ilmuwan yang tergabung dalam Bulletin of the Atomic Scientists telah menetapkan waktu jam kiamat terbaru.

Dalam pengumumannya di National Press Club, Washington DC, akhir bulan lalu, kelompok peneliti penggagas Jam Kiamat menetapkan waktu Jam Kiamat masih tetap, tiga menit sebelum tengah malam, sama seperti waktu Jam Kiamat yang ditetapkan pada 2015.

Istilah Jam Kiamat ini menggunakan penggambaran kiamat dengan ditandai tengah malam, serta idiom ledakan nuklir yang diwakili dengan perhitungan mundur ke angka nol. Tujuan Jam Kiamat ini adalah menyampaikan ancaman nyata terhadap kemanusiaan yang bakal terjadi di bumi.

Namun, gagasan Jam Kiamat itu dipertanyakan efektivitasnya dalam menyadarkan penduduk bumi atas ancaman di atas. Ada ahli yang menyebutkan Jam Kiamat bukan alat yang tepat untuk memobilisasi orang atas perubahan lingkungan.

"Saya tak berpikir menggunakan retorika kehancuran total dunia membantu kita bekerja keras mendiskusikan kesulitan dan kesusahan masalah dalam sebuah demokrasi," kata Katherine Pandora, peneliti ilmu sejarah Universitas Oklohama, Amerika Serikat, dikutip dari Live Science, Kamis 25 Februari 2016.

Pandora berpendapat, pemberlakukan waktu Jam Kiamat itu malah bisa kontraproduktif dalam upaya menyadarkan orang untuk peduli dan melakukan tindakan mencegah ancaman bagi dunia.

Menurutnya, hal yang prinsip dan penting, yaitu menghadirkan otoritas yang bisa menyatakan keadaan darurat. Tambahnya, cara itu lebih efektif untuk mendapatkan perhatian orang dan cukup tegas untuk menjadi landasan pengambilan tindakan.

"Meminta generasi orang dengan rasa darurat terus menerus adalah kontraproduktif," kata dia.

Pandora menuturkan, efek yang tak diinginkan dari Jam Kiamat itu bisa menghambat dan merusak hubungan antara ahli dan non ahli.

Kritikan atas Jam Kiamat juga dilontarkan Anders Sandberg, pakar filsafat dari Future of Humanity Institute Universitas Oxford, Inggris.

Sandberg mengatakan, Jam Kiamat telah begitu 'keruh', karena membawa ancaman yang berdasarkan bahaya nuklir. Padahal, ancaman dunia juga bisa muncul dari rekayasa genetika dan terorisme siber dan lainnya.

"Ini bukan ukuran yang tepat dan itu juga menggabungkan beberapa hal. Mungkin jauh lebih mudah ketika mereka mulai, kemudian saat itu hanya perang nuklir. Tapi sejak itu, kita memperoleh risiko eksistensial lainnya," ujarnya.

Sandberg mengatakan, dengan fokus mengingatkan bahaya dengan nuklir dianggap bukan strategi efektif untuk memperbaiki masalah. Ia menambahkan, pemecahan pengembangbiakan nuklir juga dikatakan cukup rumit.

Dia juga mengkritik pembuat Jam Kiamat tidak menjelaskan secara jelas perkiraan risiko numerik. Pembuat Jam Kiamat itu tak menjelaskan bagaimana faktor risiko potensial masa depan, misalnya kecerdasan buatan dan lainnya.

"Tanpa perlindungan yang tepat, mungkin sangat berbahaya. Dengan pengamanan yang tepat, mungkin sebaliknya, itu mungkin hal terbaik yang bisa Anda bayangkan," kata Sandberg.

Diketahui, Bulletin of the Atomic Scientists merupakan kelompok yang melahirkan istilah Jam Kiamat. Kelompok ini didirikan pada 1945 oleh ilmuwan Universitas Chicago, Amerika Serikat, yang membantu mengembangkan senjata atom pertama dalam Proyek Manhanttan.

Nama tim ilmuwan universitas itu berubah menjadi Bulletin of the Atomic Scientists dan pada 1947 menciptakan Jam Kiamat.

Istilah Jam Kiamat ini menggunakan penggambaran kiamat dengan ditandai tengah malam, serta idiom ledakan nuklir yang diwakili dengan perhitungan mundur ke angka nol. Tujuan Jam Kiamat ini adalah menyampaikan ancaman nyata terhadap kemanusiaan yang bakal terjadi di bumi. 


Sumber : Viva Media Baru

Monday, December 4, 2017

PLUS - MINUS BITCOIN & ASAL - USULNYA



Meski penggunaannya mulai ramai diminati di Indonesia, tetapi masih banyak masyarakat yang tidak memahami mata uang bitcoin. Maklum, bitcoin merupakan mata uang virtual dan tidak berwujud seperti lembaran kertas atau logam layaknya alat transaksi pada umumnnya.

Pemilik bitcoin dapat melakukan transaksi melalui berbagai perangkat elektronik seperti komputer selama tersambung dengan internet. Keunikan bitcoin tidak hanya terletak pada penggunaannya tetapi juga pada penemuannya.

Bagaimana tidak, hingga saat ini, penemunya yang disebut-sebut bernama Satoshi Nakamoto masih menjadi misteri. Sebagian peneliti mencoba menyibak rahasia di balik nama tersebut dan hanya menemukan jalan buntu. Bahkan meski telah didaulat menjadi miliarder karena transaksi bitcoinnya, pemilik nama Satoshi Nakamoto ini tidak pernah menunjukkan batang hidungnya ke depan publik.

Layaknya mata uang lain, bitcoin juga memiliki keunggulan dan kelemahan. Salah satu keunggulannya adalah peran bitcoin sebagai mata uang yang sangat kecil terkena pemalsuan. Sementara kelemahan bitcoin diantaranya adalah potensi hilang dokumen (file-nya terkena virus atau diretas) yang tinggi.

Lalu bagaimana sejarah penemuan bitcoin hingga penggunaannya mampu tersebar secara global hingga saat ini? Berikut asal usul bitcoin seperti dikutip dari situs resmi Bitcoin, Forex Tickets, The Motherboard Vice, dan sejumlah situs lainnya, Senin (13/1/2014):

Bitcoin, mata uang yang seperti apa?

Berbicara soal definisi, secara umum bitcoin merupakan mata uang virtual yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi finansial secara langsung dengan menggunakan perangkat elektronik tertentu.

Lebih jelasnya, bitcoin bukan mata uang khusus di sebuah negara atau bank. Nilai mata uangnya ditentukan hanya berdasarkan penggunaannya dan pasar valuta asing (valas).

Penerbitan bitcoin dilakukan melalui kode komputer gratis dan jumlahnya tidak boleh melebihi 21 juta guna mencegah munculnya kebijakan inflasi. Bitcoin juga tidak memiliki pusat operasi seperti bank untuk memegang catatan transaksi yang dilakukan.

Meski demikian, catatan rekening masih tercatat dalam jaringan bitcoin secara acak di komputer. Selain itu, bitcoin juga menggunakan sistem kriptografi untuk pembayaran antara dua pihak.

Pengiriman bitcoin juga dapat dilakukan secara langsung antara penjual dan pembeli atau melalui pihak ketiga seperti PayPal. Selain itu, bitcoin juga dapat ditukar dengan mata uang konvensional seperti euro, dolar dan lainnya. Tetapi pertukarannya hanya dapat dilakukan melalui jaringan internet seperti MtGox.

Penemu Bitcoin masih menjadi misteri

Hingga saat ini pembahasan asal-usul dan penemu Bitcoin akan bermuara pada satu nama, yaitu Satoshi Nakamoto. Bernama tapi tak berwujud sepertinya sangat tepat menggambarkan pemiliki nama Satoshi Nakamoto yang masih menjadi misteri sampai sekarang.

Tak ada catatan mengenai identitas Nakamoto atau rekaman penciptaan bitcoin yang dilakukannya. Tetapi dalam profilnya di situs P2P Foundation, Nakamoto mengklaim dirinya sebagai seorang pria berusia 38 tahun yang tinggal di Jepang.

Hal ini tentu sangat janggal melihat keahliannya dalam berbahasa Inggris dan seringkali menggunakan ejaan Amerika Serikat yang sangat kental dalam tulisannya. Terlebih lagi, software bitcoin tidak didokumentasikan dan dilabeli dalam bahasa Jepang.

Selain itu, format bahasa Inggris yang tertulis dalam karyawannya menunjukkan bahwa Nakamoto memang pria berkebangsaan Inggris. Para peneliti yakin, Nakamoto merupakan nama seseorang atau suatu kelompok dan tengah berusaha mengelabui publik dengan berbagai penyamarannya.

Namun peluncuran pertama software bitcoin menyebarkan spekulasi bahwa penciptaannya tak mungkin hanya dilakukan oleh satu orang dan merupakan upaya kolaboratif bersama. Spekulasi tersebut membuat Satoshi Nakamoto diduga bukan nama satu orang tapi sebagai sekelompok orang yang menciptakan bitcoin.

Sejumlah peneliti berusaha mengungkapkan identitas penemu yang sebenarnya tetapi selalu berujung jalan buntu. Siapakah Satoshi Nakamoto? Identitasnya masih tertutup rapat hingga saat ini.

Asal-usul Bitcoin

Nakamoto mengklaim dirinya telah mengerjakan proyek Bitcoin sejak 2007. Pada 2008, dia mempublikasikan sebuah laporan penelitian bertajuk The Cryptography Mailing List di metzdowd.com. Isi laporannya mengenai deskripsi bitcoin sebagai mata uang digital.

Satu tahun kemudian, dia merilis software bitcoin dan meluncurkan jaringan serta unit mata uang pertamanya yang terkenal super canggih. Dengan penyebarannya secara global di internat, beberapa sistem pertukaran baru pun muncul pada 2010.

Setelah itu, pertukaran file bitcoin dari satu komputer ke komputer lain semakin mungkin dilakukan dengan harga yang lebih rendah. Sementara itu, konsep mata uang digital pertama kali muncul pada 1999 dari Wei Dai yang dikenal dengan b-money.

Mata uang tersebut secara signifikan menginspirasi Bitcoin tetapi disertai dengan peningkatan sistem keamanan dan legitimasi bagi para penggunanya. Nakamoto sebagai penemunya diketahui sangat aktif dalam memodifikasi software bitcoin dan memberikan informasi teknis di forum bitcoin hingga kontaknya mulai sulit dilacak pada pertengahan 2010.

Sampai beberapa bulan sebelum dia menghilang, hampir semua modifikasi pada kode bitcoin diselesaikan dengan baik oleh Nakamoto. Dia mulai jarang menerima kontribusi pada siapapun. Sebelum dia benar-benar menghilang, dia menunjuk Gavin Andresen sebagai penerusnya dan memberinya akses masuk ke proyek Bitcoin SourceForge dan salinan password-nya.

Keunggulan penggunaan bitcoin

Layaknya mata uang konvensional, bitcoin juga memiliki keunggulan dan kelemahan dalam penerapannya. Berbicara soal keunggulan, bitcoin terkenal dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Selama ini, mata uang konvensional dikenal sangat rawan terhadap pemalsuan. Tetapi penerapan sistem kriptografi yang diterapkan pada bitcoin membuat para pemiliknya terhindar dari risiko serupa. Selain itu, bitcoin mampu berperan sebagai mata uang global.

Meski setiap negara telah memiliki mata uang masing-masing, bitcoin tetap mampu hadir dan masuk ke dalam sistem finansial di negara manapun. Bitcoin tak mengenal batas negara, tidak goyah karena kondisi politik di pemerintahan, dan tidak terpengaruh apapun.

Kehebatan lainnya adalah bitcoin dapat berperan sebagai pelindung dari tingkat inflasi. Bitcoin juga dapat menekan laju inflasi yang berlebihan.

Selain itu, bitcoin merupakan bentuk baru tabungan masyarakat yang diterapkan dengan sistem yang tidak merepotkan. Selain itu dengan menabung bitcoin, semua perantara keuangan yang biasa dilakukan di bank-bank dapat dihilangkan. Para pemegangnya juga tak perlu membayar biaya layanan dan registrasi.

Kelemahan penggunaan bitcoin

Di tengah berbagai keunggulan bitcoin, mata uang digital yang satu ini ternyata menyimpan sejumlah kelemahan yang dapat berisiko pada penggunaannya. Kelemahan pertama dari bitcoin adalah nilai mata uangnya yang tidak stabil. Bitcoin merupakan mata uang yang bersifat spekulatif. Sementara saat ini belum cukup banyak perusahaan yang menawarkan pembelian dan penjualan produk-produk dengan bitcoin sebagai alat pembayarannya.

Berikutnya, sebagai mata uang virtual, bitcoin disimpat dalam bentuk file digital atau dikenal dengan sebutan wallet file yang sangat berisiko terhadap aksi peretasan oleh hacker. Pasalnya, wallet file serupa dengan fungsi dompet penyimpan uang tunai.

Wallet file yang disimpan di hard disk peralatan elektronik juga sangat rentan pada kerusakan. Selain itu, jika terjadi serangan virus pada hard disk, semua bitcoin di wallet file menghilang begitu saja.

Belum lagi risiko isi hard disk pemilik bitcoin terhapus tanpa sengaja. Lebih menyakitkan dari uang tunai, Anda kehilangan semua isi dompet tanpa bisa ditelusuri kemana hilangnya. Selain itu, orang-orang yang memiliki keahlian di bidang komputerisasi berpotensi mencuri uang-uang tersebut.

Risiko lain yang harus ditanggung pemilik bitcoin adalah peredarannya yang tidak dikendalikan pemerintah atau lembaga keuangan berwenang. Akibatnya kondisi tersebut membuka peluang besar untuk melakukan tindakan kriminal seperti pencucian uang dan penghindaran pajak.

Kurangnya kendali pemerintah juga membuat bitcoin tampak tidak bernilai. Selain itu, sebagian pengamat keuangan menganggap bitcoin sebagai mata uang ilegal karena tidak didorong perundangan yang sah di mata hukum.

Satuan mata uang bitcoin

Seperti mata uang pada umumnya, bitcoin juga dirasa perlu memiliki satuan khusus dalam penyebutannya. Terdapat banyak diskusi yang digelar para penggiat bitcoin guna menciptakan satuan untuk bitcoin. Hingga saat ini, penggunaan bitcoin digunakan dengan batasan satuan sebanyak 8 desimal.

Sejumlah nama yang diajukan diantaranya dimulai dari 1 bitcoin dengan lambang 1 BTC. Berikutnya adalah 0,01 BTC yang setara dengan 1 cBTC atau 1 centibitcoin. cBTC juga sering diucapkann dengan sebutan bitcent.

Selanjutnya adalah 0,001 BTC yang nantinya akan disebut 1 mBTC atau 1 millibitcoin. Sebutannya saat ini masih bervariasi seperti mbit, millibit atau bahkan bitmill. Di atasnya terdapat 0,000001 BTC yang sama dengan 1 microbitcoin dan dikenal sebagai ubit atau microbit.

Meski memiliki satuan, tetapi nilainya tak pernah bisa disetarakan dengan penggunaan nilai tukar mata uang pada mata uang konvensional. Sementara denominasi terkecil dari bitcoin sekaligus menjadi sebutan yang sangat spesial adalah `satoshi`. 0,00000001 BTC sama dengan 1 satoshi yang namanya disesuaikan dengan sang penemu.


Liputan 6

Friday, November 24, 2017

Sejarah WhatsApp & Fitur - Fitur Unggulannya



WhatsApp adalah aplikasi pesan instan paling populer, per September 2015, 900 juta orang secara aktif menggunakan WhatsApp.

Apa itu WhatsApp dan Fitur-fiturnya

Sobat  yang baru beralih ke smartphone barangkali masih meraba-raba hal baru yang ada di perangkatnya. Salah satu yang seharusnya sudah sobat jumpai tapi masih membingungkan, barangkali soal apa itu WhatsApp, apa kegunaannya dan apa saja sih fiturnya. Nah, di artikel ini redaksi akan ulas secara lengkap perihal WhatsApp, termasuk sejarah kelahirannya.

Apa Itu WhatsApp

Yang pertama, tentang apa sih sebenarnya WhatsApp. WhatsApp adalah aplikasi pesan instan untuk smartphone, jika dilihat dari fungsinya WhatsApp hampir sama dengan aplikasi SMS yang biasa Anda pergunakan di ponsel lama. Tetapi WhatsApp tidak menggunakan pulsa, melainkan data internet. Jadi, di aplikasi ini sobat tak perlu khawatir soal panjang pendeknya karakter. Tidak ada batasan, selama data internet sobat memadai.

Meskipun merupakan aplikasi pesan instan, ada yang unik dari WhatsApp. Jadi, sistem pengenalan kontak, verifikasi dan pengiriman pesan tetap dilakukan melalui nomor ponsel yang sudah terlebih dahulu didaftarkan. Cara ini berbeda dengan BBM yang menggunakan PIN, ataupun LINE yang selain nomor ponsel juga mendukung email, dan nama pengguna.

Fitur-fitur Unggulan WhatsApp

WhatsApp mempunyai beberapa fitur:

Mengirim pesan teksMengirim foto dari galeri ataupun dari kameraMengirim videoMengirimkan berkas-berkas kantor atau yang lainnyaMenelpon melalui suara, termasuk mengirim pesan suara Anda yang dapat didengarkan oleh penerima setiap saat.Berbagi lokasi memanfaatkan GPSMengirimkan kartu kontakWhatsApp juga mendukung beberapa emoji, namun untuk stiker, WhatsApp tergolong minimalis. Berbeda dengan LINE yang lebih getol mengembangkannnya.Di WhatsApp, pengguna juga dapat mengatur panel profilnya sendiri, terdiri dari nama, foto, status serta beberapa alat pengaturan privasi untuk melindungi profil dan juga alat bantuan untuk membackup pesan, mengubah nomor akun dan melakukan pembayaran. Ah ya, WhatsApp ini akan menjadi aplikasi berbayar setelah setahun digunakan, biayanya hanya Rp 12.000 per tahunnya. Anda dapat juga membantu teman dengan cara membayarkan biaya berlangganan tersebut atas namanya.

Di mana Bisa Men-download WhatsApp?

WhatsApp bisa Anda unduh di aplikasi Play Store. Di setiap smartphone android terbaru secara defaulttersedia aplikasi toko yang namanya Play Store. Anda dapat menemukan WhatsApp di aplikasi toko tersebut. Atau bagi pengguna iOS bisa mengunduhnya di aplikasi App Store. WhatsApp juga tersedia untuk Nokia S40, S60, BlackBerry dan Windows Phone. Informasi selengkapnya bisa Anda peroleh di situs resmi WhatsApp.

Sejarah WhatsApp

Dikutip dari WikiPedia, WhatsApp didirikan pada 24 Februari 2009. WhatsApp didirikan oleh Brian Acton dan Jan Koum yang pernah bekerja sebagai pegawai Yahoo. Bermodalkan tabungan sebesar $400.000 yang diperoleh selama bekerja di sana, Koum mengunjungi temannya, Alex Fishman untuk berdiskusi mengenai App Store yang kala itu baru berusia 7 bulan, Koum merasa toko ini menyimpan potensi. Fishman kemudian membantu Koum mencarikan pengembang aplikasi iPhone bernama Igor Solomennikov yang berasal dari Rusia.

Tapi meskipun WhatsApp Inc telah berdiri, aplikasi WhatsApp sendiri masih jauh dari beres. Dalam beberapa percobaan, WhatsApp mengalami crash dan gagal berjalan seperti yang diharapkan. Putus asa, Koum berniat menutup perusahaannya dan mencari pekerjaan lain. Namun Brian Acton mendorongnya untuk tetap bertahan beberapa bulan lagi. Pada akhirnya setelah melewati fase beta yang cukup panjang, pada bulan November 2009, WhatsApp resmi memulai kiprahnya di App Store. Sebelumnya, Koum telah membujuk Acton dan lima mantan pegawai Yahoo! lainnya untuk berinvestasi. Setelah mengunjungi App Store, pada bulan Januari 2010 WhatsApp mengembara ke BlackBerry Store dan disusul Android pada bulan Agustus.

Meskipun statusnya telah diubah dari gratis ke berbayar, popularitas WhatsApp tetap melesat cepat di hampir semua platform. Per Februari 2013 pengguna aktif WhatsApp meledak di angka 200 juta. Angka ini membengkak dua kali lipat pada bulan Desember dan naik lagi menjadi 500 juta pada bulan April 2014. Dan per September 2015, pengguna aktif WhatsApp tercatat sebanyak 900 juta.

Pesatnya pertumbuhan itulah yang membuat Facebook tergila-gila pada WhatsApp. Gayung bersambut, WhatsApp Inc menerima pinangan Facebook dengan mahar sebesar $19 miliar. Pasca berganti bendera, Facebook tidak melakukan banyak perubahan pada WhatsApp, tetap dipatok banderol per tahun dan tanpa iklan. Tidak seperti yang ditakutkan oleh banyak orang.


DailySocial.id 

Tuesday, October 10, 2017

AWAL MULA ZONA WAKTU DI INDONESIA



Seorang perencana perjalanan trek kereta api dan seorang teknisi asal Kanada, Sandford Fleming
baru saja ketinggalan kereta ketika dia mengunjungi Irlandia dalam tahun 1876. Dia bingung. Jadwal keberangkatan kereta ternyata tak sesuai dengan waktu sebenarnya. Dia mengira kereta berangkat malam, tetapi kereta telah berangkat pada pagi hari. Ada perbedaan meridian antara Fleming dengan jadwal yang disusun oleh orang Irlandia. Ini karena kala itu belum ada pembagian waktu secara baku. Tiap negeri, tiap kota memiliki aturan waktunya sendiri. Akibatnya, orang asing sering salah mengerti waktu jika berkunjung ke suatu negeri jauh.

Sejak peristiwa itu, Fleming berpikir tentang kebutuhan ukuran pembagian waktu yang baku. Sebagai perencana perjalanan kereta jarak jauh, dia tak mau ada kekacauan jadwal hanya karena orang salah membaca waktu.

Berdasarkan waktu rotasi bumi yang dibulatkan, 24 jam, dan derajat bumi, 360o, Fleming membagi bumi ke dalam 24 zona waktu. Titik nol atau toloknya berasal dari Greenwich yang berada di bujur 0o. Ini berarti, waktu di tiap garis bujur selebar 15o dapat berbeda satu jam lebih lambat atau lebih cepat dari Greenwich. Semakin ke timur, waktu berbeda satu jam lebih cepat daripada Greenwich (+). Sebaliknya, semakin ke barat, waktu berbeda satu jam lebih lambat (-). Selisih waktu paling cepat dari Greenwich adalah 12 jam, pun jua dengan selisih paling lambatnya. Usul ini disepakati secara internasional melalui sebuah Konferensi Meridian Internasional di Washington DC pada Oktober 1884.

Di Hindia Belanda, koloni Belanda, pembagian waktu belum sepenuhnya mengikuti standar Greenwich Meridian Time (GMT). Belanda, meskipun tercatat sebagai negara yang menyetujui konferensi itu, belum merumuskan pembagian waktu untuk koloninya. Belanda baru menetapkan pembagian waktu pada 1908.

Staats Sporwegen (jawatan kereta api) meminta kepada pemerintah untuk menyusun sebuah zona waktu (mintakad) demi kelancaran perjalanan kereta di Jawa. Ketika itu, Hindia Belanda telah memiliki “greenwich” sendiri sebagai titik nol derajatnya, Jawa Tengah. Melalui Gouvernements besluit 6 Januari 1908,Jawa Tengah dan Batavia memiliki perbedaan waktu dua belas menit. Itu artinya, Batavia lebih lambat 12 menit dari Jawa Tengah. Peraturan ini diterapkan secara resmi pada 1 Mei 1908 dan hanya berlaku untuk wilayah Jawa dan Madura. Di luar wilayah itu, pemerintah tidak mengaturnya.

Wilayah Sumatera Barat dan Timur dan Balikpapan menjadi wilayah luar Jawa pertama yang mendapatkan pembagian waktu. Pemerintah mulai membagi waktu ketiga wilayah itu pada 22 Februari 1918. Padang tercatat memiliki perbedaan waktu 39 menit lebih lambat daripada Jawa Tengah, sedangkan Balikpapan berselisih 8 jam 20 menit lebih cepat dari Greenwich. Peraturan pembagian waktu selanjutnya, 1 Januari 1924, tidak mengubah pembagian waktu tersebut secara berarti. Peraturan itu hanya menetapkan selisih waktu antara Jawa Tengah dengan Greenwich adalah 7 jam 20 menit lebih cepat dari Greenwich. Di luar peraturan itu, pembagian waktu tiap daerah ditentukan oleh Hoofden van Gewestelijk Bestuur in Buitengewesen.

Memasuki 1930-an, penerbangan internasional dari Hindia Belanda ke Singapura dan Australia dibuka. Peraturan mengenai pembagian waktu harus dirumuskan ulang. Hindia Belanda, untuk pertama kalinya, terbagi atas enam zona waktu sejak 11 November 1932 melalui peraturan Bij Gouvernment Besluit van 27 Juli 1932 no. 26,Staatsblad No .412. Selain pertimbangan penerbangan, kebiasaan masyarakat pemakai jam matahari juga menjadi alasan keluarnya peraturan ini. Pemerintah kolonial berharap masyarakat itu tak dirugikan dengan pembagian waktu ini. Dalam pembagian waktu ini, selisih waktu tiap zona adalah 30 menit.

Peraturan ini menjadi tak berlaku kala Belanda menyerahkan Hindia kepada Jepang pada 1942. Jepang menyesuaikan pembagian waktu di Hindia dengan kebutuhan militer dan propagandanya. Peraturan itu berlaku sejak 20 Maret 1942 sampai dengan 16 September 1945. Akibatnya, waktu di tiap wilayah Hindia disamakan dengan waktu Tokyo (GMT + 9). Penyesuaian waktu dengan Tokyo itu untuk memudahkan mengatur daerah pendudukan Jepang di Asia. “Namun Jawa paling terpengaruh karena waktunya harus maju satu setengah jam lebih dulu dari biasanya. Yang paling susah orang yang biasa sholat subuh jam 04:00 jadi jam 02:30 malam,” kata doktor sejarah alumnus National University of Singapore itu.

Bukan hanya itu, anak sekolah pun mesti berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya, pada pukul 05:30 subuh. Pemberlakuan itu menimbulkan banyak kekacauan di masyarakat. Merujuk kepada buku Tjamboek Berdoeri, sebuah memoar karya Kwee Thiam Tjing, yang mengisahkan betapa orang-orang Jawa di bawah Jepang yang harus menyesuaikan waktu Tokyo. “Kwee Thiam Tjing menulis kalau dia sering ngantuk karena harus bangun tidur lebih cepat dari biasanya,” katanya.

Bukan hanya jam, sistem penanggalan pun disesuaikan dengan penanggalan sumera, yang membuat orang Indonesia jauh lebih tua 660 tahun dari orang Jepang. Ditahun 1942 disetarakan dengan 2602 tahun sumera yang berarti umur orang Jawa jauh lebih tua 660 tahun dari orang Jepang.” Bahkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pun menggunakan tahun sumer, yakni 2605, bukan 1945.

Ketika Belanda kembali menduduki sebagian daerah di Indonesia pada 1947, zona waktu di Indonesia terbagi tiga. Ini karena Belanda mengubah zona waktu Indonesia secara sepihak. Tiap zona berselisih GMT + 6, + 7, dan + 8, kecuali Papua yang berselisih GMT + 9. Tidak diketahui secara pasti pertimbangan apa yang melatarbelakangi pembagian waktu ini. Namun, pembagian ini tak berlangsung lama. Pada 1950, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Dengan demikian, Indonesia kembali ke pembagian enam zona waktu dengan selisih 30 menit tiap zona. Aturan ini tertuang dalam Keppres RI No. 152 Tahun 1950 yang mulai berlaku pada 1 Mei 1950. Hanya Irian yang masih menggunakan peraturan Belanda tahun 1947 karena masih diduduki Belanda.

Keppres itu bertahan selama 13 tahun. Pada 1963, Indonesia hanya terbagi atas tiga zona waktu: barat, tengah, dan timur. Irian Jaya yang telah kembali ke dalam wilayah Indonesia masuk zona timur bersama daerah tingkat I Maluku karena terletak pada 135 derajat bujur timur. Selisih waktunya dengan GMT adalah + 9. Daerah Tingkat I dan istimewa di Sumatera, Jawa, Madura, dan Bali masuk zona barat karena terletak pada 105 derajat bujur timur. Wilayah-wilayah ini berselisih + 7 dari GMT. Zona Indonesia Tengah meliputi Daerah Tingkat I di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Letak bujurnya adalah 120 derajat bujur Timur dan berselisih + 8 dari GMT. Itu artinya, ada selisih satu jam di tiap zona. Pembagian ini dikukuhkan melalui Keppres No. 243 Tahun 1963. Beberapa pertimbangannya antara lain, segi sosial, agama, efisiensi ekonomi, dan penyederhanaan. Pembagian itu dimulai secara resmi sejak 1 Januari 1964.

Keberatan-keberatan segera muncul dari beberapa kalangan sejak diterapkannya pembagian tiga zona itu. Mereka menilai pembagian waktu itu janggal. Orang-orang di Sabang dan Pontianak harus bangun lebih pagi karena jam terbit matahari menjadi lebih awal. Tak sesuai dengan waktu terbit sebenarnya. Apalagi kota Pontianak ternyata justru tidak masuk zona barat walaupun terletak dalam bujur yang sama dengan Tegal. Sementara itu, Bali justru masuk zona barat meski terletak dalam bujur zona tengah.

Atas beberapa pertimbangan lain seperti pariwisata dan keberatan sebagian kalangan, pemerintah mengeluarkan peraturan baru mengenai pembagian waktu melalui Keppres RI No. 41 Tahun 1987. Tidak ada perubahan pembagian zona waktu dalam peraturan baru tersebut. Indonesia tetap terbagi atas tiga zona waktu. Hanya beberapa daerah yang ditukar zona waktunya. Bali, misalnya, masuk ke zona tengah karena pertimbangan pariwisata, sedangkan Kalimantan Barat dan Tengah ditarik masuk ke zona barat dari zona tengah. Pembagian waktu ini berlangsung hingga sekarang meski usul perubahan pembagian waktu menjadi satu zona terus berkembang akhir-akhir ini.

Pada 11 Maret 2013, Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menggulirkan wacana untuk menyatukan zona waktu di seluruh wilayah Republik Indonesia. Menurutnya penyatuan zona waktu dilakukan dengan alasan efisiensi kinerja sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi.

Singapura pun menentukan waktu sejam lebih cepat karena tak mau ketinggalan dengan negara Asia Tenggara lainnya. Sebenarnya Singapura memiliki kesesuaian waktu dengan Indonesia bagian barat, khususnya Sumatera. “Lee Kuan Yew tak ingin warga Singapura ketinggalan. Kalau dilihat, anak sekolah di sana berangkat pagi-pagi sekali,” kata Didi.

Namun, apakah penggabungan zona waktu di seluruh wilayah Indonesia mampu pula mengubah etos kerja dan budaya orang Indonesia? Kita tunggu saja nanti.



sumber : historia magazine